Jumat, 21 Maret 2014

BAB V - KEBIJAKAN ATAU KEBERANIAN?



BAB V - KEBIJAKAN ATAU KEBERANIAN?



Alah Perhitungan yang Kedua
Yesus salah perhitungan:
1. Melihat antusiasme yang ditunjukkan oleh murid-murid-nya pada acara perjamuan malam, dia yakin bahwa mereka bisa melawan Yahudi yang akan menangkapnya.
2. Yahudi lebih cerdik dari apa yang dipikirnya. Mereka membawa tentara Romawi bersama mereka.

Pemikir-pemikir Kristen tidak kurang cerdik dengan terjemahan mereka dan memanipulasi Injil. Mereka telah merubah kata-kata "Pasukan Romawi" dengan menyingkat "pasukan" dan sekarang dari kata pasukan menjadi 'sekelompok orang' dan 'penjaga':

"Maka datanglah Yudas juga ke situ dengan sekelompok orang dan penjaga-penjaga rumah Allah yang disuruh oleh Imam-imam kepala dan orang-orang Farisi lengkap dengan lentera, suluh dan senjata". (Injil - Yohanes 18: 3).

Tertangkap Sewaktu Lengah
Murid-murid tertangkap, dalam bahasa orang Inggris," dengan celana mereka yang melorot". Secara harfiah berarti mereka tertangkap ketika sedang lengah/tidur. Musuh menginjak-injak mereka dengan kasar. Hanya satu di antara mereka yang sempat mengajukan pertanyaan:

"... Tuhan, mestikah kami menyerang mereka dengan pedang." (Injil - Lukas 22: 29).

Tetapi sebelum Yesus bisa menjawab pertanyaan tersebut, Petrus yang pemberani mengeluarkan pedangnya dan memotong telinga kanan salah seorang musuhnya. Yesus tidak melawan tentara Romawi tersebut. Menyadari bahwa situasi sudah berbalik dan tidak berjalan sesuai dengan strateginya, dia menasehatkan murid-muridnya:

".. Masukkan pedang itu kembali ke dalam sarungnya, sebab barang siapa yang menggunakan pedang akan binasa oleh pedang ". (Injil - Matius 26: 52).

Perubahan Strategi
Apakah Yesus tidak mengetahui makna dari pernyataannya ketika dia menyuruh murid-muridnya untuk menjual jubahnya dan membeli pedang? Tentunya dia tahu! Lalu mengapa sekarang malah bertentangan? Sebenarnya tidak ada pertentangan! Situasi telah berubah, jadi strategi harus juga dirubah. Dia menyadari bahwa melawan tentara yang terlatih dan bersenjatakan lengkap dengan mengandalkan pasukannya yang masih mengantuk dan tidak siap, hanya merupakan tindakan bunuh diri.

Pangeran Perdamaian???
Kenapa orang Kristen yang pandai berdebat dan berpikir tidak memberikan penghargaan atas pemikiran yang wajar ini? Karena telah diprogram selama 2000 tahun bahwa Yesus adalah "Nabi', "Putra Perdamaian', tidak pernah mengganggu lalat sekalipun. Mereka melupakan sisi lain sifat alami manusia yang haus darah dan panas! Mereka lupa perintahnya kepada pasukannya untuk menghadapi musuh-musuhnya yang tidak menyukai dan melawan perintahnya, dengan mengusir mereka:

"... dan bunuhlah mereka di depan mataku". (Injil -Lukas 19: 27).

"Janganlah kamu menyangka bahwa aku datang untuk membawa damai di atas bumi; Aku datang bukan untuk membawa damai, melainkan pedang."(Injil-Matius 10: 34).

"Aku datang untuk melemparkan api ke bumi dan betapakah aku harapkan, api itu telah menyala! Kamu menyangka bahwa aku datang untuk membawa damai di atas bumi? Bukan, kataku kepadamu, bukan damai, melainkan pertentangan". (Injil - Lukas 12: 49 dan 51)

Berdasarkan gambaran ayat-ayat di atas yang diucapkan Yesus kepada pendengarnya saat itu, maka setelah Petrus menggunakan pedangnya, berarti penyembelihan itu memang sudah diperintahkan dan tanpa penyesalan, sesuai dengan apa yang dilakukan nenek moyangnya yaitu Yosua yang menyerang dan membantai orang-orang di Yericko.

"Mereka menumpas dengan mata pedang segala sesua-tu yang ada di dalam kota itu, baik laki-laki maupun perempuan, baik tua maupun muda, bahkan lembu, domba dan keledai ". (Injil - Yosua 6: 21).

Dan penulis Injil mau tidak mau menempatkan kata-kata tersebut sebagai perkataan Yesus sebagai pemenuhan ramalan Vaticinium Ex Eventu (ramalan setelah kejadian) sebagaimana catatan dari moyangnya (?), Daud.

Kegagalan dan Pengadilan
Perjalanan menuju Yerusalem telah gagal. Penyerangan di bukit Zaitun telah membuktikan kegagalan. Apabila ada hadiah bagi keberhasilan maka akan ada pula balasan untuk kegagalan. Lawan sangat berat! Ditambah dengan adanya kesengsaraan, cobaan, keringat dan darah.

Dengan tangan-tangannya yang kuat, tentara-tentara Romawi menyeret tubuh Yesus dari Getsemani ke Annas dan dari Annas ke Mahkamah Agama dan dipertemukan dengan Uskup Agung dan sebagaimana yang ditunjukkan kaum Yahudi ke Sanhedrin, untuk menghadapi pengadilan dan hukuman.

Ketika jiwa Yesus terancam dalam sidang pengadilan musuh-musuhnya, dimana para pahlawan-pahlawannya yang seharusnya membela dengan tangisan perang; "Guru, kami siap mati demi engkau, kami siap dipenjara demi engkau!", Markus, orang pertama yang menulis Injil, dengan tidak merasa malu dan tanpa basa-basi berkata:

"Lalu semua murid itu meninggalkan dia dan melarikan diri ". (Injil - Markus 14: 50)

Para penulis keduapuluh tujuh Kitab Perjanjian Baru tidak bisa menemukan pembelotan yang memalukan seperti itu di Kitab-Kitab Yahudi (Perjanjian Lama) untuk memenuhi ramalan. Jika di sana ada, pasti mereka telah mengeksploitasinya dengan cepat.

Merenungkan Kembali Kegagalan
Dalam suatu perdebatan antara Islam dan Kristen di SABC TV salah seorang partisipan yang mengaku dari sekte 'kelahirkan kembali' mengajak untuk merenungkan kata "Pembelotan". Dia mengucapkan kata "Pembelotan" dengan begitu senangnya seolah-olah mengatakan kemenangan dan bukannya suatu kegagalan yang memalukan. Para penyebar Injil telah mengembangkan suatu penyakit yang memalukan dan tercela. Setiap orang, laki-laki atau perempuan penganut sekte tersebut diperbolehkan melakukan perzinahan, mabuk, meminum obat-obatan terlarang dan perbuatan seperti binatang yang lainnya. Ini menunjukkan bahwa seseorang yang merupakan sampah masyarakat merupakan calon dari penganut sekte ini.

BAB VI - PENGADILAN TERHADAP YESUS
ergi Ketika Dibutuhkan
Dalam sejarah dunia, tidak ada pengkhianatan yang menjijikkan seperti yang terjadi pada Yesus. Dari awal sampai akhir, Yesus menerima tanggapan yang buruk dari orang-orang yang dipilihnya. Profesor Momerie dengan ringkas menyimpulkan sikap murid-murid Yesus itu terhadap gurunya:

"Murid-murid Yesus selalu salah mengerti terhadap dirinya dan kerjanya. Menginginkan dia. untuk mengumumkan diri sebagai Raja Yahudi; menginginkan dia untuk memanggil api dari surga; menginginkan duduk di sebelah kanan atau di sebelah kirinya di kerajaannya; menginginkan dia menunjuk mereka pada bapanya untuk membuat Tuhan dapat dili-hat secara fisik oleh mata; menginginkan dia melakukan sesuatu bagi dirinya dan diri mereka, yaitu segala sesuatu yang tidak sesuai dengan rencana besarnya. Ini adalah gambaran bagaimana mereka memperlakukan dia sampai dengan akhir dan ketika saat akhir datang mereka meninggalkannya dan lari."

Jika Muhammad adalah "Orang yang paling berpengaruh sepanjang sejarah", Michael H. Hart,
Jika Muhammad adalah "Orang yang berkepribadian religius yang paling sukses", Ensiklopedia Britania edisi ke 11.
Jika Muharnmad adalah "Pemimpin terbesar sepanjang waktu", Lamartine dalam Sejarah Turki.
Maka bisa diakui bahwa berdasarkan penilaian tersebut Yesus Kristus adalah "Rasul Allah yang paling tidak beruntung".

Murid-murid Yesus selalu salah mengartikan terhadapnya. Bangsanya, Yahudi selalu salah dalam menggambar ucapannya, dan para pengikutnya selalu salah mengarti ajarannya, bahkan sampai dengan hari ini. Jika Yesus adalah orang Jepang dan bukannya orang Yahudi, tentu saja akan mendapat kehormatan karena melakukan 'harakiri' (bunuh diri) daripada menanggung pembelotan dan ketidak-setiaan pengikutnya.

Keputusan yang Telah Ditetapkan
Nasib Yesus sudah diputuskan: Imam Besar di Mahkamah Agama (Kepala Imam-imam Yahudi) adalah orang yang mengambil keputusan pada setiap pengadilan sipil berdasarkan persangkaannya terhadap terdakwa. Dia telah memutuskan bahwa Yesus harus mati, tanpa mendengar persidangan pembelaan dan lain-lain. Dia telah merekomendasikan kepada mahkamah untuk membunuh Yesus bahkan sebelum terjadi kasus tersebut.

"... Bahwa lebih berguna bagimu, jika satu orang mati untuk bangsa kita, daripada seluruh bangsa kita ini binasa''. (Injil - Yohanes 11: 50).

Yesus harus dimusnahkan! Tidak ada pertanyaan apakah itu benar atau salah, adil atau tidak adil. Itu adalah "langkah yang bijaksana" Pengadilan hanyalah sebuah sandiwara. Dengan jalan apa saja, mereka menyatakan bahwa Yesus bersalah dan harus dibunuh. Di tengah malam sekitar jam 2 dini hari, kaum Yahudi dikumpulkan untuk bersaksi melawan Yesus. Suatu pengadilan yang diselenggarakan lewat tengah malam adalah di luar kebiasaan kaum Yahudi, tetapi siapa yang peduli? Meskipun ada jaksa dan juri yang simpatik dan berani, tetapi saksi-saksi palsu beserta bukti-buktinya tidak dapat dihitung karena banyaknya.

