untuk ku dan saudaraku
semua,,,,, harus lebih introspeksi diri,,,,,, Hai orang-orang yang beriman,
bertaqwalah kepada Allah dan HENDAKLAH SETIAP DIRI MEMPERHATIKAN APA YANG TELAH
DIPERBUATnya untuk hari esok (akhirat), dan bertaqwalah kepada Allah,
sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS. al hasyr:18)
MUHAMMAD ZAINUDDIN, S.Pd
SABTU, 29 MARET 2014
Satu perkara yang dapat membahagiakan
seorang muslim adalah adanya kemudahan dan toleransi dalam syari’at islam.
Karna dalam syariat islam ini sangat dimudahkan dan sangat penuh kasih sayang
Allah kepada umat manusia. Ingat bahwa Allah pun mengampuni dosa – dosa orang
musrik , apalagi dangan dosa – dosa kita sebagai orang muslim tentunya. Namun
yang baiknya adalah kita selalu berbuat sesuai dengan anjuran ( syari’at )
islam. Ya walau kadangkala sedikit susah bagi kita untuk melakukan
hal ini. Tapi bukan kah kita dipermudah dan dimudahkan daripadanya.
Dalam islam ini sebenarnya agama yang
penuh toleransi tinggi didalamnya.
Baiklah kita simak yah beberapa
keterangan tentangnya;
Firman Allah :
“Kami tidak menurunkan Al-Qur'an ini
kepadamu agar kamu menjadi susah”, (QS. taahaa:2)
“Dan Kami akan memberimu taufik kepada
jalan yang mudah “ (QS. Al a’laa:8)
“... Dia telah memilih kamu dan Dia
sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan.
(Ikutilah) agama orang tuamu Ibrahim. Dia (Allah) telah menamai kamu sekalian orang-orang
muslim dari dahulu , dan (begitu pula) dalam (Al-Qur'an) ini,,,,.” (QS. Al
haaj:78)
Dengan kita hidup memenuhi syari’at
islam pastinnya akan membawa kita dalam kesejahteraan dan pastinya akan
membuang segala beban bagi kita. Karena syari’at islam itu sebenarnya mudah dan
dipermudah baginya.
“(Yaitu) orang-orang yang mengikut
Rasul, Nabi yang ummi yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan
Injil yang ada di sisi mereka, yang menyuruh mereka mengerjakan yang ma'ruf dan
melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar dan menghalalkan bagi mereka
segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk dan membuang
dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka . Maka
orang-orang yang beriman kepadanya, memuliakannya, menolongnya dan mengikuti
cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al-Qur'an), mereka itulah
orang-orang yang beruntung. (QS. Al a’raaf:157)
Sesungguhnya agama itu mudah. Tidaklah
seseorang membebani dirinya dengan ibdah yang diluar kemampuannya, melainkan
akan menyusahkan sendirinya. Jadi, selalu lah kita untuk berbuat sebaik baiknya
dalam wacana syari’at islam ini. Dan dalam beberapa aspek kehidupan juga bagi
mereka yang mampu mengerjakan ketaatannya secara sempurna maka lakukan juga dengan
sempurna dan bahwa mereka yang tidak memmilik dalam kesempurnaan bukan kah
dipermudahkan bagi mereka untuk berbuat sesuai anjuran syari’at untuk taat
kepada Allah. Allah tidak akan menghukum kita jika kita melakukan kesalahan
tanpa disengaja, lupa .
Firman Allah :
Allah tidak membebani seseorang
melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan)
yang diusahakannya dan mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya.
(Mereka berdo'a): "Ya Rabb kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami
lupa atau kami bersalah. Ya Rabb kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami
beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang yang sebelum
kami. Ya Rabb kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup
kami memikulnya. Beri maaflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami.
Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir".
(QS. Al baqarah :286)
Merasa sempurna dalam segala hal itulah
salah satu sifat kita sebagai manusia, seolah dengan keadaan yang lebih baik
dan terbaik dalam ketaatan sehingga masalah yang biasa kadang dihubungkan
dengan agama yang begini dan begitu. Degan ego yang tinggi juga kadang
seseorang merasa dirinya sudah sempurna sepenuhnya dalam ketaatannya kepada
Allah daripada orang lain. Padahal tiada lain Allah lah yang tau siapa hambanya
yang lebih sempurna itu. Allah juga telah berfirman :
“Maka janganlah kamu mengatakan dirimu
suci. Dialah Yang paling mengetahui tentang orang yang bertaqwa.” (QS. An
najm:32)
Perlu mengoreksi diri sendiri dan perlu
menyadari kelemahan diri inilah sepatutnya kita lakukan daripada mencari
kesalahan orang lain dalam beribadah. Kita kita tidak begitu mengetahui keadaan
diri kita yang penuh kelemahan dan kehinaan dihadapan Allah menjadikan diri
kita lebih senang mencari kekurangan orang lain dari pada kekurangan diri
sendiri. Sebenarnya dalam hal ini adalah bertumpu pada hakikat akhlak kita
masing-masing. Dengan akhlak seseorang ini akan merasa dirinya tiidak terlalu
sempurna daripada orang lain. Hal inilah yang dinamakan jiwa seorang hamba
Allah.
Terlalu banyak yang kita tidak ketahui
dari keseluruhan nya ini yang membuat kita lemah dan tidak ada apa-apanya
darripada orang lain. Maka, kita juga harus menyadari bahwa ketidak sempurnaan
itulah hakikat dari diri kita. Dan kita juga dituntut untuk selalu mengoreksi
diri sendiri dan selalu memperbaiki segala sikap kita. Sesungguhnya hakekat
kita itu sangat lah lemah yang selalu terbawa dari sifat nafsu yang menyesatkan
kita. Hal inilah sebenarnya ego yang memuncak diatas fikiran dan akal manusia.
Begitu juga kita dalam menghitung diri
sendiri sebenarnya juga dituntut untuk membuat kebaikan dan introspeksi diri.
Dan dibalik semua itu juga kkita diharuskan mengekalkan kewajiban kehambaan kita
sebagai manusia kepada Allah yaitu berbuat kebaikan dalam bersikap positif.
Banyaknya perbedaan diantara hamba-hamba Allah membuata diri kita harus
memiliki sifat rendah diri.
Hakikat hati kita kepada keadaan orang
lain seharusnya dalam hal demikian :
( dipesankan oleh ulama besar, Syeikh Abdul Kadir Al-Jailani )
( dipesankan oleh ulama besar, Syeikh Abdul Kadir Al-Jailani )
“ Jika engkau bertemu dengan seseorang,
maka yakinlah bahwa dia lebih baik daripada mu. Ucapkanlah dalam
hatimu,”mungkin kedudukannya disisi Allah jauh lebih baik dan mulia.”
“ Jika engkau bertemu dengan anak kecil,
maka ucapkanlah dalam hatimu,” Anak ini belum bermaksiat kepada Allah sedangkan
diriku telah banyak melakukan maksiat kepada Allah. Tentu anak ini lebih baik
daripada aku.”
“ Jika engkau bertemu dengan orang tua,
maka ucapkanlah dalam hatimu,” Dia telah beribadah kepada Allah jauh lebih lama
diripada aku. Tentu dia lebih baik daripada aku.”
“ Jika bertemu dengan orang yang
berilmu, maka ucapkanlah dalam hatimu,” Orang ini telah mendapatkan karunia
yang tidak bisa aku dapatkan, mengetahui apa yang tidak aku ketahui dan dia
mengamalkan ilmunya. Tentu dia lebih baik daripada aku.”