Itu sudah keterlaluan bagi Yesus. Beliau tidak dapat menahan dirinya untuk tetap diam. Dia harus membantah. Dia mengajukan pembelaannya dengan kata-katanya sendiri.

"… Aku berbicara terus terang kepada dunia, Aku selalIu mengajar di rumah rumah ibadat dan di Bait Allah, tempat semua orang Yahudi berkumpul, Aku tidak pernah berbicara sembunyi-sembunyi ". (Injil - Yohanes 18: 20).

Sebagai tambahan, dia mengatakan bahwa dia hanya mengajarkan ajaran-ajaran yang hanya bisa dipahami oleh beberapa orang tertentu saja dan tidak bersifat rahasia. Dia tidak mengajarkan apapun secara pribadi, sesuatu yang tidak dia siapkan untuk dipublikasikan. Dalam kasus ini kaum Yahudi tidak bisa mencari pasukan saksi untuk bersaksi melawan dia. Tetapi pengadilan hanyalah sandiwara! Orang-orang Yahudi itu bahkan tidak bisa memberikan 2 orang yang pernyataannya sama! "Dalam ha1 ini pun kesaksian mereka tidak sesuai satu dengan lainnya" (Markus 14: 59). Pendapat Yesus ini sangat keras sehingga seorang penjaga yang berdiri di situ menampar mukanya supaya dia diam. Yesus menjadi takut? Tidak! Malahan dia berkata lebih lanjut:

".. Jikalau kataku itu salah, tunjukkanlah salahnya, tetapi jikalau kataku itu benar, mengapakah engkau menampar aku?" (Injil - Yohanes 18: 23).

Mereka memanfaatkan kesempatan - sekarang atau tidak sama sekali. Secara legal mereka tidak bisa menghukum Yesus. Imam Besat harus ikut campur tangan. Katanya kepada Yesus:

"... Apakah engkau Mesiah, anak dari Yang Terpuji? Jawab Yesus, Akulah dia ...." (Injil - Markus 14: 61-62).

'Putra Tuhan' - Bukan Penghinaan
Tidak ada maksud penghinaan ataupun pengkhianatan dalam pengakuan Yesus tersebut. 'Christ' adalah terjemahan Yunani dari bahasa Yahudi 'Messiah' yang berarti 'orang yang suci' atau 'orang yang dijanjikan'. Dimanapun juga, kata Christ disamakan dengan Tuhan. Kita harus memisahkan hal ini dari doktrin Kristen paganis tentang inkarnasi, dimana Tuhan menjadi manusia. Pengharapan Yahudi tentang seorang Messiah (Al-Masih) tidak mengidentifikasikan Al-Masih dengan Tuhan. Sesungguhnya, ajaran Yahudi yang bersifat monotheisme mengeluarkan seluruh pemahaman pagan seperti itu. 'Putra Tuhan' juga merupakan suatu ungkapan yang biasa dalam ajaran Yahudi. Tuhan kelihatannya mempunyai banyak sekali putra di dalam kitab Yahudi. Tapi jika Anda mencari masalah, Anda tak perlu mencari jauh-jauh.

Anda akan mendapatkannya dalam masalah ini. Imam Besar sangat gembira. Dia merasa bahwa senjatanya telah merobek pertahanan Yesus. Untuk mendramatisir kemenangannya, dia mulai mengoyak pakaiannya.

"... Untuk apa kita perlu saksi lagi? Lalu dengan suara bulat mereka memutuskan bahwa dia harus dihukum mati (Injil - Markus 14: 63-64).

Bersalah Atau Tidak-"Yesus Harus Mati", Kaum Yahudi telah salah menilai Yesus bahwa dia menghina dan berkhianat terhadap ajaran agama. Kristen adalah 'sama' dengan Yahudi dalam hal menghina Yesus, tetapi masalahnya berbeda. Baik Yahudi maupun Kristen keduanya menginginkan Yesus mati. Satu untuk "pembersihan diri" dan yang satu lagi untuk "penebusan dosa".

Keputusan diambil dengan cepat dan bulat. Tapi tanpa izin tentara Romawi, mereka tidak bisa menghukumnya. Pagi-pagi sekali, mereka membawa Yesus ke Pilatus, karena seperti yang mereka katakan:

".. . Kami tidak diperbolehkan membunuh seseorang". (Injil - Yohanes 18: 31).

Pilatus Mengelak Dari Tanggung Jawab
Sewaktu mengetahui bahwa Yesus adalah seorang Galilea, yaitu kelompok orang yang sering menjadi masalah pokok baginya, Pilatus merasa bahwa dia harus mengelakkan tanggung jawab tersebut ke Herodes (Lukas 23: 7). Herodes hanya mengolok-olok dan menistakan Yesus. Lalu Herodes mengirimkan Yesus kembali ke Pilatus.

Kaum Yahudi telah mendakwa Yesus dengan tuduhan penghinaan terhadap Tuhan. Seorang laki-laki yang mengaku sebagai Tuhan tanpa bukti yang jelas. Akan tetapi tuduhan seperti ini tidak akan mempengaruhi Pilatus. Karena dia sendiri mempunyai banyak Tuhan yang berbentuk manusia. Yupiter, Pluto, Vulcano, Eros, Mars, Neptunus, Apolo dan Zeus adalah beberapa nama dari kerajaan dewanya. bertambah atau berkurang satu tidak akan menjadi masalah baginya. Hal ini diketahui dengan baik oleh kaum Yahudi. Maka mereka merubah tuduhan penghinaan menjadi pengkhianatan. Mereka memfitnah:

". .. Telah kedapatan oleh kami bahwa orang ini menyesatkan bangsa kami, dan melarang membayar pajak kepada Kaisar, dan tentang dirinya ia mengatakan bahwa ia adalah Knstus, ialah Raja" (Injil - Lukas 23: 2).

Kesalahan Menilai yang Kedua
Penilaian tersebut tentu saja salah. Berlawanan dengan apa yang mereka kemukakan, Yesus berkata:

"... Berikarlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepadanya dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah" (Injil - Matius 22: 21 ).

Apakah ini subversif? Sebagaimana kaum Kristen (Kaum Kristiani mengartikan kata 'Christ' sebagai Tuhan!), kaum Yahudi juga ikut membuat arti dari dari kata "Christ" yaitu "Seorang Raja!", sehingga lebih mudah bagi mereka untuk mengajukan Yesus sebagai lawan bagi pemimpin Ro-mawi. Pilatus menanggapi maksud Yahudi tersebut. Padahal Yesus adalah orang yang lembut, pasif dan kelihatannya bukan merupakan lawan yang berbahaya. Dia tidak seperti pahlawan perang, pemimpin politik ataupun anggota teroris.

Pembelaan yang Bagus Sekali - dan Keputusan yang Adil

Dengan ragu-ragu Pilatus bertanya pada Yesus:
"... Engkau inikah raja orang Yahudi? Jawab Yesus, 'Kerajaanku bukan dari dunia ini, jika kerajaanku dari dunia ini, pasti hamba-hambaku telah melawan, supaya aku jangan diserahkan kepada orang Yahudi, akan tetapi kerajaanku bukan dari sini'…" (Injil - Yohanes 18: 33-36).

Suatu pembelaan yang bagus sekali! Tak satu pun pengacara pembela yang bisa melakukan pembelaan sebaik itu. Sebagai Rasul Tuhan, dia tidak bisa mengingkari status keagamaannya. Miliknya adalah kerajaan spiritual. Semuanya ini tidak masuk akal bagi Pilatus. Dia pikir Yesus mungkin saja menipu atau gila, tetapi tidak membahayakan negaranya. Dia tidak menentang kerajaan Romawi. Pilatus lalu mendatangi kaum Yahudi dan menetapkan keputusannya dengan tegas:

"... Aku tidak mendapati kesalahan apapun padanya (Injil - Yohanes 18: 38).

Meskipun Matius, Markus, Lukas dan Yohanes dianggap menulis kehidupan Yesus ini sendiri-sendiri, tetapi mengherankan karena kelihatannya seperti 'synoptist' (Synoptist: melihat hanya dari satu sudut/satu sisi.) Tiga orang pertama dari keempat orang tersebut, tidak pernah mendengar kata-kata "kerajaanku bukan dari bumi ini" dan seterusnya. Jika Tuhan mendiktekan kata-kata ini khusus untuk Yohanes atau jika dia telah diberitahukan oleh saksi mata, maka kata-kata ini pasti keluar dari bibir Yesus. Perkataan yang paling baik untuk melawan tuduhan kaum Yahudi. Bagaimana kata-kata ini bisa terdengar oleh orang lain, tanpa Yesus membuka mulutnya?

Berbicara dengan Mulut Terkatup
Para penginjil selalu berkotbah, bernyanyi dan klaim bahwa Yesus dibawa:
"ke pembantaian seperti anak domba Dia dianiaya, tetapi dia membiarkan dirinya ditindas sehingga tidak membuka mulutnya" (Injil - Yesaya 53: 7).

Saya akan mengutip kata demi kata dari Injil, agar Anda bisa mempelajari penyakit baru dari pemuja-pemuja Injil, yang bahkan mahasiswa-mahasiswa hukum pun tertimpa penyakit ini. Ia berkata,

----------
Yesaya membuat ramalan tentang Yesus Kristus: Dia tidak mau membela dirinya sendiri di pengadilan tersebut (Yesus). "Dia tidak membuka mulutnya"
----------

Jika Anda kebetulan bertemu dengan pemuja-pemuja seperti itu, maka tanyakan pada mereka, "Apakah Yesus berbicara dengan mulut tertutup? Bagaimana ungkapan-ungkapan berikut, yang diatributkan kepada Yesus, keluar dari bibir Yesus tanpa membuka mulutnya -

a. Di hadapan Pilatus: "Kerajaanku bukan dari dunia ini" (Injil - Yohanes 18: 36).
b. Di hadapan Imam Besar: "Jikalau kataku itu salah, tunjukkan salahnya, tetapi jikalau kataku itu benar, mengapakan engkau menampar aku?" (Injil-Yohanes 18: 23).
c. Di hadapan Tuhan di bukit Zaitun: "Ya bapaku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari padaku…" (Injil - Matius 26: 39).

Kita sebagai Muslim percaya kepada mukjizat-mukjizat Yesus, tetapi kita tidak yakin bahwa dia adalah seorang Ventriloquism (Seni berbicara atau mengeluarkan bunyi sedemikian rupa sehingga seolah-olah sumber suara itu berasal dari orang lain, seperti Ria Enes dengan bonekanya, Susan, pent.) Setiap kali diperlukan, selama pengadilan dan penyidangan kepadanya, Yesus membuka mulutnya, mengatakan "seperti yang tercantum dalam Injil". Tetapi bagi mereka yang menolak untuk melihat atau mendengar, kita hanya bisa mencoba menghibur dengan kata-kata sang guru:

"... sekalipun melihat, mereka tidak melihatdan sekalipun mendengar, mereka tidak mendengar dan tidak mengerti". (Injil - Matius 13: 13).