“ Jika engkau bertemu dengan orang yang
jahil, maka ucapkanlah dalam hatimu,”Orang ini bermaksiat kepada
Allah karena dia jahil ( tidak mengetahui ) sedangkan aku bermaksiat kepada
Allah yang padahal aku mengetahui akibatnya. Aku tidak tau bagaimana akhir dari
umurku dan umurnya kelak. Dia tentu lebih baik daripada aku.”
“ Jika engkau bertemu dengan orang
kafir, maka katakanlah dalam hatimu,”Aku tidak tau keadaanya kelak, mungkin
pada akhir usia dia, akan memeluk islam dan beramal sholeh, dan mungkin bisa
jadi pada akhir usiaku akan kufur dan buruk.”
Seorang falsafah yang bernama
BAZARJAMHAR mengatakan :jika suatu kesibukan akan mendatangkan pencapaian, maka
kekosongan akan mendatangkan kekusutan.
Dengan kata lain : jika suatu kesibukan
mendatangkan kesuksesan, maka kekosongan akan mendatangkan kegagalan.
Dari hal diatas ini lah menegaskan bahwa
sesuatau pada diri kita harus meninggalkan segala kekosongan waktu yang menimpa
diri kita dengan hal yang berguna. Sekarang kita lebih banyak menemui orang
yang merenung diri dengan waktu yang lama untuk berdiam diri tanpa kesibukan
yang degeluti seseorang. Kita menyadari bahwa banyak waktu yang terbuang
percuma hanya untuk merenungi suatu masalah, membiarkan diri dalam
kekosonggan tidak rubahnya suatu nasib yang membawa kita dalam
lamunan kosong yang sehingganya kita lebih banyak merenung dan berdiam diri
tidak melakukan hal kesibukan dan memanfaatkan waktu untuk digunakan lebih baik
mungkin.
Orang yang paling banyak merenung dan
berdiam diri (tidak memanfaatkan waktu ) biasanya akan menjadi bahan desas
desus orang sekitar dan menjadi bahan gossip karena orang yang tidak
memanfaatkan waktu kadangkala fikiran mereka selalu berkhayal entah kemana
fikiran nya pergi. Namun saat yang sangat membahayakan adalah manakala akal ini
mati sehingga ia tidak bisa melakukkan apa- apa untuk dirinya.
Dalam sebuah penggambaran : bahwa hal
ini adalah ibarat mobil yang berjalan dengan cepat tanpa adanya supir, hal ini
akan memudahkan mobil itu mudah goyah kekanan dan kekiri sehingga menubruk
semua apa yang disisi dan didepannya.
Jika dalam diri kita memdapati waktu
yang kosong dan tidak diisi dengan hal yang mafaat maka bersiap-siaplah diri
kita akan merasa gundah, cemas, karena dalam keadaan inilah jiwa dan fikiran
kita akan menerawang dalam kegelapan masa lalu yang akan membawa kita terjebak
dalam sebuah dosa. Dan akan menenggelamkan diri kita dalam masa yang belum tentu
kita alami.Waktu kosong ini akan membunuh kemampuan kita secara perlahan,
karena jika kita berdiam diri dalam kekosonga waktu akan mengakibatkan hal yang
bisa membuat jiwa semakin stress.
Firman Allah S.W.T. :
“(yaitu) bagi siapa di antaramu yang
berkehendak akan maju atau mundur . (QS. Al muddatstsir:37).
“Dalam ayat ini maju atau mundur dalam
berbuat kebaikan”
Rahasia dalam kesuksesan ini sebenarnya
terletak pada mengisi stiap kekosongan waktu dan mengambil kesempatan yang
diberikan Allah untuk memanfaatkan waktu untuk bertindak dan mengurangi waktu
berfikir panjang, karena waktu ini sangat singkat untuk disia-siakan begitu
saja.karena banyak orang saat ini tidak memainkan (mamanfaatkan) waktu sebaik
mungkin yang sebenarnya hal ini lah orang menjadi sukses. Dan saat ini juga
banyak orang yang tidak mengerti arti peranan hidup itu sendiri dan
seolah mereka hampir sama orang yang mati yang tidak mengetahui fungsi dari
hidupnya yaitu untuk mengisi waktu .
Firman Allah S.W.T. :
“Kemudian Allah menyuruh seekor burung
gagak menggali-gali di bumi untuk memperlihatkan kepadanya (Qabil) bagaimana
dia seharusnya menguburkan mayat saudaranya . Berkata Qabil: "Aduhai
celaka aku, mengapa aku tidak mampu berbuat seperti burung gagak ini lalu aku
dapat menguburkan mayat saudaraku ini?" (QS. Al maidah:31)
Ayat diatas inilah agar kita bisa
menoleh agar kita bisa berfikir positif dan tidak terbawa dengan sesuatu hal
yang kosong yang membuat jiwa ini semakin rapuh. Karena mengisi
waktu kosong akan menyelamatkan diri kita dari fikiran fikiran yang bersifat
negative, membuat jiwa kita semakin bahagia, karena hal ini akan
menjalankan peranan hidup.
Kisah UMAR BIN KHATTAB r,a
juga telah menyatakan perang terhadap semua bentuk kokosangan waktu (
penganguran, kemalasan). Bahkan beliau juga pernah menarik keluar para pemuda
yang berdiam diri didalam masjid dan tidak melakukan apapun. Sehingga beliau
berucap;”keluar kalian dan carilah risky”
Dalam hal ini ditegaskan jga bahwa
beliau agar memafaatkan waktu untuk membuat sesuatu hal agar tidak menyiakan
waktu sedikit pun.
Wahai kawan!!!!!
Bangkitlah mulai sekarang juga dan
isilah waktu yang kosong dengan hal yang bermanfaat. Isilah waktu kosongan
dengan tajamnya pisau kesibukan. Mulailah kerjakan sholat. Baca al qur’an,
bertasbih, mengkaji, menulis, mengemas , dan berbenah untuk memanfaatkan waktu
saat ini.
Lihatlah para petani, nelayan, dan para
buruh kasar itu, mereka ceria walaupun mereka mandi dengan keringat dan
teriknya matahari meski kadang air mata mereka korban kan demi suatu kesibukan.
Karena kesibukan akan mendatangkan kebaikan.
Hindarilah oleh mu perbuatan
bersendirian dan tidak melakukan aktifitas apapun, karena ha ini akan membuat
fikiran menjadi keruh. Dan jangan lah hari- hari mu berlalu tanpa ada menfaat
sedikitpun. Mulailah isi waktu yang kosong dengan hal yang lebih mendatangkan
kebaikan.
diulas dari buku: jangan bersedih
Orang yang miskin kadangkala kita
mengecap orang itu adalah orang yang tidak memiliki apa- apa. Tidak mempunyai
tempat tinggal yang layak atau lebih kita cap dengan hal itu bahwa orang yang
miskin adalah orang yang tidak mempunyai dalam aspek keuangan. Namun yang
sesuai dengan apa yang dianjurkan oleh agama adalah miskin yang benar- benar
miskin, yaitu lebih fakir daripada orang yang miskin atau yang kita kenal saat
ini miskin nya iman. Inikah yang dikatakan miskin dari segi agama.
Sekarang kita banyak menemui
orang yang miskin hati nya daripada miskin hartanya, karena jika sesuatu miskin
hatinya dengan keimanan mereka kadangkala menutup mata hati mereka untuk
membuka lembaran harapan yang masih ada walau kesempitan sedang melanda
dirinya.
Rasulallah bersabdah:
“Bukanlah kaya itu disebabkan banyak
harta, tetapi kaya yang sebenarnya itu adalah kaya hati.” ( HR Buhari)
miskin dalam hal agama juga dikaitkan
dengan merenungi diri dan tidak rubahnya ketabahan dan kekuatan iman yang
menimbulkan hal inilah yang tidak mempunyai harga sekalipun baik di dunia dan
akhirat. Dengan miskinnya keminan ini orang akan mudah putus asa dan mudah
mengeluh pada dirinya sediri.Karena kemiskinan dari keimanan ini lah orang akan
mudah terbawa dengan sikap yang membodohkan diri sendiri, merusak keadaan
dirinya sendiri, yang akhirnya mengakibatkan dirinya semakin tenggelam dalam
lumbung dosa- dosa.
Firman Allah S.W.T :
“Sesungguhnya Kami telah memberikan
kepadamu ni'mat yang banyak.” (QS. Al kautsar:1)
Ingatlah bahwa dunia ini diciptakan oleh
Allah begitu luas. Kehilangan sesuatu bukan berarti kehilangan segala-galanya,
putusnya cinta bukan berarti tidak mempunyai peluang untuk membentuk keluarga,
kegagalan bukan berarti kita gagal menuai kesuksesan nanti, hilangnya sesorang
bukan berarti kiamat bukan. Jadi, jangan lah persempit hati kita dengan hanya
memfokuskan kita kepada masalah itu saja. Cobalah kita lihat diluar sana. Masih
banyak peluang yang harus kita cari yang masih membuka pintu untuk kekayaan
hati kita. Bukankah Allah akan memberi kan dari pada sesuatu
kehilangan dari pada kita itu digantikan yang lebih baik daripada yang telah
hilang.
Hilangnya harta didunia, tidak menutup
peluang kita untuk mencari RidhoNya karena kita masih memiliki harta (
keimanan) yang mampu menunutun kita dalam kesuksesan( karena kita selalu
mentaati perintah Allah ).
Miskin disini adalah hilangnya keimanan
kepada Allah, karena miskin keimanan akan merugiakan diri baik didunia
walaupun di akhirat kelak. Maka, sama-samalah kita melihat kembali
kehidupan kita, kuatkan kembal keimanan kita, karena kita harus menyadari bahwa
Allah menciptakan dunia ini sangat luas dan dipenui oleh rahmat-Nya
disekeliling kita..
Firman Allah S.W.T ;
“ (yaitu) di hari harta dan anak-anak
laki-laki tidak berguna,(*)kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati
yang bersih.”( QS Asy syu’araa 88-89)
Senang hati rasanya andai
kita mempunyai segalanya termasuk harta dan tahta yang membuat kita terpandang
dimata masyarakat, dan kita juga dihormati dalam brmasyarakat karena kita tau
bahwa kita adalah garis dari turunan yang bisa di bilang
ternama.Namun bagi kita harus menyadari bahwa derajat kita bukan lah
dilhat dari harta tahta bahkan garis turunun yang kita miliki ini, nilai takwa
dan keimanan lah yang sebenarnya paling tinggi kedudukannya di mata
Allah dan dimata masyarakat, sebenarnya kita tau bahwa nilai takwa adalah no
wahid dimata Allah. Namun, kita seolah menutup mata kita sendiri dari apa yang
kita lakukan ini. Kita seolah menutup mata atas apa yang kita lakukan saat ini.
Disekitar kita kadang kita mengolok
–olok teman sebaya mungkin karena kefakuman pribadi dalam pergaulan saat ini,
dan kadang juga kita lihat berapa banyak orang yang dihinakan karena
kemiskinan. Seolah saat ini yang menjadi peran utama adalah harta , kuasa dan
nama di mata masyarakat ,, bukan sebuah takwa dan iman kepada Allah.
Firman Allah yang terkait dalam hal ini
;
“Tidaklah berfaedah kepadanya harta
bendanya dan apa yang ia usahakan.” (QS. Al lahab:2)
“Dan sekali-kali bukanlah harta dan
bukan (pula) anak-anak kamu yang mendekatkan kamu kepada Kami sedikitpun;
tetapi orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh, merekalah itu
yang memperoleh balasan yang berlipat ganda disebabkan apa yang telah mereka
kerjakan; dan mereka aman sentosa di tempat-tempat yang tinggi (dalam surga).
“(QS. Sabba’:37)
Jadi nilai diri itu sebenarnya terletak
pada keluhuran budi pekerti dan kemuliaan sifat kita sendiri , bukan terletak
pada harta dan tahta atau garis turunan.
Kemiskinan dan kelemehan bukan hambatan
bagi kita untuk meraih prestasi yang baik, yaitu untuk mencapai sebuah
keungunggulan diantara manusia lainnya, maka bahagialah diri anda dengan apa
yang anda miliki saat ini yaitu keimanan yang telah membuata anda bahagia
ddengan impian yang telah dicapai, taqwa dan iman adalah nilai akhlak yang
sangat terpuji.
Sungguh beruntunglah orang orang yang
hidup dengan ketaqwaan unutk mendekatkan diri kepada Allah itu ,
karena Allah pun telah menjanjikan kenikmatan yang tiada tara di
dunia dan akhirat kelak, walaupun orang yang hidup dengan ketaqwaan
sbagai utama jalannya menghidupi di dunia ini bukan harta yang menjadikan jalan
utama nya untuk akhiratnya kelak.
Maka bersyukurlah wahai insan yang hidup
dengan ketakwaan sebagai jalan utama mencari ridha Nya.
Firman Allah :
“Katakanlah: "Tidak sama yang buruk
dengan yang baik, meskipun banyaknya yang buruk itu menarik hatimu, maka
bertaqwalah kepada Allah hai orang-orang berakal, agar kamu mendapat
keberuntungan". (QS. Al maidah:100)
“Dan kelak akan dijauhkan orang yang
paling taqwa dari neraka itu,” (QS. Al lail:17)
“Sesungguhnya bagi orang-orang yang
bertaqwa (disediakan) surga-surga yang penuh keni'matan di sisi Rabbnya. “(QS.
Al qalam:34)
“Sesungguhnya orang-orang yang beriman
dan mengerjakan amal saleh mereka itu adalah sebaik-baik makhluk.” (QS. 98:7)
Mungkin inilah yang dinamakan hidup,
berbagai problema selalu setia menemani langkah kita, ada orang yang sangat
yang mencintai kita dan ada juga orang yang sangat benci kepada
kita, mungkin inilah yang namanya realita kehidupan . Kadang, hidup penuh
semangat mana kala kita selalu bersama orang yang mencintai kita dan adakalanya
hidup ini penuh dengan kebosannan manakala orang yang membenci kita selalu
hadir dalam kehidupan kita .
sebuah gambaran kecil dan ringan yang
mungkin ini dianggap sepele atau tidak berguna di mata kita yaitu tidak
menuntut apa yang sudah menjadi hak seseorang yaitu ia mencintai atau membenci
kita. Karena sebenarnya menuntut hak seseoarng agar ia mencintai kita itu
adalah sebuah angan yang membuat kita terlena. Andai kita menuntut atas hak dia
pasti kita akan dirasuki oleh sikap membenci atau pembalikan dari dendam( balas
dendam).