Pemerasan
Dalam masalah tersebut, Pilatus menemukan bahwa Yesus tidak bersalah! Musuh-musuh beliau berkeras dengan memeras Pilatus, sambil berkata:

".. jikalau engkau membebaskan dia, engkau bukanlah sahabat Kaisar; Setiap orang yang menganggap dirinya sebagai raja, Ia bukanlah sahabat Kaisar". (Injil - Yohanes 19: 12)

Ketika persidangan sedang berjalan, istri Pilatus mengirimkan pesan kepadanya:

"Jangan engkau mencampuri perkara orang yang benar itu, sebab karena dia aku sangat menderita dalam mimpi tadi malam ". (Injil - Matius 27: 19).

Meskipun Pilatus segan untuk menghukum orang yang tidak bersalah dan berbahaya, dan istrinya pun membelanya berdasarkan mimpinya, tetapi Pilatus tidak bisa menentang pengaruh kaum Yahudi. Dia terpaksa memenuhi teriakan kaum Yahudi:

"Ia harus dlsalibkan!" Pilatus mengambil air dan membasuh tangannya. Di hadapan orang banyak dan berkata, 'Aku tidak bersalah terhadap darah orang ini; Itu urusan kamu sendiri'…" (Injil - Matius 27: 23-24).

Kalian kaum Yahudi, bersalah terhadap tindakan yang tidak adil ini. Dan Pilatus menyerahkan Yesus untuk disalib.

BAB VII - METODE PENYALIBAN
Asal Mula Penyaliban
Penyaliban adalah model yang umum dipakai untuk menghukum tahanan politik, pembunuh dan pemberontak. Lama sebelum kelahiran Yesus, bangsa Phoenix telah mengadakan percobaan dengan berbagai metoda untuk meng-hukum orang-orang yang mengganggu kehidupan sosial masyarakat. Mereka telah mencoba cara menggantung, menembak, melempari dengan batu, menenggelamkan di air, dan lain-lain. Tetapi semuanya itu efeknya terlalu cepat bagi kematian. Maka mereka mengembangkan metoda penyalib-an, yaitu sistem yang menghasilkan suatu kematian perlahan--lahan.

Dua Metode Penyaliban
Bangsa Rornawi mengadopsi dan menyempurnakan sistem tersebut. Mereka mengembangkan suatu metode penyaliban untuk kematian yang cepat dan satu lagi untuk kematian yang perlahan-lahan.

Pelukis-pelukis ulung Kristen (Michael Angelo, Rembrandt, Leonardo da Vinci, dan lain-lain) bingung sewaktu melukis gambaran yang mengerikan tentang penyaliban. Mereka melukis dua perampok yang secara bersamaan disalib dengan Yesus, satu di sebelah kanan dan yang satu di sebelah kiri Yesus. Keduanya dikenakan metode cepat sedang Yesus dikenakan metode perlahan-lahan.

Bangsa Romawi tidak pernah memadukan dua metode yang berbeda ini. Mereka tidak pernah bingung seperti pelukis-pelukis Kristen dengan metode cepat dan perlahan-lahan. Pelukis-pelukis lama melukis campuran metode cepat dan perlahan, dalam menggambarkan tubuh Yesus yang disangga kayu salib, misalnya dengan pelana atau tanpa pelana; paku-paku atau tali kulit untuk mengikat kedua lengan pada kayu salib dan juga kayu penyangga untuk kaki atau paku besar.

"Ketidakbenaran Kitab Injil"
Bertentangan dengan keyakinan umum, Yesus tidak dipakukan ke kayu salib tetapi diikat seperti kedua orang lain-nya. Sebagai tambahan pengetahuan, kita harus menghargai cerita Thomas yang meragukan sebagai suatu 'pemalsuan Injil' yang menggemparkan, sama seperti cerita perempuan yang tertangkap sedang berzina. Lihat halaman halaman selanjutnya yang merupakan kopi satu halaman dari Injil Yohanes bab 8 yang dimulai dengan ayat 12. Bisakah Anda bayangkan bahwa ada satu bab dalam kitab suci yang dimulai dengan ayat ke 12 sebagai ayat pertamanya? Ayat-ayat 1 sampai dengan 11 dihapus sebagai suatu pemalsuan oleh 32 pelajar-pelajar Kristen yang didukung oleh 50 aliran-aliran Kristen lainnya dan menamainya versi Injil yang terbaru -RSV (RSV, singkatan dari Revised Standars Version (versi Standar yang telah direvisi) pertama kali dipublikasikan tahun 1952. Para penterjemah mengaku bahwa mereka memiliki 'naskah Injil yang paling asli' dimana mereka mendapatkan bahwa cerita tentang perzinahan itu adalah palsu.

Ketergesaan Mereka: Rahmat di Balik Musibah
Kaum Yahudi sangat ingin Yesus cepat-cepat dibunuh. Ingat persidangan di tengah malam? Pagi-pagi sekali mereka menyeretnya ke Pilatus. Dari Pilatus ke Herodes. Dari Herodes kembali ke Pilatus. Menurut salah seorang Amerika yang menganut 'kelahiran kembali (born-again)', ada enam persidangan sepanjang 12 jam. Pada waktu-waktu sibuk di Yerusalem yaitu setelah Pesta Paskah, orang-orang Yahudi itu tidak mempunyai pekerjaan selain berharap dapat mengadili Yesus. Tentunya kejadian ini telah diatur seperti dalam suatu pengambilan adegan di film. Cepat! Cepat! Cepat!

-----------------------------------------------
[This page is reproduced from the RSV 1952]

JOHN 7
mus, who had gone to him before, and who was one of them, said to them, "Does our law judge a man without first giving him a hearing and learning what he does?" They replied, "Are you from Galilee too? Search and you will see that no prophet is to rise ftom Galilee."

[8] Again Jesus spoke to them, saying, "I am the light of the world; he who follows me will not walk in darkness but will have the light of life" The Pharisees then said to him, ''You are bearing witness to yourself; your testimony is not true. Jesus answered, "Even if I do bear witness to myself, my testimony is true, for I know whence I have come and whither I am going, but you do not know whence I come or whither I am going. You …of this world. I told you that you would die in your sins, for you will die in your sins unless you believe that I am he." They said to him "who are you?" Jesus said to them, "Even what I have told yau from the beginning. I have much to say about you and much to judge; but he who sent me is true and I declare to the world what I have heard from him." They did not undersiand that he spoke to them of the Father. So Jesus said, "When you have lifted up the Son af man, then you will know that I am he, and that I do nothing on my own authority but speak thus as the Father taught me And he who sent me is with me; he has not left me alone, for I always do what is pleas-ing to him." As he spoke thus, many believed in him.

[This is a footnote, reproduced as is from the Bible]
-------------------------------------------------------------------

Menurut para penulis Injil, kaum Yahudi dan Romawi mengikat Yesus di kayu salib jam 12 siang (Matius 27: 46) dan pada jam 3 dia melepaskan nyawanya. Dia mati (?). Yahudi memang kaum yang aneh! Mereka ingin Yesus disalibkan secepat mungkin; tetapi ketika mereka telah berhasil menyalib, mereka tergoda untuk menurunkannya kembali. Bisakah Anda menebak kenapa? Hari suci mereka - Sabbath (Sabtu)! Mereka telah diperingatkan di dalam Kitab Nabi Musa yang kelima:

"Maka janganlah mayatnya dibiarkan semalam-malaman pada tiang itu, tetapi haruslah engkau menguburkan dia pada hari itu juga, sebab seorang yang digantung terkutuk oleh Allah; Janganlah engkau menajiskan tanah yang diberikan Tuhan, Allahmu, Kepadamu menjadi milik pusakamu". (Injil - Ulangan 21: 23).

Untuk meredakan keberatan Yahudi tentang Sabbath (atau alasan lainnya); jika diperlukan untuk mempercepat kematian di tiang salib, para penjagal telah menyiapkan cara dengan mematahkan kaki dan korbari akan mati karena
lemas dalam satu jam. Ini adalah metode cepat.

BAB VIII - CARA TUHAN BUKANLAH CARA KITA
Apakah doa Yesus didengar? Dia telah menangis untuk meminta pertolongan pada Bapa-nya di surga:

"Ia sangat ketakutan dan makin bersungguh-sungguh berdoa. Peluhnya menjadi seperti titik-titik darah yang bertetesan ke tanah." (Injil - Lukas 22: 44).

Apa yang bisa diharapkan dari doa yang begitu menyayat hati dan mendesak? Salah satu dari keempat saudara laki-laki (Umat Kristen menganggap Yesus mempunyai saudara-saudara laki-laki dan perempuan hasil perkawinan Maria dengan Yusuf, tukang kayu) Yesus mengingatkan kita bahwa:

"Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya." (Injil - Yakobus 5: 16).

Sungguh suatu doa yang sepenuh hati! Sungguh suatu tangis yang membekukan darah! Sungguh menyedihkan dan menyayat hati! Suatu ucapan yang sinis mengatakan bahwa Tuhan pun akan turun dari singgasananya mendengar doa yang seperti itu. (Tuhan Yang Maha Kuasa tidak turun atau pun naik. Dia hadir dimana pun juga).

Tuhan Menerima Doa Yesus
Paulus menegaskan bahwa permohonan Yesus didengar:
"Dalam hidupnya sebagai manusia, ia telah mempersembahkan doa dan permohonan dengan ratap tangis dan keluhan kepada Dia, yang sanggup menyelamatkannya dari maut, dan karena kesalehannya, ia telah didengarkan ". (Inj' - Tbrani 5: 7).

Apa arti "Tuhan Mendengar" doanya! Itu berarti bahwa Tuhan menerima doanya. Tuhan Yang Maha Kuasa tidak pernah tuli. Dia adalah Tuhan Yang Maha Mendengar. Dia mendengar (menerima) permohonan Yesus seperti juga Dia mendengar (menerima) doa Ibrahim. Ibrahim di usianya yang telah tua, berdoa agar mendapat anak dan Ismail pun lahir. Kata-kata Ibrahim didengar. 'Ismail' secara harfiah dalam bahasa Ibrani berarti 'Tuhan mendengar'. Zakaria juga di usianya yang telah tua, berdoa agar mendapat anak dan Tuhan mendengar (menerima) doanya, dan Yohanes sang Pembabtis-pun lahir. Sekarang Yesus menangis memohon pertolongan, dan Tuhan mendengar (menerima) doanya.

"Maka seorang malaikat dari langit menampakkan diri kepadanya untuk memberi kekuatan kepadanya". (Injil -Lukas 22: 43).