Sekarang saat ini banyak orang yang
tidak tau bagai mana menata hak- hak nya diantara pergaulannya itu yang
menyebabkan kita menjadi musuh dan saling bermusuhan sesama sahabat sendiri.
Jika hal ini diabaikan dan saling bermusuhan ini akan menyebabkan kerenggangan
kita sebagai umat yang satu yaitu islam. Dalam hal ini hendaklah kita
memadamkan api permusuhan yang telah terjadi diantara kita. Kita harus bisa
memadamkan api permusushan yang telah terjadi diantara kita ini, Hal ini lebih
baik untuk menentukan awal titik penyelesaian dari pemusuhan. Dan jalan yang
paling baik adalah memaafkan dan kita menganggap tidak pernah terjadi.
Firman Allah S.W.T :
“Jadilah engkau pema'af dan suruhlah
orang mengerjakan yang ma'ruf, serta berpalinglah daripada orang-orang yang
bodoh.” (QS. Al a’raf:199)
“,,,dan hendaklah mereka mema'afkan dan
berlapang dada. Apakah kamu tidak ingin Allah mengampunimu? Dan Allah adalah
Maha Pengampun lagi Maha Penyayang .” (QS. An nur:22)
Mungkin saat ini kita tau ada sebuah
pernyataan yang dengan terang – terangan mengejek menghina bahkan merendahkan
kita. Di kehidupan seorang ( golongan umah) ada ciri hal yang sangat kita patut
tiru yaitu selalu menguatkan ketabahan hati agar senantiasa terjaga dengan baik
dan benar benar terjaga dari sifat permusuhan( karena kita anggap yang mencaci
kita itu sedang mencaci tembok belaka). Dengan sebab ini kadang kita mendengar
kata – kata yang tidak menyenangkan hati maka kita pun tidak harus
terburu buru membalasnya semua itu, dan jika mendapatkan pujian maka
jangan lah dengarkan pujian itu karena pujian itu kadang membuat keimanan kita
berguncang.
Hal yang sangat baik dan dianjurkan
dalam agama yaitu dengan cara menolak kejahatan dengan cara yang lembut. Karena
hal ini akan menentramkan kita dalam menjalani kehidupan kita dari pada kita
membalas permusuhan itu yang membuat kita semakin renggang menjauh dari kata
damai dan persahabatan.
Firman Allah S.W.T :
“Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara
yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada
permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia.” (QS.
fushilat:34)
hati dan apabila orang-orang jahil
menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata (yang mengandung) keselamatan
{baik}.” (QS. Al furqan:63).
“ Jadikan permusuhan menjadi
perdamaian”.“Jadikan kekerasan menjadi kelembutan”.“Jadikan kelicikan menjadi
kejujuran”.“Jadikan penindasan menjadi kebebasan”.
“,,,Maka berlomba-lombalah kamu (dalam
membuat) kebaikan.,,. (QS. 2 Al baqarah :148)
Perlu mengejar nilai takwa ini mungkin
tidaklah semudah membalikan telapak tangan kita, karena hal ini amat lah sulit
dilakukan oleh kita terkecuali kita dipermudahkan oleh Allah untuk memberikan
kemudahan pada kita pribadi. Penerangan firman Allah diatas menerangkan untuk kita
selalu memperbaiki tingkah kita kepada Allah dan berlomba juga dalam ketakwaan
.
Ramai pemuda saat ini telah hilang
akalnya untuk perbaiki akhlaknya sendiri. Karena kadang mereka hanya asyik
memperbaiki apa yang tampak dilihat oleh orang lain saja yang berupa
kesohoran dan kecantikan dan ketampanan rupa .tetapi tidak memperbaiki
akhlak yang sesuai untuk dirinya.seungguhnya seorang muslim itu adalah orang
yang memiliki kemauan yang kuat dalam ketaqwaan untuk selalu memperbaiki
akhlak setiap harinya. Karena akhlak itu adalah kebaikan untuk
dirinya sendiri yang akan membawa ketentraman dihati insan itu sendiri. Hal ini
juga Rasulallah bersabdah :
“Maukah kalian aku beritahukan kepada
kalian tentang siapa diantara kalian yang paling aku cintai dan
paling dekat kedudukannya dengan ku kelak dihari kiamat? Yakni, orang diantara
kalian yang paling baik akhlaknya.”(hadist)
Hal inilah yang menjadi visi tersendiri
untuk kemauan sosok muslim yang selalu memperbaiki akhlak.
sesungguhnya tidak ada orang yang dapat meraih ketaqwaan dan
kaimanan tanpa memperbaiki akhlak itu sendiri karena akhlak adalah
menggambarkan jiwa seseorang itu memiliki ketaqwaan dan keimanan dengan pasti,
mereka akan mendapatkan kebahagian dari jalan ini (memperbaiki akhlak) . mereka
tau bahwa dari hal inilah mereka berpegang teguh pada keyakinan untuk berbuat
sesuai tuntunan Islam.oleh itu, ianya akan selalu melaksanakan dalam
ketaqwaan dan akan selalu bebuat kebaikan. Namun kadangkala keimanan juga
mengalami pasang surut yang mengalami gejolak, kadang peningkatan ketaqwaan
akan menabahkan keimanan dan memperkuata kayakinan pada hati untuk selalu
memiliki akhlak yang sesuai dengan islam. Namun , bila ketaqwaan sudah mulai
melemah, saat itu juga kadang akhlak sudah hilang yang menyebabkan kita lebih
senang berbuat dosa dan tanpa ada kata menyesal. Hal ini sudah dijelaskan dalam
firman Allah hadist Rasulallah .
“Sesungguhnya iman itu benar-benar
mengalami kelesuan di dalam rongga (dada) salah seorang dari kamu seperti
lusuhnya baju. Mohonlah kepada Allah SWT agar Allah memperbaharui iman yang ada
di dalam hatimu”. (HR Thabrani)
“…. Dan barangsiapa yang mensucikan
dirinya, sesungguhnya ia mensucikan diri untuk kebaikan dirinya sendiri. Dan
kepada Allah-lah kembali(mu). (QS. Fathir : 18)
Memperbaiki akhlak ini tidak akan
merugikan dan menghabiskan waktu anda . memperbaiki akhlak justru akan menambah
penanaman keimanan yang lebih baik dan akan membahagiakan diri
sendiri dalam menguasai diri, anda tidak akan memperoleh kebencian
dari orang lain dan anda juga tidak akan terancam oleh perlakuan yang keji dari
kejahatan. (insya Allah )
“Sesungguhnya diantara yang
terbaik diantara kamu adalah yang paling baik akhlaknya.” ( HR Buhari )
Malu bertanya sesat dijalan
Malu beriman hilang pedoman.
Malu beriman hilang pedoman.
Tidak sempurna iman sesorang tanpa
adanya rasa malu didalam diri insan. Penting lah sifat ini dipelihara didalam
hati kita yang akan membahagian keimanan kita. Sifat malu ini adalah
sifat yang paling utama bagi seoarang muslim yang merupakan menjadi benteng
dalam kehidupan seorang muslim. Sifat malu ini dikatakan menjadi benteng diri
karena hal ini akan menjaga diri dalam kebaikan dan meninggalkan segala perkara
yang bertentang dengan ajaran islam dan juga hal ini merupakan penghalang untuk
mengikuti hawa nafsu yang bisa merusakkan akidah.
Dalam sebuah hadist disebutkan :
“Malu termasuk bagian dari iman dan iman
itu tempatnya di surga. Sedangkan ucapan keji termasuk bagian dari tabiat
kasar, tabiat kasar itu tempatnya di neraka” (HR. at Tirmidzi, Ibnu Hibban no.
1929, al Hakim I/52-53 dan Ahmad II/501, berkata Syaikh Salim, “Adapun hadits
ini tetap shahih karena ada mutaba’ah/penguat dari Sa’id bin Abi Hilal dalam
riwayat Ibnu Hibban”)
Betapa pentingnya menjaga sifat ini yang
pastinya akan melengkapi keimanan seoarang muslim karena sifat ini adalah sifat
yang memperindah jati diri dan akhlak untuk muslim. Lahirnya sifat malu ini
adalah sejalan dangan perjalanan keimanan seorang muslim. Karena , sifat rasa
malu ini tidak terpisahkan dengan keimanan. Dalam mimbar tausyiah juga
disebutkan bahwa jika sifat malu sudah menghilang , maka berkurang lah keimanan
seseorang.
Dalam hadist Rasulallah bersabdah:
“Sesungguhnya malu termasuk bagian dari iman” (HR. Bukhari dan Muslim)
“Sesungguhnya malu termasuk bagian dari iman” (HR. Bukhari dan Muslim)
Sadar maupun tidak, saat ini sifat ini
sudah mulai terkikis apabila makin banyaknya berita yang ditayang kan di TV
penjuru yang memberikan berita tentang hal yang kebanyakan hilangnya rasa
malu itu, hal ini hilangnya rasa malu terhadap manusia dan Allah yang juga
pertandanya lemah nya keimanan. NAMUN….NAMUN…NAMUN….NAMUN,,, seolah hal ini
sudah dianggap biasa dan lumrah dalam kehidupan saat ini, seolah mereka
memandang sebelah mata sifat ini yang sebenarnya sangat penting untuk menuju
kesempurnaan iman seseorang.
Sifat malu ini sebenarnya sudah tertanam
dalam setiap hembusan setiap insan, karena sifat malu ini sebenarnya tidak
memerlukan tempat untuk singgahsan bak kerajaan yang mewah, hal ini adalah
sudah fitrah diri manusia yang sudah tertanam bersama keimanan seseorang.Numun kebanyakan
kita lebih menjaga malu kepada manusia dari pada menjaga malu kepada Allah, dan
jika tidak menjaga malu kepada Allah maka apalah jadi generasi yang akan
datang,
Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk isi
neraka Jahannam kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi
tidak dipergunakan untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata
(tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan
mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar
(ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih
sesat lagi. Meraka itulah orang-orang yang lalai. (QS. Al ‘araf:179)
Kepastian kita yaitu selalu memberikan
penilaian pada seseorang itu dengan berdasarkan sifat lahir yang bisa kita
lihat atau lebih kita ketahui juga yang dapat kita jumlah dan diperkirakan
dengan logika. Sesuatu perkara kadang kita dilihat dengan mata akan melihat
berupa kebaikan atau keburukan yang bisa kita lihat yaitu dari gaya dan dari
keelokkan paras muka seseorang yang kita bisa lihat dengan jelas. Dan begitulah
kebanyakan pemikiran kita.
Dalam diri kita juga seringnya selalu
memperindah wajah kita yang sudah tentu itulah tetapan terbaik dari Allah
kepada kita sendiri. Namun diantara kita sendiri juga kadang merasa canggung
(ragu) dengan apa yang Allah berikan pada kita. Seolah kita telah tertutup hati
untuk selalu membersihkan dan memberindah hati kita. Karena sudah mengikuti
kemajuan jaman dan termasuk juga lemahnya iman. Andai kata penilaian kita
diambil dari paras muka, memungkinkan diri kita sudah baik dan sudah bagus
karena hal itu kita ukur dengan penilaian yang sudah jelas. Namun , bagaimanakah
tentang fikiran kita untuk membersihkan dan memperindah hati kita.
Kesan yang paling penting sebenarnya
adalah selalu membersihkan dan memperindah hati dengan ketaqwaan dan keiman
kepada Allah. Sebuah gambaran kecil bahwa “ baju yang kotor memungkinkan keadaannya
kotor” hal ini lah yang menjadi penyebabnya, untuk itulah kita tau hakikat hati
kita itu diukur dengan keindahan hati kita. Sekiranya paras muka kita bersih
dan indah masih belum tentu hati kita bersih dan indah, hal ini disenandungkan
dalam sebuah nasyid yang berlirik” pandangan mata bisa menipu” namun jika hati
kita bersih dan indah sudah tentulah baik dan indah juga akhlak kita. Hal ini
lah yang menjadi gambaran hati kita. Dalam sebuah hadist disebutkan;
“sesungguhnya didalam diri manusia ada seketul
daging. Jika ia baik, maka baiklah seluruh anggotanya dan jika ia rusak, maka
rusaklah seluruh anggotanya.”(HR Buhari dan Muslim )
Menjaga, membersihkan dan memperindah
hati mungkin sedikit sukar untuk kita, namun bagi kita sebagai muslim selalu
membulatkan tekad untuk selalu membersihkan dan memperindah hati untuk
menikmati segala sumber yang kehidupan yang baik. Segala kehidupan ini
memungkinkan perjalanan penuh duri dan hambatan yang akan kita lalui. Namun
jika kita selalu membersihkan dan memperindah hati insya Allah kita akan
mendapat kemudahan yang benar. Membersihkan hati dikatakan juga kunci dari
kehidupan untuk akirat kelak. Hanya dengan selalu menjaga dan membersihkan hati
inilah orang akan memasuki tempat yang baik (syurga). Seperti firman Allah
berikut ini :
“ Dan janganlah Engkau
hinakan pada hari mereka dibangkitkan yaitu dihari harta dan anak pinak tidak
lagi berguna, kecuali orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih.” ( QS
Asy syu’araa 88-89)
Oleh karena itu, sibuklah dengan menbersihkan
dan memperindah hati dari pada memperindah paras muka. Siapa yang selalu
menjaga kebersihan hati ini insya Allah akan membukakan pintu syurga, hal ini
tinggi nilainya daripada sebuah keindahhan fisik.membersihkan dan memperindah
hati ini sebenarnya tugas bagi seorang muslim, jika hal ini selalu dalam
keadaan bersih akan membawa diri kita dalam kebaikan.
“sesungguhnya beruntunglah orang yang
mensucikan jiwa itu, dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya. (QS.
Asy syams:9-10)
Kata K.H Abdullah Gymnastiar atau yang
kita kenal Aa Gym pernah mengatakan:” dengan hati yang bersih dan hidup inilah
, orang yang lumpuh menjadi mulia, orang yang tidak cerdas menjadi gemilang.
Dan dengan kebersihan hati ini, insya Allah , otak akan lebih cerdas, ide lebih
bijak, gagasan akan lebih cemerlang.
Semoga kita bisa selalu menjaga
kebersihan dan memperindah hati dengan ketaqwaan.
“INDAHNYA PRIBADI BERAWAL DARI HATI YANG BERSIH DAN BAIKNYA SIFAT KITA”
“INDAHNYA PRIBADI BERAWAL DARI HATI YANG BERSIH DAN BAIKNYA SIFAT KITA”
Ibnu taimiyyah pernah juga
mengatakan:”Didalam hati seringkali terlintas suatu keadaan.”