Memperkuat keyakinannya, dengan harapan Tuhan akan menyelamatkannya. Ini adalah apa yang sebenarnya diharap dari Tuhan. Kapan dan bagaimana itu tergantung dari Tuhan. Cara Dia tidaklah sama dengan cara kita sebagai manusia. Hitunglah Rahmat-Nya selama ini:
1. Suatu jaminan dari surga.
2. Pilatus menyimpulkan bahwa dia tidak bersalah.
3. Istri Pilatus bermimpi bahwa dia tidak bersalah dan berbahaya.
4. Kakinya tidak patah.
5. Yahudi ingin cepat menurunkannya dari kayu salib.

Apa Guna - "Tulang Belulang"
Pada nomor 4 di atas adalah: "dan mereka tidak mematahkan kakinya", kita diberitahu bahwa itu sesuai dengan ramalan:

"Ia melindungi segala tulangnya, tidak satu pun yang patah ". (Injil - Mazmur 34: 21).

Jika tulang-tulang korban harus dijaga, maka akan sangat menguntungkan jika orang itu hidup! Bagi seseorang yang sudah mati, tulang-tulang yang lengkap tidak berarti apa-apa meskipun terpotong-potong atau terpecah-pecah. Tidak akan ada perbedaannya bagi kebangkitan tubuh, jiwa ataupun roh. Tetapi bagi orang yang tetap hidup sewaktu disalib (seperti dua orang yang disalib bersama Yesus), kaki yang patah membuat semuanya berbeda antara hidup dan mati.

Orang Romawi tidak mematahkan tulang Yesus bukan karena ramalan. Alasan mereka adalah:

"…Melihat bahwa ia telah mati, mereka tidak mematahkan kakinya" (Injil Yohanes 19: 33).

"Melihat" adalah kata yang sederhana. Kita mungkin bertanya; apa yang telah mereka lihat? Bisakah itu menjadi kenyataan dari kata-kata Yesus, "Kamu akan melihat dan melihat, namun tidak merasa "- Matius 13: 14). Ketika Yohanes berkata bahwa tentara tersebut 'melihat', maksudnya adalah bahwa mereka menduga. Karena saat itu tidak ada stetoskop untuk meyakinkan tentang kematian dan tidak ada orang yang menyentuh tubuhnya ataupun merasakan nadinya untuk menyimpulkan bahwa "Dia telah mati" . Saya lihat bahwa dalam kata "melihat" adalah cara lain dari rencana Tuhan untuk menyelamatkan Yesus.

BAB IX - KEBANGKITAN KEMBALI, SETIAP HARI
Lebih Aneh Dibanding Cerita Fiksi
Dengan semua kemajuan di bidang kesehatan sejak jaman Yesus, dengan peralatan yang modern yang kita punya sekarang ini, ratusan orang setiap hari telah bisa dinyatakan 'meninggal'. Sewaktu menulis buku ini, saya ingat cerita tentang Mr. Barnabas yang hidup kembali sewaktu sedang dibawa menuju kamar mayat, setelah dinyatakan meninggal oleh dokter-dokter yang memiliki peralatan medis modern. Berita itu bagaikan suatu kejutan di tahun baru 1984. Juga ada kejutan lain dari Ripley's "BELIEVE IT OR NOT" tentang hal yang sama yang terjadi di tahun 1886. Tulisan mengenai orang-orang yang kembali dari kematian selalu menarik. Di bawah ini ada daftar tulisan-tulisan tersebut.

Bangkit KembaIi Atau Sadar Kembali?
1. Seorang anak perempuan yang telah `meninggal' menceritakan bagaimana dia bisa kembali hidup (setelah 4 hari) - (Daily News 15/11/55).
2. Seorang laki-laki meninggal selama 2 jam: masih hidup- "Keajaiban" mengherankan para dokter - (Sunday Tribune 27/3/60).
3. Dia meninggal selama 4 menit - Jantungnya berhenti berdenyut tetapi dia tetap hidup (Sunday Express 23/7/61).
4. Dia tidak tahu bahwa dia telah mati selama 90 detik - Cape Argus 16/3/61).
5. Dr Hitge kembali dari kematiannya- ( Cape Argus 4/5/61).
6. Peti mati bergerak - Seorang anak muda nyaris kabur sewaktu sedang dikuburkan dan hidup kembali- (Sunday Tribune 13/5/62).
7. Kembali dari kematian - Setelah dianggap meninggal selama 2 hari - (Post 25/7/65)
8. "Mayat° berkedip saat akan dimakamkan - Dokter telah menulis sertifikat kematian (Daily News 25/3/75).
9. "Dianggap meninggal" -Toddler hidup kembali setelah perjuangan panjang untuk bangkit kembali- (Natal Mercury 5/12/82).
10. Apakah dia mati atau hidup? - Dilema yang dihadapi dokter-dokter ahli transplantasi - (Sunday Tribune 17/ 7/83)
11. Dikocok dan diaduk - Dinyatakan meninggal karena terlalu banyak minuman keras selama Natal - (Daily News3/1/84).

Daftar di atas tentunya kurang lengkap tanpa foto suatu klub eksekutif dimana para anggotanya adalah orang-orang yang telah mati dan hidup kembali! Jika semua yang terjadi pada Yesus "sesuai dengan apa yang dikatakan Kitab Suci" maka dia bisa menjadi anggota senior dari klub tersebut:

BAB X - SIMPATI UNTUK YESUS
Tuhan bertindak dengan cara yang misterius. Dia membuat tentara Romawi tersebut berfikir bahwa sang korban "telah mati" sehingga tidak perlu mematahkan kakinya, tetapi menikam pinggangnya. dengan tombak dan:
".. segera mengalir keluar darah dan air." (Injil - Yoha-nes 19: 34)

Adalah rahmat Allah bahwa ketika tubuh manusia tidak kuat menahan rasa sakit atau nyeri yang amat sangat, maka tubuh akan pingsan. Tetapi pada kondisi tubuh yang tidak bergerak, kelelahan dan posisi berdiri yang tidak normal pada kayu salib, membuat aliran darah berjalan lamban. Dengan adanya luka karena penikaman di pinggang, maka sirkulasi darah mengalir teratur kembali. Kami yakin dalam Ensiklopedia Biblica, pada artikel "Cross" (salib) kolom 960 dikatakan bahwa "Yesus hidup kembali jika penikaman itu benar" Ini juga membenarkan pernyataan Yohanes bahwa aliran "air dan darah" terjadi seketika. Dengan kalimatnya sendiri dia berkata, "segera" - dengan cepat - yang menandakan bahwa Yesus masih hidup!

Tetapi mengapa 'air dan darah?' Dr. W B. Primrose, seorang ahli anestesi senior rumah sakit Royal Glasgow, memberikan pendapatnya. Dalam harian Thinkers Digest London, tahun 1949, mengatakan bahwa "Air tersebut disebabkan oleh adanya gangguan syaraf pada pembuluh darah lokal akibat rangsangan yang berlebihan dari proses penyaliban" . Ini mungkin kasus yang sangat luar biasa, tetapi hal ini juga sama seperti sewaktu dia berkeringat bagaikan "titik-titik darah yang bertetesan ke tanah" ketika Yesus sangat ketakutan di taman Getsemani. Para ahli kesehatan juga membenarkan fenomena ini.

Para Pengabar Injil Berbeda Pendapat
Para pengabar Injil tidak sepakat mengenai waktu Yesus disalib. Tetapi Yohanes menyebutkan bahwa Yesus masih ada bersama Pilatus pada jam 12 siang: "... dan sekitar' jam dua belas siang (jam 6 waktu lbrani), Pilatus berkata kepada orang Yahudi itu "Inilah rajamu!" (Yohanes 19: 14). Dan tanpa banyak kata lagi, dia menyerahkan Yesus untuk disalib. Bayangkan bagaimana rombongan tersebut menggotong kayu salib yang berat. Pendakian panjang ke Golgota yang tidak bisa diselesaikan hanya dalam waktu beberapa menit. Pada film-film di TV mungkin saja hal itu bisa dilakukan dalam 30 detik! Tetapi kita tahu bahwa dalam kehidupan nyata semua tidak mungkin bisa terjadi dengan cepat. Yohanes tidak bisa mencatat waktu ketika 'Yesus menyerahkan nyawanya' (Yohanes 19: 30), tetapi orang-orang kelihatannya setuju bahwa itu terjadi pada jam 3 siang (jam 9 waktu Ibrani). Dean Farrar dalam Life of Christ (Kehidupan Kristus) halaman 421 mengatakan bahwa "Yesus disalibkan hanya selama 3 jam - ketika akhirnya diturunkan".

Pilatus Heran
Injil mengatakan dalam cara yang berbeda-beda bahwa antara "jam enam dan jam sembilan terjadi guruh, gerhana matahari dan gempa bumi! - tanpa sebab? Tidak, untuk membubarkan orang-orang yang berkumpul setelah bersenang-senang dengan tentara Romawi. Agar Yesus dapat ditolong dengan Rahmat-Nya melaiui 'murid rahasianya' yang diam-diam mempercayai Yesus.

Yusuf, dari Arimatea bersama dengan kepala pasukan Romawi yang simpatik, yang mengatakan, "Sungguh orang ini adalah anak Allah" (Markus 15: 39), menghadap Pilatus dan meminta mayat Yesus, dan:

"Pilatus heran waktu mendengar bahwa Yesus sudah mati, maka ia memanggil kepala pasukan, dan bertanya kepadanya, Apakah Yesus sudah mati'..." (Injil-Markus 15:44).

Apa yang menyebabkan Pilatus kaget? Mengapa dia heran? Dia tahu berdasarkan pengalaman bahwa secara normal tidak ada orang yang meninggal dalam 3 jam disalib, kecuali bila kematiannya dipercepat dengan mematahkan kakinya dimana dalam kasus Yesus ini, hal tersebut tidak dilakukan. Tidak seperti yang dilakukan pada 2 orang lain-nya yang disalib bersama Yesus, karena kedua orang ini masih hidup!

Alasan Kaget
Jika seseorang dihadapkan pada pasukan penembak dan ditembak pada tubuhnya, lalu dia meninggal, maka orang lain tidak akan heran. Jika seseorang dibawa ke tiang gantungan, digantung dan meninggal, maka orang tidak akan heran. Tetapi apabila mereka hidup kembali setelah mereka ditembak atau digantung, maka barulah hal itu meng-herankan. Sebaliknya Pilatus yakin bahwa Yesus seharusnya masih hidup disalib dan belum mati sewaktu dia diberi tahu, maka wajar apabila Pilatus kaget. Dia tidak punya alasan khusus untuk menetapkan apakah Yesus sudah mati atau belum. Jika dia masih hidup - lalu apa? Bukankah dia menemukan bahwa Yesus tidak bersalah terhadap orang Yahudi? Bukankah istrinya telah mengingatkannya bahwa Yesus tidak berbahaya bagi orang lain? Jadi jika Yesus masih hidup - selamatlah dia. Pilatus mengabulkan permintaan Yusuf untuk mengambil mayat Yesus.