Ketahuilah bahwa hidup ini adalah untuk
saat ini dan hanya batasan hari ini saja, kadang fikiran kita melayang dan
berangan dan terlintas juga sebuah keraguan didalam hati untuk memutuskan suatu
perkara yang ada saat ini. Mudah dalam keadaan keraguan itulah kebanyakan sikap
dari diri manusia dalam menentukan suatu masalah yang menjadikan dirinya tidak
mampu memutuskan masalah dan akhirnya ia akan menjadi beban fikiran dan menjadi
stress.sesungguhnya keraguan itu akan menimbulkan keresahan jiwa dan akan
memusnahkan kepercayaan.
Ragu – ragu akan memakan waktu kita
dalam keadaan yang membodohkan diri karena hal ini merupakan pembunuhan
kepercayaan dalam menghadapi sebuah masalah itu sendiri. Ada sebuah syair
mengatakan bahwa” sikap meneguhkan fikiran ( tidak ragu-ragu) akan mematahkan
sebatang besi.” Hal ini dikatakan betapa kuatnya sikap ini karena dalam
tabiatnya juga bahwa sikap keteguhan hati ini tidak akan terkalahkan oleh apapun
terkecuali ada sifat ragu-ragu dalam hati kita.
Firman Allah menjelaskan;
; maka putuskanlah apa yang hendak kamu
putuskan.” (QS. thaha:72)
Tidak ragu-ragu dalam mengambil sebuah
keputusan akan menghasilkan yang lebih baik dari pada pengambilan sebuah
keputusan dengan keraguan yang akan menimbulkan kerisauan didalam hati kita.
Keteguhan ini sebenarnya juga disamakan dengan aqidah. Jika aqidah kita kuat ,
maka tidak akan terbawa oleh arus keraguan.
Rasulallah pun pernah bersabdah:
Abu Muhammad ; Hasan bin Ali bin Abi
Talib, cucu kesayangan Nabi Muhammad berkata,” saya menghafal pesanan
Rasulallah yang berbunyi, “tinggalkan perkara-perkara yang kamu ragu dan
gantikan dengan perkara-perkara yang tidak kamu ragui.”” (HR Tarmidzi dan Nasai
)
Dan sebuah syair mengatakan ;
“ Jika anda mempunyai pendapat
putuskanlah dengan tegas
karena sesungguhnya keraguan anda
akan melemahkan pendapat anda sendiri,”
putuskanlah dengan tegas
karena sesungguhnya keraguan anda
akan melemahkan pendapat anda sendiri,”
Hal membulatkan tekad dan memperkuat
keyakinan akan membawa ketenangan bagi fikiran ini karena hal itu sudah
dimatangkan untuk diulas. Maka dengan ini kita juga harus melakukan
perkara-perkara yang kita yakini dalam hati. Jika dalam hati kita ada sebuah
keraguan untuk melakukan seuatu perkara , maka jangan lah melakukan hal itu
karena tidak mendapatkan kenyamanan dihati.
Hadist menerangkan ;
diriwayatkan daripada Abdullah bin Mas’ud r,a : “ jalan keluar dan kelapangan hati itu ada dalam keyakinan dan keridhaan hati. Sedangkan keresahan dan kesedihan itu ada dalam keraguan dan ketidaksukaan.” (hadist)
diriwayatkan daripada Abdullah bin Mas’ud r,a : “ jalan keluar dan kelapangan hati itu ada dalam keyakinan dan keridhaan hati. Sedangkan keresahan dan kesedihan itu ada dalam keraguan dan ketidaksukaan.” (hadist)
Sesudah nya kita juga harus melakukan
musyawarah dalam melakukan perkara agar tidak terjadi keraguan diantara perkara
itu, bermusyawarah harus dibenarkan karena hal ini dapat membantu kekukuhan
dalam pengambilan perkara walau dengan sedikit kesabaran. Dan lakukanlah
bermuhasabah diri kepada Allah untuk menuntunkan akhir perkara keteguhan yang
lebih meyakinkan.
Firman Allah :
“Kemudian apabila kamu telah membulatkan
tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai
orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya. (QS. Al imran:159)
“sebab itu berpegang teguhlah kepada apa
yang Aku berikan kepadamu dan hendaklah kamu termasuk orang-orang yang
bersyukur". (QS. Al a’raf:144)
Allah S.W.T. berfirman
“dan aku bersumpah dengan jiwa yang amat
menyesali (dirinya sendiri) .” (QS. Al qiyaamah:2)
Salah satu Firman Allah .S.W.T. diatas
mungkin kita tidak banyak tau tentang apa yang harus disesali kita saat ini ,
karena kita sudah mulai terbawa dengan keadaan sekitar kita untuk berbicara apa
dan apa yang kita mau.
Kita sekarang lebih banyak menyalahkan
orang lain apabila kita mendapat musibah yang sebenarnya itu adalah akibat dari
diri sendiri ini, namun karena ketidak tauan kita dalam menelaah sikap dari
sendiri atau INTROSPEKSI atas diri sendiri, menyalahkan orang lain akan
menimbulkan kedengkian diantara sesama teman.
Seperti hal berikut ini:
"Barangsiapa yg mengenal dirinya,
ia akan sibuk untuk memperbaiki diri daripada sibuk mencari-cari aib dan
kesalahan orang lain."(Ibnul Qayyim).
Sebenarnya beruntunglah kita jika kita
bisa mengenali diri dan bisa merubah sikap diri dari pada kita sibuk mencari
kesalahan dan aib seseoarng, karena hal mencari aib seseorang itu sama juga
halnya sikap kita adalah tidak bisa menjaga sebuah amanah itu sendiri yang bisa
kita kiatkan dengan tidak bisa dipercaya untuk diberi suatu amanah. Dalam hal
lain juga bahwa orang yang pandai dan cerdas inilah mereka akan senang
memperbaiki dirinya sendiri dari pada memperbaiki orang lain dan menyalahkan
hal yang berkaitan, tapi kita juga diharuskan untuk selalu mengingatkan teman
kita agar selalu bisa bersikap dalam hal ini. Digambarkan bahwa orang yang suka
mengolok-olok atau menyalahkan orang lain ini sama halnya mereka itu selalu
terbawa oleh sikap hawa nafsu yang akan menjerumuskan kita kedalam kehinaan.
Seperti hadis berikut ini :
“Orang yang pandai adalah yang menghisab
(mengevaluasi) dirinya sendiri serta beramal untuk kehidupan sesudah kematian.
Sedangkan orang yang lemah adalah yang dirinya mengikuti hawa nafsunya serta
berangan-angan terhadap Allah Swt” (HR. Tarmidzi).
Firman Allah S.W.T.
Hai orang-orang yang beriman,
bertaqwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah
diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertaqwalah kepada Allah,
sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS. Al hasyir:18)
Dari hal ini lah kita sebagai orang yang
mempunyai keimanan itu hendaknya kita memperhatikan apa – apa yang akan dan
telah dilakukan agar tidak menimbulkan kekacauan disekitar kita. Introspeksi
diri ini sangat baik halnya dari pada menyalahkan atau mencari kesalahan orang
lain. Selagi diri masih mempunyai kekurang apalah gunanya kita mencari
kekuarangan orang lain. Seperti sesuatu yang ditulis oleh HASAN AL BASRI “mengtakan:”seseorang
muslim lebih banyak bermuhasabah diri sendiri daripada menilai temannya”.
”,,,,,,,Maka ambillah ( kejadian itu
)untuk menjadi pelajaran, hai orang-orang yang mempunyai pandangan.”( QS Al
hasyr: 2 )
Firman Allah S.W.T :
“Jadilah engkau pema'af dan suruhlah
orang mengerjakan yang ma'ruf, serta berpalinglah daripada orang-orang yang
bodoh. (QS. Al ‘araaf:199)
Sangat tidak pantas rasanya jika kita
menjauhi saudara kita karena satu atau dua kebiasaan buruk yang tidak dapat kita
terima dengan hati kita. Padahal ada kebaikan dari sisi yang
lainnya. Dalam hal ini mungkin dalam konteks nya satu atau dua kali
ada peningakat yang mungkin sedikit susah untuk diterima lagi oleh hati kita.
Padahal memaafkan adala jiwa yang paling agung dan mulia. Dalam ahli
falsafah yang bernama AL – kindi pernah mengatakan :” bagaimana
engkau mengharapkan moralitas tertentu dari teman engkau, sementara
dia terdiri dari empat tabiat. Jiwa yang merupakan paling dekat dengan insan
yang merupakan suatu kawalan untuk memilih dan berkehendak, tidak dapat
memberikan kawalan itu kepada orang yang memiliki untuk semua kehendak dan
tidak dapat meng iya kan semau yang diharuskannya itu. Dan bagaimana dengan
jiwa yang lain.?””
Firman Allah menjelaskan :
“ Begitu jugalah keadaan kamu dahulu ,
lalu Allah menganugerahkan ni'mat-Nya atas kamu, maka telitilah. Sesungguhnya
Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. An nissa:94)
“Maka janganlah kamu mengatakan dirimu
suci. Dialah Yang paling mengetahui tentang orang yang bertaqwa.” (QS. An
najm:32)
Maka cukuplah untuk menerima bagian dari
terbesar tabiat saudara anda,
Abu Darda’ R.A. juga pernah menyatakan
:” mencela teman itu lebih baik daripada kehilangan dirinya. Siapa
yang bisa menemui segalanya pada diri saudaranya . lantaas pernyataan beliau
ini dapat membuka inspirasi untuk para pecinta bait-yang semakna darinya.
Abu Atahiyah menytakan:
Hai saudaraku tersayang
siapakah engkau sebenarnya
hingga ingin mendapatkan dari saudaranya
yang menghuni dunia ini
apakah yang engkau inginkan?
pertahankalah sebagian dari kemampuanmu
yang diperlukan untuk orang lain
agar kamu tidak membosankan setiap orang
yang tidak dapat engkau berikan kepadanya
semua kemampuanmu.
siapakah engkau sebenarnya
hingga ingin mendapatkan dari saudaranya
yang menghuni dunia ini
apakah yang engkau inginkan?
pertahankalah sebagian dari kemampuanmu
yang diperlukan untuk orang lain
agar kamu tidak membosankan setiap orang
yang tidak dapat engkau berikan kepadanya
semua kemampuanmu.
Abu Tamam Ath- Tha’I menyatakan:
Tidak ada kerugian yang paling parah
bagi seseorang
selain kehilangan akalnya
dan tidak ada seorang pun
yang dapat memperoleh seluruh yang diinginkan
dari seluruh temannya.
selain kehilangan akalnya
dan tidak ada seorang pun
yang dapat memperoleh seluruh yang diinginkan
dari seluruh temannya.
Seorang bijak bestari pernah menyatakan
“adanya tuntutan terhadap keadilan adalah karena jarang nya keadailan.”
Dan yang lain juga menyatakan.”
“Janganlah hanya karena satu aib tersembunyi atau dosa kecil yang sebenarnya dapat ditutupi oleh kebaikannya yang lebih banyak, engkau menjadi jauh dari seseorang yang pernah engkau puji latar belakangnya, yang pernah engkau terima kehidupannya, yang pernah engkau ketahui kemuliaannya. Sesungguhnya engkau tidak akan menemui teman yang bersih tanpa kelemahan dan tidak juga pernah melakukan kesalahan. Oleh karena itu, cerminlah pada diri sendiri sesudahnya, pertimbagkanlah dengan pandangan yang obyektif, dan jangan lah engkau menilai dengan sesuka hati mu.sesungguhnya pertimbangan mu terhadap dirinya juga penilaian terhadapmu juga akan membantu mu untuk mendapatkan apa yang engkau inginkan dan dapat membantumu dalam sikap penyantun terhadap orang yang berbuat kesalahan.
“Janganlah hanya karena satu aib tersembunyi atau dosa kecil yang sebenarnya dapat ditutupi oleh kebaikannya yang lebih banyak, engkau menjadi jauh dari seseorang yang pernah engkau puji latar belakangnya, yang pernah engkau terima kehidupannya, yang pernah engkau ketahui kemuliaannya. Sesungguhnya engkau tidak akan menemui teman yang bersih tanpa kelemahan dan tidak juga pernah melakukan kesalahan. Oleh karena itu, cerminlah pada diri sendiri sesudahnya, pertimbagkanlah dengan pandangan yang obyektif, dan jangan lah engkau menilai dengan sesuka hati mu.sesungguhnya pertimbangan mu terhadap dirinya juga penilaian terhadapmu juga akan membantu mu untuk mendapatkan apa yang engkau inginkan dan dapat membantumu dalam sikap penyantun terhadap orang yang berbuat kesalahan.
“ tiada seorang pun yang dapat memuaskan
hatimu semua karakternya. Cukup bijak seseorang jika dia mau menghisab
kelemahan-kelemahan dirinya.”
An-Nabighah
Adz- Dzibyani menyatakan
Engkau
tidak akan mendapatkan seorang teman pun
yang terbebas dari celaanmu
karena kelemahan yang ada padanya
karena mana ada orang yang bersih
dari kelemahan.
tidak akan mendapatkan seorang teman pun
yang terbebas dari celaanmu
karena kelemahan yang ada padanya
karena mana ada orang yang bersih
dari kelemahan.
Ibnu Rumi
pernah berkata :
Manusia dan
dunia ini
pasti mempunyai kekurangan
yang tak sedap dipandang mata
atau kelemahan yang mencemarai kesucian.
Tidaklah adil jika engkau
menginginkan teman yang bersih dari dunia ini
sedangkan engkau sendiri tidak bersih.
pasti mempunyai kekurangan
yang tak sedap dipandang mata
atau kelemahan yang mencemarai kesucian.
Tidaklah adil jika engkau
menginginkan teman yang bersih dari dunia ini
sedangkan engkau sendiri tidak bersih.
“Sekiranya tidaklah karena kurnia Allah
dan rahmat-Nya kepada kamu sekalian, niscaya tidak seorangpun dari kamu bersih
(dari perbuatan-perbuatan keji dan mungkar itu) selama-lamanya, tetapi Allah
membersihkan siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha
Mengetahui.” (QS. An nur :21)
Dalam jati diri teman kita adanya
kekurang atau kelemahan, namun semua hendaknya kita maafkan segala apa yang ada
padanya itu serta maafkan lah hal itu. Adanya kekurang atau kelemahan pada
dirinya jangan sampi engkau menjauhi bahkan berburuk sangka kepadnya. Hendaklah
kekurang dan kelemahan itu dialihkan dalam jiwa yang lapang dan hati yang
damai, karena sebagai manusia biasa terkadang lalai untuk
memperhatikan jiwanya. Hal ini bukan berarti dari kelemahan yang ada padanya
menjadikan engkau memusuhinya dan bosan kepadanya.
Dalam kata-kata hikmah tertulis : “ Janganlah
rusakkan hubungan mu dengan seorang teman oleh prasangka buruk, padahal
sebelumnya engkau yakin benar akan kebaikannya.”
“,,,,maka maafkanlah (mereka) dengan
cara yang baik.” (QS. Al hijr :85)
“Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah
kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi
berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu
ma'afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka,,” (QS. Al imran:159)
dijabarkan oleh DR.'AID BIN
ABDULLAH-QARNI
(Kami jelaskan yang demikian itu) supaya
kamu JANGAN BERDUKA CITA terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu
JANGAN TERLALU BAHAGIA terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan
Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri. (QS. Al
hadid:23)
Terlarut dalam suasana yang kesedihan
dan kegembiraan itulah hakikat manusia menjalani hidup ini yang
tidak menentu. Yang kadangkala hal itu membuat diri dalam keteguhan bahkan
keraguan dihati insan. Ayat diatas menjelaskan bahwa kita sebagai insan juga
harus bisa mengendalikan perasaan kita agar tidak bersedih maupun terlalu
berbahagia atas apa yang terjadi karena jika sesuatu dalam berlebihan itu tidak
ada kebaikan bagi diri sendiri.perasaan seseorang akan bergolak karena 2
perkara seperti diaatas yaitu kegembiraan yang memuncak dan musibah yang berat.
Dalam hadis Raulallah S.A.W bersabdah: “
Sesungguhnya aku( Nabi Muhammad ) melarang dua suara yang dungu dan buruk ,
ketika sedang mendapat nikmat ( bersuka ria ) dan suara ketika tertimpa musibah
( meratap ).”
Dari semua nya itu, bahwa sesungguhnya
perasaan yang tidak dikendalikan hanya akan meletihkan, menyakitkan, dan
meresahkan diri sendiri yang akan mengematar kan seluruh tubuh dan akan
mengikuti segala nafsu yang ada pada saat itu.
Dan pada kesempatan lain juga Rasulallah
bersabdah:
“ Allah lebih bergembira dengan taubat
diantara kalian yang berada di diatas kendaraannya yang telah tersedia makanan
dan minuman. Kemudian kendaraan itu hilang dipadang pasir. Ia mencarinya hingga
kesana dan kemari hingga putus asa. Dan ia pun tertidur, pada saat terbangun
kendaraan itu sudah berada didekat kepalannya. “ kemudian dia berkata “ Ya
Allah, Engkau hamba ku dan aku Rabb MU. Ia salah mengucapkan karena terlalu
gembiranya.”(hadist)
Inilah gambaran tentang ungkapan tentang
kegembiraan yang sangat melampaui batas. Karna itulah manusia, kadang ketika
saat bahagia mereka mudah melupakan dirinya dan tidak tau lagi siapa dirinya.
Dan ketika bersedih juga ia akan menyalahkan keadaan dan menyalahkan orang yang
ada disekitarnya.
Oleh sebab itu, siapa saja yang mampu
mengendalikan perasaan dalam setiap peristiwa yang mengembirakan dan dalam
kesusahan, maka ia memiliki keteguhan hati dan stabil dalam menjalani kehidupan
ini karena mampu mengalahkan nafsu. Allah juga menyebutkan bahwa manusia senang
berbahagia dan berbangga diri jika mengalami suatu nikmat , dan mudah mengeluh
atau bersedh hati jika ditimpa suatu musibah. Maka dari itu mulailah
seimbangkan perasaan hati. Insan yang mempunyai keteguhan hati akan bersyukur
manakala mendapat nikmat dan bersabar katika dalam kesusahan.
Dalam hadis , Rasulallah bersabdah ;
“aku mohon kepada MU ya Allah agar aku
selalu bersikap sederhana , baik ketika marah ataupun senang.”
Termasuk hal membahagiakan juga manakala
kita mendapatkan teman yang baru dalam kehidupan, yang memungkinkah menambah
wawasan serta bisa berbagi dalam pengalaman diri. Dan mencari teman mungkin
inilah sebagian dari tujuan kita agar kita mudah bersosialisasi dalam kehidupan
bermasyarakat, hal ini akan memudahkan kita untuk bergaul dalam masyarakat dan
berleluasa dengan masyarakat umum. Dalam sebuah hadist juga kita dituntut
untuk mencari sahabat sebanyak mungkin dan selalu menyambung silaturahim agar
hidup ini penuh barokah.Namun dalam islam juga ada aturan untuk memilih teman
agar kita sendiri tidak ikut serta dalam kesesatan.seperti hadist berikut:
“seseorang itu bergantung pada agama
teman akrabnya. Maka hendaklah salah seseorang diantara kamu memperhatikan
siapa yang dijadikan teman karab.”( HR tirmidzi )
Kita tau bahwa kita akan serupa dengan
teman yang menjadi teman kita. Maka itu pandailah kita memilih teman yang mau
dijadikan teman. Kita akan medapatkan apa-apa yang menjadi nilai dari
teman kita berupa akhlak dan ilmu yang serupa dari teman kita. Kiat memilih
teman juga sama halnya dengan memilih akhlak untuk kita sendiri. Jika teman itu
baik akhlaknya maka baiklah juga akhlak kita.
Dalam sebuah hadis menyebutkan ;
“perumpamaan teman duduk yang baik dan
yang buruk ialah seperti pembawa minyak kasturi dan peniup cerobong api.
Pembawa minyak kasturi adakalanya memberimu dan adakalanya engkau membeli
darinya atau engkau akan mendapatkan aroma yang harum daripadanya. Sedangkan
pembawa cerobong api adakalanya membakar pakaianmu dan adakalanya engkau akan
mendapat bau yang busuk”. ( HR Buhari )
Hadist diatas inilah yang harus menjadi
pedoman kita untuk memilih siapa yang akn menjadi teman kita. Teman kita
diibaratkan tingkah kita yang akan datang sesudah berteman dengannya. Ada
sebuah syair yang menuliskan kata .” Bayangan mu
tentang teman mu adalah sama halnya dengan mu.” Atau dengan kata
mutiara lama . “kamu dan teman mu adalah seperti kamu dengan bayangan mu
sendiri.” Maka hal ini lah yang menjadikan sesuatu itu lebih disadari untuk
memilih teman yang akan dijadikan teman kita.
Sesungguhnya siapa yang suka bergaul
dengan orang kaya,akan ditambah rasa cinta kepada dunia. Siapa yang suka
bergaul dengan orang miskin,akan ditambah rasa syuqur dan ridha kepada Allah.
Siapa saja yang suka bergaul dengan lawan jenis (bukan muhrim ),akan diambah
syahwat. Siapa saja suka bergaul dengan anak kecil,akan ditambah kesukaannya
bermain-man dan bersenda gurau. Siapa saja yang suka bergaul dengan orang fasik,akan
berani berbuat dosa. Siapa yang suka bergaul dengan orang sholeh,akan
ditambahkan juga keimanannya. Dan barang siapa yang bergaul dengan para
ulama,akan ditambahkan pemahaman ilmunya.
“janganlah kamu bersahabat kecuali
dengan orang yang beriman” (HR Daud )
Tidak ada komentar:
Posting Komentar