Jadi Dia Mempunyai Murid-murid 'Rahasia'
Orang-orang yang disebut murid-murid Yesus, yang oleh Yesus disebut "Ibuku dan saudara-saudaraku!" (Matius 12: 49) -untuk menunjukkan bahwa murid-muridnya ini lebih penting daripada ibu kandung dan saudara-saudaranya sendiri- saat itu entah berada dimana, di saat Yesus memerlukan mereka. Murid 'rahasianya', Yusuf dari Aritea dan Nikodemus mungkin tidak pernah mendengar hal itu ataupun bersama Yesus sebelumnya, tetapi hanya merekalah yang mengurus Yesus bersama dengan Maria Magdalena dan Maria lainnya (Markus 15: 47).

Untuk memenuhi upacara pengurusan mayat dalam agama Yahudi - pemandian mayat, pengusapan minyak suci dan pengafanan - mungkin akan memakan waktu lebih dari 2 jam. Jika ada tanda-tanda bahwa tubuh itu masih hidup maka orang-orang pasti akan berteriak: Dia masih hidup! Dia masih hidup! " Mereka tahu bahwa orang Yahudi pasti akan membunuh Yesus lagi.
BAB XI - MENGAPA MEMAKAI TANDA KUTIP "…." ?
Kegelisahan dan Kecurigaan Kaum Yahudi
Kita mungkin tidak percaya bahwa Yesus dimakamkan 6 kaki di bawah tanah. Kuburan tersebut seperti ruangan bawah tanah dimana terdapat celah-celah sehingga udara bebas keluar masuk. Jim Bishop dalam buku The Day Christ Died (Pada hari Yesus wafat), mengatakan bahwa pekuburan tersebut berukuran lebar 5 kaki, tinggi 7 kaki dan kedalaman 15 kaki dengan balkan-balkan di dalamnya yang bagi orang-orang gelandangan pasti mau memakainya sebagai tempat tinggalnya. Orang Yahudi curiga. Semuanya ini sangat mencurigakan:
a. Kuburan yang mudah dijangkau.
b. Bantuan dari murid 'rahasia'.
c. Orang yang 'sama-sama disalib' masih hidup.
d. Kakinya tidak patah; sementara dua orang lainnya patah.
e. Izin yang cepat dan mudah yang diberikan oleh Pilati» untuk mengambil tubuh Yesus.

Untuk alasan-alasan di atas dan alasan-alasan lainnya, orang-orang Yahudi curiga. Mereka merasa bahwa mereka telah ditipu. Yesus masih hidup! (?) Maka mereka pergi ke Pilatus: Tetapi mereka terlambat. Mereka terlambat 24jam!

Kesalahan-kesalahan Orang Yahudi
"Keesokan harinya, ... datanglah imam-imam kepala dan orang-orang Farisi bersama-sama menghadap Pilatus, dan mereka berkata, 'Tuan, kami ingat bahwa si penyesat sewaktu hidupnya berkata, .... Karena itu perintahkanlah untuk menjaga kubur itu Sampai hari yang ketiga; jikalau tidak..... Penyesatan yang terakhir akan lebih buruk akibatnya daripada yang pertama". (Injil - Matius 27: 62-64).

Orang-orang Yahudi itu membicarakan tentang 'pertama' dan 'terakhir'. Mereka tidak sadar bahwa mereka telah ketinggalan. Mereka pergi ke Pilatus esok harinya dan meminta agar makam Yesus dijaga. Pilatus tidak tertarik dengan permintaan mereka yang kekanak-kanakan. Tapi dia sudah bosan dengan mereka, jadi dia berkata:

"... Ini penjaga-penjaga bagimu, pergi dan jagalah kubur itu sebaik-baiknya". (Injil - Matius 27: 65).

Para Pemuja yang Berlebihan
Apa yang orang-orang Yahudi lakukan selanjutnya tidaklah penting lagi. Mereka sudah terlambat satu hari! Tetapi kaum pemuja-pemuja Kristen merubah kata 'penjaga' menjadi tentara-tentara dan membuat kata 'tentara' menjadi 'tentara-tentara' Romawi. Lalu mereka menguraikan bagaimana efisiensinya tentara-tentara Romawi tersebut sehingga mereka tidak pernah bisa tidur ataupun beristirahat, juga hukuman yang akan diterima apabila mereka melakukan kesalahan: Apakah itu.semua menggambarkan bahwa tentara Romawi tersebut tidak tercela? Tidak pernah melakukan kesalahan? Ini adalah suatu penipuan yang mereka kembangkan sebagai sebuah seni!

Apakah kesalahan pertama yang dibuat orang-orang Yahudi tersebut sewaktu menghukum Yesus? Pertama adalah bahwa mereka telah mengijinkan Yesus diturunkan dari kayu salib tanpa mematahkan kedua kakinya karena mengira Yesus sudah mati. Kesalahan 'terakhir' adalah membiarkan murid-murid 'rahasianya' untuk membantu menguburkannya 'tanpa' ikut menjaga kuburannya. Tetapi di saat yang sama, mereka membuat kesalahan lain dengan mendatangi Pilatus 'esok' harinya dan mereka terlambat. Allah bertindak dengan cara yang misterius. Cara-Nya bukanlah cara kita. Allah berfirman,

"Orang-orang kafir itu membuat tipu daya, dan Allah membalas tipu daya mereka itu. Dan Allah sebaik-baiknya pembalas tipu daya." (QS. Ali Imran (3): 54).

Minggu Pagi
Hari itu adalah Minggu pagi, hari 'pertama' dalam satu minggu, menurut perhitungan Yahudi dengan Sabtu adalah hari Sabbath sebagai hari ketujuh. Hari itu Maria Magdalena sendiri mendatangi pekuburan Yesus (Markus 16: 9 dan Yohanes 20: 1).

Pertanyaannya adalah: Mengapa dia pergi ke sana? Untuk meminyaki Yesus (Markus 16: 1). Dalam bahasa Ibrani meminyaki adalah 'masaha' yang berarti mengusap, memijat, meminyaki. Pertanyaan kedua adalah: Apakah orang-orang Yahudi memijat mayat setelah 3 hari? Jawabnya adalah "tidak!" Apakah Muslim (yang mempunyai tata cara memperlakukan mayat seperti Yahudi) juga memijat mayat setelah tiga hari? Dan jawabannya juga tidak! Lalu mengapa seorang Yahudi ingin memijat mayat yang sudah membusuk setelah tiga hari? Kita tahu bahwa setelah tiga jam meninggal, maka mayat akan menjadi kaku. Dalam tiga hari, mayat akan membusuk dimana sel-sel tubuh akan pecah dan terurai. Jika seseorang menggosok mayat yang sudah membusuk maka mayat tersebut pasti akan hancur berantakan. Apakah penggosokan itu masuk akal? tidak!

Bagaimanapun juga, mungkin masuk akal apabila dia mencari seseorang yang masih hidup. Seperti diketahui tadi, bahwa dia adalah satu-satunya orang selain Yusuf dari Aritea dan Nikodemus yang melakukan pemakaman bagi Yesus. Jika dia melihat bahwa ada tanda-tanda bahwa Yesus masih hidup ketika diturunkan dari salib, dia pasti tidak akan berteriak "Dia masih hidup!". Dia kembali setelah dua malam satu hari, ketika hari Sabbath sudah berlalu, untuk merawat Yesus.


Batu Dipindahkan - Pintu Kubur Terbuka
Dia sangat heran saat tiba di pemakaman karena melihat bahwa batu-batu penutup lubang pemakaman sudah di-pindahkan seseorang. Pertanyaan lain timbul. Mengapa batu tersebut dipindahkan seseorang. Karena akan mengeluarkan tubuh seseorang yang masih hidup. Bagi seseorang yang sudah mati, maka batu yang dipindahkan itu tidak ada gunanya. Bagi hantu, batu atau pun jeruji besi bukanlah suatu masalah dan tidak membuatnya terpenjara.

Pindahnya batu dan terbukanya pintu kubur diperlu-kan bagi tubuh secara fisik untuk bangun dan sadar, dan bukanlah untuk kebangkitan kembali! Kosongnya kuburan adalah suatu antiklimaks dari apa yang memang diharapkannya! Jadi wanita itu (Yesus pernah mengusir tujuh setan dari padanya - Markus 16: 9) menangis tersedu-sedu. Yesus memperhatikan wanita itu tidak jauh dari sekitar pemakaman tersebut - bukan dari surga, tetapi dari bumi.

Daerah pemakaman tersebut dimiliki secara pribadi oleh Yusuf dari Aritea (seorang Yahudi kaya yang sangat berpengaruh), yang mampu memiliki pemakaman dengan ruangan yang besar. Di sekitar pemakaman tersebut terdapat kebun buah-buahan. Tolong jangan mencoba mengatakan pada saya bahwa Yahudi ini sangat dermawan sehingga dia menanam buah-buahan di tempat yang jauhnya 5 mil dari kota hanya untuk tempat menggembala sapi dan domba bagi orang lain. Tentu saja dia juga harus membangun kebun bagi pekerja dan tempat tinggalnya bersama keluarga untuk bersenang-senang selama akhir pekan (?).

Lelucon yang Memalukan
Yesus ada di sana! Dia sedang memperhatikan Maria. Dia mengenalnya dan dia tahu mengapa Maria ada di sana. Dia mendekatinya dari belakang dan begitu tahu bahwa ia menangis, maka Yesus berkata:

"Ibu, mengapa engkau menangis? Siapakah yang engkau cari?" (Injil - Yohanes 20: 15).

Sebelum Maria menjawab, perkenankan saya untuk menyela, "Mengapa Yesus menanyakan pertanyaan yang kedengarannya bodoh? Bukankah Yesus pasti tahu alasannya? Tentu saja dia tahu! Lalu mengapa Yesus mengajukan pertanyaan bodoh?

Kenyataannya, pertanyaan itu bukanlah pertanyaan bodoh meskipun kedengarannya seperti itu. Yesus tahu bahwa Maria sedang mencarinya dan kecewa karena tidak menemukannya. Tetapi Yesus juga tahu bahwa karena penyamarannya yang sempurna maka Maria tidak mengenalinya. Dalam menggambarkan kejadian ini, Yohanes mengungkapkan:

"Maria menyangka orang itu adalah penunggu taman, lalu berkata kepadanya." (Injil - Yohanes 20: 15).

Sekarang, mengapa Maria mengira bahwa dia adalah penunggu taman? Apakah orang yang bangkit kembali akan seperti penunggu taman? Tidak! Lalu mengapa Maria menyangka bahwa dia adalah penunggu taman? Karena dia menyamar sebagai seorang penunggu taman! Mengapa dia menyamar sebagai penunggu taman? Karena dia takut terhadap orang Yahudi! Mengapa dia takut terhadap orang Yahudi? Karena dia tidak mati. Jika dia mati, maka dia tidak perlu takut lagi. Kenapa tidak? Karena orang yang telah bangkit dari kematian tidak akan mati lagi untuk kedua kalinya!

Siapa yang berkata seperti itu? Injil yang mengatakannya. Dimana?

"Dan sama seperti manusia ditetapkan untuk mati hanya satu kali saja, dan sesudah itu dihakimi" (Injil - Ibrani 9: 27).

Kembali dari Kematian
Tetapi bagaimana dengan ratusan orang yang kembali dari 'kematian'? Kita membaca berita tersebut hampir tiap hari di koran. Mereka yang telah dinyatakan meninggal oleh dokter-dokter dan kemudian kembali hidup lagi, tidaklah benar-benar meninggal, dalam pengertian kematian dan kebangkitan. Dokter-dokter kita telah melakukan dan terus melakukan kesalahan. Tetapi saya ingin Anda mencatat kata 'meninggal' di halaman 455, 'mayat' di halaman 486 dan 'penyaliban' di halaman 513 dalam buku ini.

Semua kata-kata itu diberi tanda koma di atasnya. Para wartawan yang jujur, secara tidak kentara, di tiap-tiap kasus mengatakan pada kita bahwa 'meninggal' di sini tidaklah berarti benar-benar meninggal. Bahwa 'mayat' tidaklah benar-benar mayat; bahwa 'penyaliban' bukanlah benar-benar penyaliban tetapi cerita fiktif! Apa yang disebut meninggal, disebut mayat dan disebut penyaliban dll, tetapi dari sudut pandang peredaran koran, kata disebut akan sangat menurunkan berita sensasional dan menurunkan nilai dari berita dan oplah penjualan koran. Bisnis adalah bisnis. Karena itu pemberian tanda koma di atas '....' diperlukan untuk memberi pengertian dari kata-kata di dalamnya. Dalam kenyataan, tidak ada seorang manusia pun yang pernah meninggal dua kali, tidak peduli bagaimana surat kematian yang sudah dibuat.

Drama itu Harus Berlangsung
Maria mengira bahwa Yesus yang sedang menyamar itu adalah penunggu taman, dan ia berkata kepadanya,

"Tuan, jikalau tuan yang mengambil dia, katakanlah kepadaku, dimana tuan meletakkan dia". (Inji1 - yohanes 20: 15).

Maria tidak mencari sesosok mayat. Dia mencari seorang manusia hidup. Dan dia ingin tahu lebih jauh lagi dengan bertanya "Di mana kamu meletakkan dia?" Bukan bertanya, "Dimana kamu menguburkannya?"

"Supaya aku dapat mengambilnya ". (Injil - Yohanes 20: 15).

Membawanya ke mana? Apa yang dia inginkan dari sesosok mayat? Dia hanya bisa menguburkannya. Siapa yang bisa menggali kuburannya? Membawa sesosok mayat mungkin hal yang kecil bagi seorang super woman Amerika, tetapi bagi seorang wanita Yahudi yang lemah ini, membawa mayat yang paling tidak seberat 160 pon adalah hal yang mustahil. Berat mayat tersebut ditambah dengan berat campuran minyak mur dan minyak gaharu yang beratnya 100 pon (Injil Yohanes 19: 39). Bagaimana pula cara menguburkannya? Dia harus menggali lubang! Apakah ini masuk akal?

Maria tidak mengenali Yesus yang menyamar tersebut. Yesus memanggil "Maria!" Hanya satu kata! Tetapi itu cukup. Kata 'Maria' cukup membuat Maria mengenali Gurunya. Setiap orang masing-masing memiliki gaya dan cara yang unik dan khas dalam memanggil orang tertentu. Intonasi pengucapan 'Maria' membuat Maria sadar dan mengenali gurunya. Guru! Guru! Karena gembira ia langsung lari untuk memeluk gurunya, Yesus berkata,

"Janganlah engkau memegangaku". (Injil - Yohanes 20: 17).

Pertanyaan yang Sederhana
Mengapa tidak boleh? Apakah dia mempunyai aliran listrik di tubuhnya, sehingga bila Maria menyentuhnya maka ia akan kesetrum. Tidak! "Janganlah engkau memegang aku!" karena akan menyakitkan. Dia baru saja mengalami penyiksaan secara fisik dan emosional yang membuat luka pada sekujur tubuhnya sehingga akan menyakitkan apabila dia membiarkan Maria menyentuh tubuhnya. Yesus meneruskan:

"Sebab aku belum pergi kepada Bapa". (Injil - Yohanes 20: 17).

Maria tidak buta, Dia bisa melihat laki-laki yang berdiri di depannya. Apakah arti dari kalimat Yesus: 'aku belum pergi - sedang dia berdiri di situ? Yesus sebenarnya mengatakan pada Maria bahwa dia tidak bangkit dari kemattan. Dalam bahasa Yahudi; dalam ungkapan Yahudi, Yesus berkata, "Saya belum meninggal!" - Dia berkata, "Saya masih hidup".

"Tetapi ketika mereka mendengar, bahwa Yesus hidup, dan telah dilihat olehnya, mereka tidak percaya". (Injil-Mar kus 16: 11).

BAB XII - PARA MURID TIDAK PERCAYA
Perjalanan ke Emmaus
Pada hari itu juga, dua orang dari murid-murid Yesus yang sedang pergi menuju kampung bernama Emmaus, didekati oleh Yesus dan mereka berjalan bersama. Selama perjalanan sepanjang 5 mil, mereka bercakap-cakap dengan Yesus tanpa mengenali bahwa dia adalah Yesus! Penyamaran yang sempurna! Ketika hampir sampai di tujuan, murid-murid mendesak Yesus untuk ikut makan malam.

"Waktu ia duduk makan dengan mereka, ia mengambi1 roti, mengucap berkat, lalu memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada mereka." (Injil - Lukas 24: 30).

Dari caranya memecah-mecah roti dan membaginya kepada mereka, 'barulah terbuka mata mereka' Apakah mereka berjalan dari Yerusalem ke Emmaus dengan mata tertutup? Tidak! Lukas meneruskan cerita bahwa ketika mereka mengenalinya "Dia lenyap dari tengah-tengah mereka" Apakah dia melakukan trik seperti perampok Indian? Jangan heran! Maksudnya adalah bahwa dia langsung kabur, lari dari pandangan mereka.

Reaksi yang Skeptis
Dengan penuh semangat, kedua orang murid tersebut memberitahukan murid-murid yang lain:

"Lalu kembalilah mereka dan memberitahukannya kepada teman-teman yang lain, tetapi kepada mereka pun teman-teman itu tidak percaya". (Injil - Markus 16: 13).

Apa yang salah dengan murid-murid Yesus ini? Menga-pa mereka enggan percaya? Apa susahnya? Masalahnya adalah mereka dihadapkan pada kenyataan bahwa Yesus masih hidup! Bukan bangkit kembali (secara spiritual). Hidup seperti mereka, dengan fisik, daging dan darah. Makan roti! Dalam penyamaran - bukan secara spirit dan roh. Hal ini sulit untuk dipercaya. Jika mereka diberitahu bahwa Maria telah melihat hantu Yesus, mereka akan percaya. Jika kedua murid itu juga berkata bahwa mereka bertemu dengan hantu Yesus, mereka tentu akan mempercayainya. Murid-murid itu adalah orang-orang yang sudah pernah melihat roh-roh jahat keluar dari tubuh manusia dan memasuki babi-babi yang jumlahnya dua ribuan - (Markus 5: 13). Mereka telah melihat kutukan terhadap pohon ara dan mengeringkan pohon tersebut hanya dalam waktu semalam (Markus 11: 20). Mereka telah melihat 'tujuh setan' keluar dari tubuh Maria Magdalena (Markus 16: 9). Semua ini sangat biasa bagi orang-orang seusia itu. Roh-roh, hantu-hantu dan setan-setan! Mereka bisa menerima semua itu. Tapi seorang Yesus yang hidup? Seorang Yesus secara fisik? Seseorang yang telah selamat dari sengsara maut (Kisah para rasul 2: 24)? Ini sangat berat bagi mereka yang kurang percaya (Matius 6: 30; 8: 26; 14: 31; 16: 8 dan Lukas 12: 28).

a. Maria Magdalena bersaksi bahwa Yesus masih hidup.
b. Murid-murid dari Emmaus bersaksi bahwa Yesus masih hidup.
c. Malaikat-malaikat mengatakan bahwa Yesus hidup (Lu-kas 24: 23).
d. Dua orang yang berdiri mengatakan kepada Maria "Mengapa kamu mencari dia yang hidup di antara orang mati? (Lukas 24: 4-5).

Tetapi mereka masih tidak percaya! Mari kita lihat apa-kah mereka percaya dengan kata-kata Tuhan dan Guru mereka pada bab selanjutnya.

BAB XIII - YESUS BUKAN HANTU
Permainan Angka-angka
Dua orang dari Emmaus,
"Bangun . .. dan terus kembali ke Yerusalem. Di situ mereka mendapati kesebelas murid itu. Mereka sedang berkumpul bersama-sama dengan teman-teman mereka ". (Injil - Lukas 24: 33).

'Sebelas' yang mana? Mereka 'mendapati kesebelas'. Apakah mereka ini memasukkan diri mereka sendiri dalam jumlah tersebut? Bahkan jika murid-murid itu semua di sana (Keduabelas niurid pilihan Yesus) maka tak mungkin lebih dari sepuluh karena pada kunjungan Yesus yang pertama ini, Yudas dan Tomas sudah pasti tidak ada. Tetapi Lukas bukanlah seorang saksi mata dari peristiwa ini. Dia dengan mudah meniru Markus 16: 14 yang mengatakan: "Dia (Yesus) menampakkan diri kepada kesebelas orang itu ketika mereka sedang makan ".

Sekarang kita dengarkan Paulus, yang mengaku sebagai rasul Yesus yang ketiga belas. Dia berkata bahwa sesudah kebangkitan di hari ketiga "Yesus menampakkan diri kepada Kefas (Simon Petrus) dan kemudian kepada kedua belas muridnya" (1 Korintus 15: 5). Yang mana yang 'dua belas'? Kata "kemudian" di sini berarti telah termasuk Petrus! Tetapi jika Anda tetap memasukkan Petrus, Anda masih belum mendapatkan "dua belas (murid) yang terpilih" yang melihat Yesus karena Yudas Sang Pengkhianat melakukari bunuh diri dengan menggantung diri (Matius 27: 5), jauh sebelum Yesus dianggap bangkit kembali.

Kita di sini berurusan dengan orang yang bermental aneh, dimana 'sebelas' bukan berarti sebelas - (Lukas 24: 33), 'dua belas' yang bukan berarti dua belas dan 'tiga' berarti dua dan satu! (Permainan angka ini akan kita bicara-kan lebih jauh pada bahasan "Apakah tanda dari Yunus?) Yesus akan sangat setuju dengan kita:

"Sukar bagimu menendang kegalah rangsang". (Injil - Kisah Para Rasul 26: 14).

(Paulus mengatakan bahwa kata-kata ini diucapkan oleh Yesus kepadanya, dalam bahasa Yahudi. (Kisah para Rasul 26: 14))

Yesus Masuk
Sewaktu kedua orang itu bercerita pada murid-murid yang lain tentang kehadiran Yesus yang hidup secara fisik (seorang yang makan roti bersama mereka): "masuklah Yesus" (ini adalah kata-kata saya) melalui pintu-pintu yang ditutup karena takut pada kaum Yahudi. "Datanglah Yesus dan berdiri di tengah-tengah mereka ". (Yohanes 20: 19)

Kaum Kristiani yang kontroversial berkata, "Tidak! Kenyataannya adalah bahwa Yesus langsung 'berdiri di tengah-tengah' mereka, dia tidak masuk!" Ada suatu pertanyaan tentang menghilangnya Yesus dari Emmaus dan muncul kembali di Yerusalem - seperti "Invisible Man" (manusia yang tidak terlihat), seperti 'Trik Perampok Indian', seperti 'Star Trek' (suatu film cerita ilmiah dimana orang-orang bisa menggunakan cahaya untuk pindah dari kapal induk ke planet-planet atau kembali ke kapal induk). Anda sepertinya "melihat" orang-orang lenyap dengan tiba-tiba dan muncul di tempat lain. Orang-orang yang mempercayai bahwa hal ini bisa terjadi adalah orang-orang yang menjadi korban khayalan mereka sendiri. Mereka terlalu banyak menonton film dan program TV (Dalam Yohanes 20: 19, 24, 26 kata-kata "datang", "datang" dan "datang" menyangkal dugaan bahwa dia langsung muncul, yang berarti bahwa dia secara jasmaniah hilang dalam udara tipis).

Kelinci & Kura Kura
Tetapi mengapa Yesus membutuhkan waktu lama untuk sampai di ruang paling atas? Dia telah 'kabur' lebih dulu sebelum 'kedua' murid itu kembali ke Yerusalem, tetapi Yesus tetap tidak bisa mendahului mereka. Yesus datang terlambat. Hal ini mengingatkan kita tentang cerita kelinci dan kura-kura. Apakah karena ia merawat lukanya dulu di tengah perjalanannya?

Para pemuja membayangkan bahwa Yesus melayang dari suatu tempat ke tempat lain, muncul dan menghilang sesuka hatinya. Jeffry Hunter, seorang aktor muda yang tampan, yang memainkan peranan Yesus dalam film "King of the King" (Raja dari Para Raja) membuat suatu observasi yang bijak setelah mendaki Gunung Zion untuk adegan 'godaan' setan terhadap Yesus. Setelah mengangkat dan mendorong, berkeringat dan terengah-engah selama mendaki bukit, dia berkomentar, "Untuk pertama kalinya dalam hidupku, aku menyadari bagaimana manusiawinya Yesus".

Baik Lukas maupun Yohanes yang mencatat kejadian sewaktu Yesus datang ke ruang makan murid-muridnya, menggambarkan kepada kita bahwa Yesus dengan mudahnya "keluar" melalui lubang kunci atau bahwa dia "keluar" melalui celah-celah dinding. O! Tetapi mengapa mereka mengelabui kita dengan informasi penting ini? Karena tidak ada yang "keluar"! Tetapi masalah lain timbul - Bagaimana dia memasuki ruang tersebut jika 'pintu-pintu terkunci?' (Yo-hanes 20: 19). Anehnya, Lukas 24: 36, yang juga mencatat kejadian ini kata demi kata, tidak berpikir untuk menambahkan kata-kata 'pintu-pintu terkunci'. Kata-kata itu tidak penting bagi Lukas! Kenapa? Karena itu tidak masuk akal! Menyelidiki dengan seksama segala peristiwa - membukukannya dengan teratur, dia tidak akan merasa bingung akan. peristiwa ini. (Lukas 1: 3).

Ruangan Besar
Tempat terjadinya peristiwa ini digambarkan sebagai suatu "ruang tamu" dan sebagai suatu 'ruang makan besar' - (Markus 14: 14-15). Ruangan ini adalah bagian dari rumah yang besar. Apakah saya harus membuktikannya kepada Anda? Apakah ini satu-satunya ruangan di tingkat atas? Berdasarkan perhitungan, ini adalah ruangan yang berisi sebuah meja yang cukup besar bagi paling tidak 14 orang duduk di sekelilingnya - Yesus dan ke 12 murid-muridnya, serta murid ketiga belasnya yang "dikasihinya" yaitu Yohanes sebagai pemilik rumah dan murid yang bersandar dekat kepadanya (Yohanes 13: 23).

Bisakah Anda membayangkan ukuran dari ruangan ini? - dengan dapur, sepen dan fasilitas lainnya; dan di lantai bawah, dimana keluarga pemilik dan para pelayan tinggal. Ini seperti sebuah istana kecil! Yesus sudah sangat kenal dengan rumah besar ini. Dia sering mengunjungi Yerusalem selama Paskah. Ingat, bagaimana dia menunjukkan cara untuk menemukan tempat ini pada murid-muridnya - Lukas 22: 10. Gubuk tempat tinggal saya sendiri memiliki empat pintu masuk. Mungkin `ruang tamu' Yohanes hanya memiliki satu pintu masuk utama dengan 2 daun pintu. Tetapi apakah perlu untuk mengunci ruangan-ruangan yang lain? Pintu bagian depan biasanya cukup bagi keperluan tamu - keluar dan masuk. Dan biasanya tamu-tamu di daerah Timur tidak akan mengintip gang-gang, loteng atau ruang tidur tuan rumahnya! Karena orang Timur hidup penuh dengan sopan santun dan tata krama. Tetapi Yesus tidak asing dengan rumah itu. Dia sudah seperti anggota keluarga muridnya ini: Dia tidak perlu mengetuk pintu untuk menakuti jamaahnya. Ada lebih dari satu jalan untuk masuk ke rumah itu. Ketika ada rasa kuatir pada diri murid-muridnya karena kemunculannya yang mendadak di tengah-tengah mereka, dengan cepat dia menerangkan.

"Kata Yesus kepada mereka, 'Damai sejahtera bagi kamu' tetapi mereka terkejut dan takut". (Injil - Lukas 24: 36-37)

Reaksi yang Berlawanan Ketika Mengenali Yesus
Ingat, ketika pagi-pagi sekali, Maria Magdalena sangat gembira mengenali Yesus di pemakaman. Dan dia harus menghentikan keinginannya untuk memeluk Yesus. Tetapi kesepuluh pahlawan yang membawa senjata ini terdiam membatu ketika mengenali Yesus. Kenapa ada reaksi yang bertolak belakang antara kesepuluh laki-laki ini dengan wanita tersebut? - yang laki-laki ketakutan, yang wanita tidak takut? Alasannya adalah karena yang wanita itu adalah saksi mata peristiwa penyaliban sampai pemakaman, sedang yang laki-laki tidak. Karenanya Maria pergi ke pemakaman dengan tujuan untuk bertemu dengan Yesus yang hidup dan ia gembira bertemu dengan Yesus. Sedangkan murid-muridnya tersebut bukanlah saksi mata kejadian tersebut, sehingga mereka mengira bertemu dengan hantu. Mereka secara fisik dan emosional berada di ambang kehancuran. Lukas dengan ringkas menggambarkan kondisi mereka:

"Mereka terkejut dan takut dan menyangka bahwa mereka melihat hantu" (Injil - Lukas 24: 37).

Alasan Untuk Takut
Mereka takut karena menyangka bahwa laki-laki yang mereka lihat berdiri di tengah-tengah itu bukanlah Yesus, tetapi hantunya. Tanyakan pada teman-teman Anda yang 'lahir kembali', mengapa murid-murid itu berpikir bahwa Yesus sudah menjadi hantu. Tanyakan pada mereka, "Apakah dia kelihatan seperti hantu?" Mereka pasti tidak bisa menjawab. Jadi tolong mereka. Bebaskan mereka dari konsep yang salah. Jika tidak, mereka akan selalu mengganggu kita dan umat kita sampai kerajaannya datang. Mereka akan mencuri anak-anak kita (seperti yang mereka lakukan sekarang di negara-negara Muslim), dengan kedok memberi makan pada anak-anak miskin. Pernahkan Anda mendengar 'Visi Dunia' dan sebagainya? Perang Salib kembali, tetapi tanpa senjata yang terlihat!

Murid-murid Yesus takut karena mereka telah mendengar 'kabar angin' bahwa guru mereka dibunuh dengan cara diikat di atas kayu - disalib! Mereka mendengar 'kabar angin' bahwa dia telah melepaskan nyawanya -bahwa dia telah mati. Mereka mendengar 'kabar angin' bahwa dia 'telah meninggal dan dikubur' selama tiga hari. Seorang yang sudah dikubur selama tiga hari dianggap sudah membusuk di kuburannya. Berdasarkan apa yang mereka dengar dari kabar angin! - Itulah yang mereka dengar! Karena tak satu pun data mereka yang menjadi saksi mata terhadap apa yang benar-benar terjadi terhadap Yesus di Golgota. Di saat yang paling genting dalam hidup Yesus:

"Lalu semua murid itu meninggalkan Dia dan melarikan diri". (Injil - Markus 14: 50)

Murid-murid Sejati
Markus membicarakan tentang 'kedua belas' murid pilihan. Bukan tentang murid-murid 'rahasia' Yesus seperti Yohanes yang membawa Maria (ibu Yesus) pulang, Nikodemus dan Yusuf dari Arimatea dan lain-lain. Berdasarkan pandangan bahwa 'kedua belas' orang ini pengkhianat yang pengecut, saya segan menyebut mereka sebagai 'murid-murid'. Atau apakah Markus berbohong? Ketika dia mengatakan 'semua' tidak berarti 'semua'? Penulis Kitab Injil yang keempat menyebutkan jumlah wanita yang mengiringi Yesus. Di antara mereka ada 3 Maria, 'dan murid yang dikasihi Yesus'. Dia mengulang kalimat ini berulang kali tanpa secara jelas menyebutkan murid yang dikasihi ini adalah Yohanes, tuan rumah mereka di Yerusalem. Mengapa? Apabila Yohanes ini adalah Yohanes penulis Kitab Injil yang keempat, lalu mengapa dia tidak mengatakannya. Mengapa dia malu mengatakannya? Dia tidak segan ketika memohon Yesus untuk menempatkan dirinya dan saudaranya duduk di sebelah Yesus:

"Perkenankanlah kami duduk dalam kemulianmu kelak, yang seorang lagi di sebelah kananmu dan yang seorang lagi di sebelah kirimu" (Injil - Markus 10: 37).

Alasannya untuk tutup mulut adalah ada persamaan namanya dengan 'murid yang dikasihi' Yesus itu, yaitu namanya juga Yohanes! Murid-murid yang lain entah berada dimana ketika Yesus sangat membutuhkannya. Seperti yang dikatakan Markus:

"Lalu semua murid itu meninggalkan Dia dan melarikan diri" (Injil - Markus 14: 50).

BAB XIV - YESUS TIDAK DIBANGKITKAN KEMBALI
ecara Fiisik, Yesus Hidup
Setelah mengucap 'salam', Yesus menerangkan perasaan murid-muridnya dengan berkata,

"Lihat tangan dan kakiku, aku sendirilah ini; Rabalah aku dan lihatlah, karena hantu tidak ada daging dan tulangnya, seperti yang kamu lihat ada padaku... Ia memperlihatkan tangan dan kakinya kepada mereka ". (Injil - Lukas 24: 39-40).

Apa yang ingin dibuktikannya? Bahwa dia telah bangkit dari kematian? - Bahwa dia adalah roh? - Apa yang bisa ditunjukkan dari tangan dan kaki mengenai kebangkitan kembali? "Ini adalah diriku sendiri!" Tidakkah kamu lihat? "Hantu,... semua hantu tidak memiliki daging dan tulang seperti yang kamu lihat ada padaku!" Ini adalah bukti yang jelas kebenarannya. Anda tidak perlu meyakinkan orang lain, apakah Hindu, Muslim, Kristen, Yahudi, Atheis dan lain-lain. Semuanya mengetahui tanpa perlu bukti bahwa hantu tidak memiliki daging dan tulang!

Mengapa Menentang Kenyataan?
Lalu mengapa Yesus perlu mengulang-ulang kenyataan itu? Jawabannya mudah, yaitu karena murid-muridnya berfikir bahwa dia telah kembali dari kematian, bahwa dia telah dibangkitkan kembali, dan jika benar, maka dia kini adalah dalam bentuk spiritual - suatu roh! Dan Yesus Mengatakan kepada mereka bahwa itu tidak benar - Dia bukanlah hantu - tidak dibangkitkan kembali! Ayat-ayat di atas dalam bahasa aslinya dan dalam semua bahasa sangat gamblang, mudah dan jelas sehingga Anda tidak memerlukan kamus atau seorang doktor untuk membantu menerangkannya pada Anda.

Mengapa kalian (para pembaca sekalian) tidak mencoba untuk mengingat cukup satu ayat ini saja. Dalam bahasa kalian sendiri - Inggris, Arab, Zulu atau Afrika, dengan satu ayat ini Anda bisa mengusir perahu kaum misionaris - Anda bisa "memecahkan batok kepala" mereka seperti yang dilakukan Daud muda yang hanya menggunakan batu kerikil untuk memukul Jalut. Kesenangan itu sepenuhnya milik Anda. Allah memberikan kesempatan hari ini dan di usia ini untuk membebaskan pemikiran kaum Kristiani dari kha-yalannya.

Saya pernah meminta sekelompok kaum Kristen yang terpelajar untuk menerangkan kepada saya dalam bahasa mereka, apakah apabila seseorang berkata "Hantu tidak memiliki Daging dan Tulang" itu berarti - Hantu memiliki Daging dan Tulang! Dalam perdebatan itu, tak satu pun dari mereka yang berani untuk menjawab pertanyaan tersebut. Mereka semua berpura-pura bahwa kata-kata itu tidak pernah ada.

Penjelasan yang Gamblang .... Saya Masih Hidup!
Jika saya mengatakan pada Anda bahwa karena saya mempunyai daging dan tulang - saya bukanlah hantu! -Apakah itu arti sebenarnya dalam bahasa Anda? Anda akan menjawab "Ya!" Dengan kata lain, Yesus menerangkan kepada murid-muridnya ketika dia berkata, "rabalah tanganku dan kakiku" bahwa tubuhnya itu adalah benar-benar tubuh manusia secara fisik dan bukan metamorfosa dan juga bukan bangkit kembali, karena tubuh yang berasal dari orang yang dibangkitkan kembali akan menjadi hantu.

Siapa yang Berkata Demikian?
Seorang misionaris berkata, "Siapa yang mengatakan bahwa orang yang bangkit kembali akan menjadi hantu?

Saya menjawab, "Yesus!"

Dia bertanya lagi, "Dimana?"

Saya jawab, "Dalam Injil Lukas 20: 27-36, coba lihat bagian dimana Yesus berkata 'Hantu tidak mempunyai daging dan tulang' dan Anda akan melihatnya ...." Kaum Yahudi datang dan datang lagi kepada Yesus dengan masalah dan persoalan-persoalan seperti:
a. "Rabi, apakah diperbolehkan membayar pajak kepada Kaisar atau tidak?" (Injil - Matius 22: 17).
b. "Rabi, perempuan ini tertangkap basah ketika ia sedang berbuat zinah". (Injil - Yohanes 8: 4)
c. "Rabi, hukum manakah yaug paling utama?" (Injil-Mar-kus 12: 28)

Sekarang mereka datang kepadanya sehubungan dengan seorang wanita Yahudi yang mempunyai 7 suami. Menurut ajaran Yahudi, jika seorang suami meninggal tanpa keturunan, maka adik laki-laki suaminya itu akan mengambilnya dan memelihara istrinya. Dan jika dia meninggal juga, maka adiknya yang lain akan berbuat serupa dan seterusnya. Dalam kasus sebelum ada Yesus, tujuh bersaudara itu memiliki satu wanita ini satu persatu. Pada waktu laki-laki yang ketujuh meninggal, tak lama si wanita itu pun meninggal. Tidak ada masalah dalam hal ini karena masing-masing laki-laki itu hanya memenuhi kewajibannya saja satu persatu! Tetapi pertanyaan dari kaum Yahudi adalah apabila ada kebangkitan kembali, siapa yang akan memiliki wanita ini, karena mereka semua telah menjadi suaminya! Gambaran tentang Yahudi ini adalah untuk menimbulkan pemikiran pada Yesus bahwa jika ketujuh bersaudara itu bangkit kembali, juga si wanita itu, maka akan ada perang diantara ketujuh bersaudara itu karena mereka mengaku bahwa wanita itu adalah istrinya.

Singkatnya, siapa di antara mereka yang akan mendapat wanita ini sebagai istrinya di surga nanti? Dalam menjawab pertanyaan ini, Yesus berkata, "Tidak ada satupun orang yang meninggal untuk kedua kalinya" yang berarti bahwa orang yang bangkit dari kematian akan kekal: tidak memerlukan makan, perlindungan, pakaian, seksual, istirahat seperti manusia sekarang. "Mereka hampir sama seperti malaikat" mereka akan menjadi hantu. Mereka menjadi makhluk halus. Seperti katanya, "Hantu tidak mempunyai daging dan tulang seperti yang kamu lihat pada diriku" - Aku bukan hantu. Saya tidak bangkit kembali! Aku masih Yesus yang dulu - hidup!

"Sambil berkata demikian, ia memperlihatkan tangan dan kakinya kepada mereka" (Injil - Lukas 24: 40).

Rasa Takut Murid-murid itu Hilang
Murid-muridnya 'girang dan masih heran', apa yang telah terjadi? Mereka berpikir bahwa Yesus telah mati dan pergi, tetapi kini guru mereka berdiri diantara mereka dengan daging dan tulang - 100% karakteristik dari manusia yarig hidup ! Untuk meyakinkan dan menenangkan mereka lebih jauh, dia berkata,


"Adakah padamu makanan di sini?Lalu mereka memberikan kepadanya sepotong ikan goreng, Ia mengambilnya dan memakannya di depan mata mereka ". (Injil - Lukas 24: 41-43).

Untuk membuktikan apa? Bahwa dia bangkit kembali? Mengapa dia tidak mengatakannya tetapi malah membuktikan yang sebaliknya? Memperagakan tubuhnya, makan, mengunyah 'ikan goreng'. Apakah ini adalah suatu adegan, berpura-pura, membuat orang percaya? "Tidak!" kata Schleliermarcher, 165 tahun yang lalu. Albert Scweizer dalam bukunya "Dalam penyelidikan sejarah Yesus" halaman 64, dia mengutip:

"Jika Yesus makan hanya untuk menunjukkan bahwa dia bisa makan, sementara sebenarnya dia tidak memerlukan makanan, maka mungkin itu suatu kepura-puraan - sesuatu yang docetic''.

Penyelamatan yang Mudah
Apa yang salah dengan kaum Kristen? Yesus berkata bahwa hantu tidak memiliki daging dan tulang. Sebaliknya mereka mengatakan bahwa hantu mempunyainya! Tanyakan kepada teman Anda yang beragama Kristen. Siapa yang berbohong? Yesus atau Anda, milyaran orang pengikutnya? Ini adalah akibat dari pencucian otak 2000 tahun atau 'pemprograman' seperti yang dikatakan orang Amerika. Keselamatan adalah mudah dalam agama Kristen. Umat Kristen tidak perlu puasa, shalat, dan mengekang diri seperti yang diwajibkan pada Muslim. Dia hanya cukup percaya dan keselamatan pasti menjadi miliknya.

Bagi kami, semua tindakan kami, perbuatan baik kami adalah "seperti kain lap kotor" katanya. Anda sebaiknya memperbaikinya, atau dia yang akan "memperbaiki" Anda. Dia tidak akan pernah senang kepada kita, walaupun kita telah membatasi diri jauh darinya. Firman Allah:
"Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepadamu hingga kamu mengikuti agama mereka. " (QS. Al-Baqarah (2): 120)


Jika Anda tidak merubah mereka, maka mereka yang akan merubah Anda! Jika Anda ingin damai - damailah - -selamat - Islam.

--------------------------------------
Daily News March 25, 1975
The Winking Corpse
Daily News Correspondent
MUNICH. Tuesday,

THE UNDERTAKER was about to put the lid on the coffin of 79-year-old Emma Sikorski when the "corpse" winked at him.

Relatives had found Mrs. Sikorski apparently dead in bed in her Berlin home. They called a doctor, who pronounced the old lady dead and wrote out a death certificate.

Then they called an undertaker who prepared the body for burial, put it in a coffin and was about to lower the lid when - said the funeral shakely - "it moved and an eye winked."

The old lady is now recovering in hospital. "She's got some colour back in her cheeks and is doing fine," was the latest report.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar