INJIL DIDACHE
Injil
Prespektif Baru Yang Terungkap di Yerusalem,
Memuat 20 Butir Kabar Gembira Tentang Nabi Muhammad.
Memuat 20 Butir Kabar Gembira Tentang Nabi Muhammad.
PENGANTAR PENERBIT
NABI
Muhammad Shallallahu
Alaihi wa Sallam diutus oleh Allah Subhanahu
wa Ta'ala sebagai penyempurna akhlak (etika), rahmat bagi
alam semesta serta penutup para Nabi dan Rasul. Hal ini tentu mempunyai
indikasi yang kuat; baik tentang kabar gembira mengenai kedatangannya yang
telah disampaikan oleh Nabi-nabi terdahulu, maupun bukti-bukti kebenarannya.
Bumi berputar, waktu bergulir dan zaman telah berubah, namun bukti-bukti yang
sangat menakjubkan tentang kebenaran Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam tidak pernah surut, bahkan semakin kuat.
Ajaran yang
disampaikan oleh Nabi Musa dan Nabi Isa Alaihissalam selalu menekankan tentang akan datangnya Nabi yang
diimpiimpikan untuk membebaskan dunia dan bangsa-bangsa dari penindasan dan
kezhaliman. Di dalam lima Kitab Taurat yang menyebutkan tentang nubuat-nubuat, semuanya menunjuk kepada Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam. Jadi, Nabi yang dinanti-nanti itu bukan Nabi Isa Alaihissalam, melainkan beliau adalah Nabi yang agung yang diutus
oleh Tuhan pada waktunya untuk menyampaikan kabar gembira tentang Nabi Muhammad
Shallallahu
Alaihi wa Sallam. Dia dan Yahya-yang terkenal di kalangan Kristen dengan nama Yohanes Pembaptis - Alaihissallam, bukan
Al-Masih Pemimpin. Keduanya adalah AI-Masih biasa.
Berangkat dari sinilah MUHAMMAD ZAINUDDIN, S.Pd terpanggil untuk mengangkat dan membahas kembali tentang Injil Didache. Saya ingin menjelaskan
keshahihan Injil Didache seperti sebelumnya, menjelaskan keshahihan Injil
Barnabas. Pertanyaannya kemudian, kenapa harus INJIL DIDACHE? Apa urgensinya membahas Injil ini dan di mana letak relevansinya dengan
bukti kebenaran Rasulullah Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam?
Injil yang diterjemahkan ke dalam bahasa Arab dan
dimuat dalam majalah "Al-Muqtathaf" ini, memuat tentang "Dua Puluh Butir Kabar Gembira" tentang Nabi
Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam. Baik penulis INJIL DIDACHE maupun pengkaji Injil tersebut mempunyai keyakinan seperti itu bukannya
tanpa bukti, karena mereka mempunyai beberapa data yang valid tentang kabar
gembira itu. Mulai dari pembahasan kabar gembira pertama tentang kerajaan surga
sampai kabar gembira kedua puluh tentang permohonan kepada Tuhan untuk
memperlihatkan kemuliaan-Nya, semuanya menguatkan eksistensi Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam.
Selain itu penuLis juga memaparkan bukti-bukti kongkrit tentang validitas kabar gembira itu, di antaranya:
Pertama, semua kitab samawi (baik Taurat maupun Injil) menyebutkan bahwa Al-Masih Pemimpin adalah sosok yang mampu meruntuhkan Kekaisaran Romawi.
Sedangkan tidak ada di antara Nabi Musa dan Isa Alaihissalam yang mengalahkan Kekaisaran
Romawi, melainkan keruntuhannya pada zaman Nabi Muhammad.
Kedua, Injil Didache
tidak menyatakan bahwa Nabi Isa Alaihissalam adalah Nabi yang akan diutus di akhir zaman. la justru menyebutkan bahwa
penganut Kristen yang tidak mengimani Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam akan dikutuk, sedangkan penganut
Kristen yang mengimaninya akan menjadi orang kudus (suci).
Ketiga, Sebutan orang Kristen (AI-Masihi) baru diberikan kepada murid-murid
Yesus (An-Nashara) setelah AI-Kitab diubah pada Konsili Niqiyyah tahun
325 M. Sebab, berdasarkan bahasa mereka, Al-Masih adalah julukan bagi Nabi
Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam, serta di dalam Injil Matius: 23 dan seterusnya, Isa Alaihissalam juga mengabarkannya dengan julukan
AI-Masih. Pada waktu itu, para pengikut Yesus disebut orang-orang Nasrani (Nashraniyyun), bukan orang-orang Kristen
(Masihiyyun). Setelah AI-Kitab diubah, barulah mereka dikenal dengan sebutan
orang-orang Kristen. Dengan demikian, tidak disebutkannya kata `orang Kristen'
di dalam DIDACHE menunjukkan bahwa ia ditulis sebelum terjadi
pengubahan terhadap AI-Kitab.
Keempat, orang-orang Yahudi
memberikan sebutan `Mesias' atau `AIMasih Pemimpin' kepada Nabi yang ditunggu-tunggu
yang akan datang seperti Musa. Mereka mengatakan bahwa julukan "Anak
Tuhan" dan julukan `Tuhan' di dalam Mazmur adalah julukan-julukan Nabi itu. Julukan "Anak Manusia" di dalam Kitab Daniel pun merupakan julukannya. Ingatah akan hal ini, dan ingatlah bahwa murid-murid
Yesus sepakat akan hal ini. Kemudian, ingatlah bahwa Isa Alaihissalam di dalam Injil-injil Kanonik
menolak julukan AI-Masih Pemimpin bagi dirinya, bahkan ia menafikan kedatangan
AI-Masih Pemimpin dari kalangan orang-orang Yahudi. Dia menjelaskan bahwa
Al-Masih Pemimpin itu akan datang dari Bani Ismail.
Masih banyakbukti-bukti dan fenomena yang menunjukkan bahwa Nabi terakhir
yang ditunggu-tunggu dan pemimpin para rasul adalah Rasulullah Muhammad Shallallahu
Alaihi wa Sallam, sebagaimana yang dieksplorasi dalam buku ini.
Pembaca budiman, buku ini sangat bermanfaat bagi kita umat manusia untuk
melacak otentisitas ajaran dan kebenaran tentang Nabi Muhammad Shallallahu
Alaihi wa Sallam. Semoga kehadiran buku ini semakin menambah khasanah
cakrawala intelektual kita. Amin.
|
KATA
PENGANTAR
|
Prof. DR. Abdul Qadir Sayyid Ahmad
Penulis Buku "Afalaa Yatadabbaruuna Al-Qur'an"
dan Mantan Dekan FakuItas Farmasi Universitas Kairo
SEGALA puji bagi Allah Subhanahu wa Ta'ala yang
berfirman,
"Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda kekuasaan Kami di
segenap ufuk dan di dalam diri mereka sendiri."
(Fushahilat: 53)
Allah juga
berfirman,
"Katakanlah, Al-Qur'an itu
diturunkan oleh Allah yang mengetahui rahasia di langit & di bumi."
(Al-Furqan:
6)
Shalawat dan salam kepada
junjungan kita, Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam, dan orang-orang yang mengambil
petunjuk dari ajarannya sampai Hari Kebangkitan.
Risalah AI-Masih Alaihissalam adalah
kabar gembira tentang kedatangan Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam yang disebarkannya kepada
orang-orang Yahudi. Dia memilih Rasul-rasul di antara para pengikutnya untuk
menyampaikan kabar itu ke pefbagai kota di Kerajaan Romawi dan sekitarnya.1] Pada saat itu, masyarakatmasyarakatYahudi di kota-kota Kerajaan Romawi
dan sekitarnya memiliki rumah-rumah ibadah khusus. Di sanalah para orang-orang
tua2] Yahudi mengajarkan Perjanjian Lama -- yang mereka
anggap Taurat -- dan melaksanakan ritual-ritual doa mereka. Di kota-kota itu juga ada para
penyembah berhala.3] Karena itulah, AI-Masih melarang keras para utusannya memakan daging
binatang yang disembelih tanpa menyebut nama Tuhan.
Ketika memasuki suatu desa, para
utusan itu segera menanyakan rumah-rumah ibadah orang-orang Yahudi, mencari
ahli-ahli agamanya untuk berdiskusi tentang Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam, dan mendebat dengan sengit
orang-orang yang menentang mereka. Penguasa dan penduduk setempat pun
mengetahui perdebatan dan pertentangan di antara mereka itu, lalu meminta
mereka semua datang untuk menjelaskan duduk perkaranya. Perdebatan itu dapat
berlangsung selama berhari-hari, sampai semua orang mengetahui dakwah mereka.
Jika para orang tua Yahudi setempat menerima dakwah mereka, maka mereka
mendirikan perkumpulan gereja (majma': synod) di sana. Sedangkan
jika para orang tua itu menolak, mereka keluar dari kota tersebut dengan
keyakinan telah menyampaikan risalah AI-Masih seperti yang mereka ketahui.
Saya bertanya, apakah kitab-kitab
Injil yang dipegang orang-orang Kristen ditulis pada masa hidupnya Al-Masih? Menurut mereka, Injil-injil itu ditulis setelah perang antara
Titus dari Romawi dengan bangsa Yahudi pada tahun 70 Masehi. INJIL DIDACHE, yaitu ajaran AI-Masih Isa Alaihissalam kepada bangsa-bangsa4] tentang
dakwahnya melalui para utusan, juga ditulis pada periode itu. Seperti yang
mereka katakan, dan saya sepakat dengan mereka, Injil Matius yang asli telah
hilang. Tetapi, INJIL DIDACHE yang asli tidak hilang, sehingga dari perspektif ini, ia dapat dianggap
sebagai naskah yang sangat penting dan belum mengalami perubahan.
Ahli-ahli agama Kristen di
pelbagai negara telah mengkaji INJIL DIDACHE, namun belum ada seorang pun penulis muslim yang mengkajinya. Apabila kami
membandingkan seorang penganut Kristen yang telah menulis kajian terhadap Injil
ini dengan DR. Asy-Syaikh Ahmad Hijazi AsSaqa, catatan pertama yang
dapat kami berikan adalah: kedua-duanya meyakini bahwa naskah ini membuktikan
kebenaran pendapat mereka masing-masing, dan untuk itu keduanya telah
memperlihatkan pengetahuan yang sangat luas. Di manakah posisi kaum muslimin
saat Injil Bamabas dulu ditemukan? Zaman jelas telah berubah, dan zaman pun
akan memperlihatkan bukti-bukti yang sangat menakjubkan tentang kebenaran Nabi
Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam.
INJIL DIDACHE tidak menyatakan bahwa Nabi Isa Alaihissalam adalah tuhan, selain Allah. Ia juga tidak
menyatakan bahwa Isa Alaihissalam
adalah Nabi yang akan diutus di akhir zaman. Doktrin inti ajaran Kristen, yaitu
penebusan dosa manusia dengan darah AI-Masih, juga tidak disebutkan di dalam
Injil ini. Ia justru menyebutkan kebalikannya, yaitu penganut Kristen yang
tidak mengimani Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam akan dikutuk, sedangkan penganut
Kristen yang mengimaninya akan menjadi orang kudus (suci).
INJIL DIDACHE tidak terhindar dari pemotongan. Di dalam bagian yang berisi nubuat
tentang akhir masa berlakunya syariat Yahudi, AI-Masih Alaihissalam menyebutkan
nubuat-nubuat dari Perjanjian Lama tentang Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam. Namun, naskah tersebut telah
dipotong. Orang yang cerdas tentu paham, pemotongan keterangan tentang
nubuat-nubuat itu demi tujuan-tujuan keagamaan tertentu.
Injil ini membuktikan bahwa Injil
Al-Masih yang dikutip oleh para penulis Injil telah hilang. la merujuk Injil AI-Masih
dengan frase "Berdasarkan Injil." Tapi, orang-orang Kristen
menafsirkan frase tersebut - yang membuktikan AI-Kitab yang
mereka yakini sebagai referensi agama itu telah hilang - sebagai
perujukan kepada Injil Matius. Jika benar demikian, siapa sih sebenamya yang
ada terlebih dahulu dan siapa yang belakangan? Apa mungkin Matius menjadi bukti
bagi kebenaran AI-Masih? Seharusnya, Matiuslah yang meminta bukti kebenaran
dirinya kepada AIMasih. Penafsiran mereka tersebut membuat murid menjadi guru
dan guru menjadi murid. Itu tidak berguna di dalam debat, sehingga
dakwaan - Injil AI-Masih telah hilang - tetap tak terbantah.
INJIL DIDACHE menjelaskan bahwa gereja-gereja didirikan untuk mengingatkan tentang Nabi
Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam dan perang yang akan dia lakukan
dalam membinasakan orang-orang Yahudi yang mengingkarinya, dan para pendeta
muncul untuk menyerukan keimanan kepadanya.
Klaim orang-orang Kristen bahwa
misi para pendeta itu adalah menyerukan kedatangan kembali Al-Masih, tidak
dapat dibenarkan orang yang berakal. Sebab, kedatangan Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam terjadi pada waktu runtuhnya
kekuasaan Romawi di Palestina. AlMasih tidak muncul pada saat kekaisaran
Romawi itu runtuh, dan bukan dia yang meruntuhkannya, sementara di dalam
kitab-kitab suci mereka disebutkan, berdirinya kerajaan Yahudi di Palestina
tidak sah kecuali setelah Al-Masih muncul, dan hal itu terjadi setelah
kekaisaran Romawi runtuh.
INJIL DIDACHE sesuai dengan Keempat Injil - di samping dalam nubuat-nubuatnya
tentang Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam juga dalam seruan terhadap akhlakyang mulia, dan Al-Masih Alaihissalam adalah pembenar kitab suci yang telah ada. INJIL DIDACHE juga mempunyai kesesuaian dengan Injil Bamabas dalam hal-hal tersebut.
Yang menarik, Barnabas
meriwayatkan dari AI-Masih pengharaman makanan-makanan yang dipersembahkan bagi
berhala. INJIL DIDACHE pun meriwayatkan demikian. Kedua Injil itu ditulis sebelum Paulus
menghalalkan para pengikutnya untuk memakan daging persembahan bagi berhala.
Hal ini membuktikan kebenaran dan ketuaan keduanya.
Orang-orang Nasrani harus
menerima kebenaran Injil Didache ini, lalu menyerahkan diri mereka kepada Tuhan
semesta alam. Kita, kaum muslimin, menyeru mereka kepada agama Islam, agar kita
mendapatkan pahala dua kali. Sekiranya kita tidak suka jika mereka mendapatkan
kebaikan, maka klta akan membiarkan mereka dan tidak akan berdakwah kepada
mereka.
Allah Subhanahu
wa Ta'ala berfirman,
"Demikianlah kamu, menyukai mereka, padahal
mereka tidak menyukaimu, dan kamu beriman kepada kitab-kitab suci semuanya.
Apabila mereka menjumpaimu, mereka berkata: Kami beriman, dan apabila mereka
menyendiri, mereka menggigit ujung jari lantaran marah bercampur benci
terhadapmu."
(Ali Imran: 119 118)
DR. Ahmad
Hijazi As-Saqa tidak menyimpan-nyimpan tenaga dalam menetapkan
kenabian Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam dari dalam kitab-kitab suci para Ahlul Kitab. Beliau menjelaskan keshahihan
INJIL DIDACHE seperti sebelumnya, menjelaskan keshahihan Injil Bamabas. Kami berdoa
semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala
membalas upaya beliau tersebut. INJIL DIDACHE diterjemahkan ke dalam bahasa Arab dan dimuat dalam majalah "AI-Muqtathaf," dan Allah Subhanahu wa Ta'ala telah mengilhami
beliau untuk mengetahui Injil ini dikarenakan hikmah yang diketahui oleh-Nya
saja.
Akhirnya, segala puji bagi Allah Subhanahu wa Ta'ala atas nikmat iman dan
Islam. Semoga Allah membimbing dan meluruskan kita dan kaum muslimin semuanya.
"Saya hanya menginginkan usaha perbaikan selama saya masih
berkesanggupan. Tidak ada bimbingan bagi saya melainkan dengan pertolongan
Allah. Hanya kepada Allah saya bertawakkal dan kepadaNyalah saya
kembali."
(Hud:88)
Prof. DR. Abdul Qadir Sayyid Ahmad
Prof. DR. Abdul Qadir Sayyid Ahmad
Mantan Dekan
Fakultas Farmasi Universitas Kairo
Murid-murid Yesus adalah Simon yang
juga diberinya nama Petrus, Andreas saudara Simon, Yakobus, Yohanes, Filipus,
Bartolomeus, Matius, Tomas, Yakobus anak Alfeus, Simon yang disebut orang
sebagai Zealot, Yudas anak Yakobus, dan Yudas Iscariot. Lihat Lukas, 6: 13-16.
- Penj.
2.Para orang tua, atau para tetua, adalah tesjemahan dari kata'ulama, mereka adalah para pemimpin agama Yahudi.-Penj.
3.Terkadang penerjemah menggunakan ungkapan orang-orang yang fidak mengenal Tuhan untuk kata watsaniyyun (para penyembah berhala).-Penj.
4.Yang, dimaksud dengan bangsa-bangsa, atau gentile, adalah orang-orang non-Yahudi. Penj
2.Para orang tua, atau para tetua, adalah tesjemahan dari kata'ulama, mereka adalah para pemimpin agama Yahudi.-Penj.
3.Terkadang penerjemah menggunakan ungkapan orang-orang yang fidak mengenal Tuhan untuk kata watsaniyyun (para penyembah berhala).-Penj.
4.Yang, dimaksud dengan bangsa-bangsa, atau gentile, adalah orang-orang non-Yahudi. Penj
Bismillahirrohmanirrahim
Segala puji
bagi Allah Subhanahu wa Ta'ala,
Tuhan alam semesta. Shalawat dan salam kepada "Sang Penutup" para
Nabi, keluarganya, dan semua sahabatnya.
Injil-injil Muqaddas
menurut orang-orang Kristen ada empat, yaitu Injil Matius, Markus, Lukas,
dan Yohanes. Pernah muncul sebuah Injil yang mereka tolak, yaitu Injil Bamabas,
karena di dalamnya disebutkan bahwa "Nabi Muhammad adalah Rasulullah
(utusan Tuhan)."
Sekarang
muncul Injil baru, serupa dan setua Injil Bamabas, yaitu INJIL DIDACHE. Kami memandang perlu memunculkannya di
perpustakaanperpustakaan Islam, karena orang-orang Kristen telah
memunculkannya di perpustakaan-perpustakaan mereka. Mereka mengatakan, di akhir
Injil ini terdapat kekurangan -dan kekurangan itu disengaja- tepatnya pada pembicaraan Al-Masih Alaihissalam tentang "Nabi
yang akan datang setelah dirinya" untuk mendirikan Kerajaan Surga. Mereka
menafsirkan bahwa Nabi yang akan datang itu adalah AI-Masih Isa bin Maryam pada
kedatangannya di akhir zaman.
Siapa yang akan percaya bahwa Isa akan turun di akhir zaman, sementara ia
membaca di dalam Injil Yohanes, "Saya tidak akan kekal di dunia,
sedangkan mereka akan tetap ada di dunia. Saya akan datang kepada Bapa, dan
kalian tidak akan melihat saya."
Di dalam terjemahannya yang lain,
"Saya tidak ada lagi di dalam dunia, sedangkan mereka masih ada di dalam dunia." (Yohanes 17: 11)
"Saya pergi kepada Bapa dan kamu tidak melihat saya lagi." (Yohanes 16:10)
Di dalam terjemahannya yang lain,
"Saya tidak ada lagi di dalam dunia, sedangkan mereka masih ada di dalam dunia." (Yohanes 17: 11)
"Saya pergi kepada Bapa dan kamu tidak melihat saya lagi." (Yohanes 16:10)
Di dalam Taurat, Kerajaan Surga berdiri setelah
kekuasaan Kekaisaran Romawi di Tanah Palestina runtuh. Ia runtuh pada Yaum
ArRabb (Hari Tuhan) di tangan kaum muslimin pada zaman Umar bin
AlKhathab Radhiyallahu Anhu pada Perang Armagedon yang dikenal
juga dengan Perang Yarmuk.
Nabi Isa Alaihissalam berpesan kepada
orang-orang yang hendak berdoa untuk membaca, "Bapa kami yang ada di
surga. Dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu..." Demikian di
dalam INJIL DIDACHE.
"Wahai
Bapa, Tuhan kami. Dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu pada
kami..." Demikian di dalam Injil Barnabas.
"Bapa kami
di surga, dikuduskanlah nama-Mu, datanglah KerajaanMu ...." Demikian di dalam Injil Lukas.
"Bapa kami
di surga. Dikuduskanlah nama-Mu, datanglah KerajaanMu ...." Demikian di dalam Injil Matius.
Jadi, INJIL DIDACHE, Bamabas, Lukas, dan Matius sepakat bahwa Kerajaan Surga datang setelah
Nabi Isa Alaihissalam.
Waktu kedatangannya pun ditentukan, yaitu di akhir masa Kekaisaran Romawi.
Kaum muslimin telah meruntuhkan kekaisaran itu. Jadi, mengapa orang-orang
Yahudi dan Kristen beromong kosong dengan mengatakan bahwa Kerajaan Surga belum
datang?!
Hari Tuhan
Di dalam Taurat Musa dan Kitab
Nabi-nabi dijelaskan bahwa Nabi yang ummi (tidak bisa baca-tulis), yang
datang setelah Musa, akan melancarkan perang terhadap orang-orang Yahudi yang
mengingkarinya, dan membinasakan mereka pada hari-hari pertama kemunculannya. AIMasih Isa Alaihissalam memerintahkan para pengikutnya untuk berjagajaga dan bersiap-siap demi
hari tersebut, supaya mereka tidak binasa. la pun membuat peringatan agar
mereka tidak melupakan hari itu, yaitu dengan mengadakan perkumpulan secara
teratur, sambil membawa roti dan mengucapkan doa-doa bagi Tuhan, lalu
memotong-motong dan membagi-bagikannya, membawa anggur serta mengucapkan
doa-doa bagi Tuhan, lalu membagi-bagikannya, sebagaimana dilakukan para sufi
muslim pada saat berkumpul untuk berzikir kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala.
Doa-doa tersebut menunjukkan bahwa AI-Masih adalah perantara untuk mengenalkan
Kerajaan Tuhan, bukan pemilik kerajaan itu.
Perhatikan perkataannya,
"Ketika kalian berkumpul pada Hari Tuhan," atau demi Hari Tuhan.
(Hari Tuhan adalah kebinasaan orangorang Yahudi yang mengingkari Nabi Muhammad
ShaIlallahu Alaihi wa Sallam, bukan hari Sabtu ataupun hari Minggu - Penj.) Itu dikarenakan hari Sabat adalah hari untuk berdoa, sehingga pada hari
itu mereka akan berkumpul, baik diperintahkan atau tidak, karena hari itu
adalah hari pertemuan kudus, hari doa bersama, dan Nabi Isa diutus tidak untuk
membatalkan hukum tersebut. Tapi, orang-orang Kristen beromong kosong dengan
mengatakan bahwa yang dimaksud dengan Hari Tuhan adalah hari Minggu. Bukti
bahwa maksud AI-Masih adalah berjaga-jaga dan bersiap-siap demi Hari Tuhan
adalah ia berdalil dengan nubuat Malakhi, yaitu nubuat tentang
Hari Tuhan di dalam Taurat.
Di antara penjelasan
IsaAlaihissalam tentang Hari Tuhan adalah, "Berjaga-jagalah demi hidup
kamu. Janganlah kamu memadamkan pelitapelita dan janganlah kamu melonggarkan
ikat pinggang. Tetapi bersiap-siaplah, karena kamu tidak mengetahui waktu
tuhan kita datang." Ia menasehati orang-orang Yahudi agar menerima Nabi
selain dirinya. Alasannya, ia mengatakan, "Karena kamu tidak tahu saat
tuhan kita datang." Yang ia maksud dengan tuhan kita (rabbuna)
adalah tuan kita (sayyiduna), yaitu Nabi yang akan datang. Jika yang ia maksud adalah dirinya sendiri,
ia tentu akan mengatakan, "Waktu saya datang."
Penjelasan AI-Masih yang lain,
"Iman kamu pada setiap zaman tidak akan berguna, jika pada waktu terakhir
kamu tidak menjadi orang-orang yang sempurna." Waktu terakhir adalah
penghujung kenabian dan kerajaan Bani Israel, dan permulaan kenabian dan
kerajaan Bani Ismail, karena kedua hal itu; yaitu kenabian dan kerajaan, adalah
`berkat' bagi Nabi Ibrahim Alaihissalam,
pertama bagi Ishaq, lalu bagi Ismail.
Penjelasan
Al-Masih yang lain, "Orang-orang yang sabar dalam keimanan, akan terbebas
dari kutukan ini." Kutukan adalah sifat khusus bagi Yahudi, sebagaimana
terdapat dalam Mazmur:119.
Penjelasan
AI-Masih yang lain, "Fada saat itu muncullah tanda-tanda kebenaran."
Kebenaran adalah salah satu gelar Nabi yang ummi yang akan datang ke dunia,
yang disebut di dalam Manuskrip Gua Qumran (Dead Sea Scrolls). Manuskrip
ini menyebutkan tiga nubuat tentang kebinasaan orangorang Yahudi yang mengingkari
Nabi yang ummi itu pada Hari Tuhan, pada hari-hari pertama kemunculannya,
yaitu:
1. Nubuat terbukanya
langit.
2. Nubuat suara
sangkakala.
3. Nubuat bangkitnya
orang-orang mati.
Orang-orang
Kristen mengatakan, mereka tidak mengerti makna nubuat terbukanya langit. Mereka berdusta saat mengatakan hal itu, karena nubuat-nubuat tersebut terdapat di dalam Kitab Yesaya untuk menunjukkan binasanya orang-orang Yahudi yang
mengingkari Nabi Muhammad pada Hari Tuhan. Mereka juga bingung dalam menafsirkan
kebebasan dari kutukan. Mereka mengatakan, yang terkutuk di atas salib adalah
AI-Masih. Perkataan itu salah, karena orang yang beriman kepada Nabi yang akan
datang itu tidak akan terkutuk, sedangkan orang yang tidak beriman kepadanya
akan terkutuk. Di dalam Zabur (Mazmur-Penj.) disebutkan,
"Engkau menghardik orang-orang yang sombong, yang terkutuk, yang
menyimpang dari wasiat-wasiat-Mu." (Mazmur, 119: 21) Hardikan itu hanya
bagi orang yang tidak beriman dan yang terkutuk. Kemudian, AIMasih Isa Alaihissalam mengatakan bahwa kebanyakan orang Yahudi tidak
bebas dari kutukan, karena kebanyakan dari mereka tidak beriman kepada Nabi
tersebut. Tetapi, sebagian akan beriman, dan mereka inilah orangorang
terpilih, sebagaimana dikatakan Zakaria, "Tuhanku akan datang, dan semua
orang kudus bersama-Mu." Maksudnya Nabi Tuhan akan datang, diiringi
orang-orang yang terpilih.
Al-Masih mengatakan, "Pada
saat itu, alam memandang Tuhan datang di atas awan-awan di langit,"
sebagaimana dikatakan Nabi Daniel di dalam ayat: 7.
Kami akan menjelaskan nubuat-nubuat tersebut di dalam komentarkomentar terhadap teks INJIL DIDACHE, dan merujukkan masing-masing nubuat kepada asalnya di dalam
Taurat.
Pendeta Koptik yang telah menyunting INJIL DIDACHE, yang namanya tidak disebutkan, namun karyanya menunjukkan bahwa ia
memiliki pengetahuan yang luas, mengatakan sebagai berikut, "Baris-baris
terakhir DIDACHE di dalam Manuskrip Yerusalem tidak lengkap." Apa penyebab tidak
lengkapnya pasal nubuat Nabi yang ditunggu-tunggu, padahal tujuan dakwah AI-Masih adalah
memunculkan dan menerangkan nubuat-nubuat itu, dan untuk
menunjukkan orang yang dimaksudkannya?! Mengapa ketidak sempurnaan itu justru ada pada bagian tersebut?!
Pendeta ini menjawab, "Kitab Al-Marasim Ar-Rasuliyah (Apostolic
Constitutions) menyatakan bahwa bagian yang hilang adalah: Pada
saat itu, tuhan datang dan orang-orang kudus bersama-nya, disertai gempa, di
atas awan, dengan kekuatan malaikat-malaikatnya, di atas singgasana kerajaannya
..." juga bagian-bagian lain yang senada dengan hal itu.
Yang dimaksud dengan tuhan (ar-rabb)
adalah tuan (as-sayyid), yaitu Nabi yang ditunggu-tunggu, sedangkan
orang-orang kudus adalah pengikutnya yang terpilih. Gempa adalah kiasan bagi
sengifiya peperangan pada Hari Tuhan. Di atas awan adalah kiasan bagi keluhuran
dan keagungan Nabi itu, dan malaikat adalah kiasan bagi sahabat-sahabat dan
pengikut-pengikutnya.
Hal ini akan saya jelaskan lebih lanjut.
Dari pembahasan kami tersebut
jelas bahwa DIDACHE menunjukkan kedatangan Nabi Muhammad ShaIlallahu Alaihi wa Sallam dengan beberapa alasan:
Pertama, Taurat berbicara tentang Nabi yang akan muncul setelah Nabi Musa Alaihissalam di dalam
Kitab Ulangan: 18, yaitu: "Tuhan, Tuhanmu, akan membangkitkan seorang Nabi
dari kalanganmu, dari saudara-saudaramu, seperti saya. Oleh karena itu kamu harus
mendengarkannya."
Kedua, Injil Yohanes ayat pertama menjelaskan bahwa Nabi itu belum muncul pada
masa Yahya Al-Ma'madan (John the Baptist: Yohanes Pembaptis) dan Isa Alaihissalam, sebab
mereka (orang-orang Lewipenj. ) bertanya kepada Yohanes Pembaptis,
"Apakah engkau Nabi yang akan datang?" lalu ia menjawab,
"Bukan."
Ketiga, Yohanes Pembaptis dan Nabi Isa Alaihissalam, seperti yang disebutkan oleh
semua Injil, menyerukan dekatnya Kerajaan Surga, yang oleh Taurat dikatakan akan berdiri setelah Kerajaan
Romawi.
Keempat, Nabi Isa Alaihissalam
berkata kepada para pengikutnya, "Berikanlah kepada kaisar apa yang wajib
kamu berikan kepada kaisar dan kepada Tuhan apa yang wajib kamu berikan kepada
Tuhan!" la tidak memerangi Kekaisaran Romawi, tidak menaklukkan satu pun
negeri yang dikuasai Romawi, tidak merebut sejengkal pun tanah Romawi, dan Kekaisaran
Romawi tetap berdiri setelah kematiannya sampai diperangi oleh kaum muslimin.
Di dalam Taurat disebutkan, Nabi yang akan datang
akan melancarkan perang yang sengit kepada orang-orang yang menentangnya untuk
membinasakan mereka dan membersihkan bumi dari mereka, sebagaimana bumi telah
dibersihkan dengan banjir Nabi Nuh Alaihissalam. Yang membersihkan bumi pada Hari Tuhan
adalah kaum muslimin.
Kelima, tanda-tanda Hari Tuhan telah disebutkan oleh pengarang DIDACHE, seperti disebutkan oleh Injil-Injil lain.
Demikian. Tuhan-lah Pemberi bimbingan.
INJIL DIDACHE ATAU AJARAN RASUL RASUL
NASKAH Injil Didache, atau
Ajaran AI-Masih kepada bangsa bangsa melalui Dua Belas Rasul, ditemukan di
dalam manuskrip berbahasa Yunani satu-satunya pada tahun 1871 M. Waktu
penulisannya berkisar pada akhir abad pertama atau awal abad kedua Masehi, dan
ia diperkirakan lebih tua daripada Injil Yohanes.
Isi Injil Didache
- Pasal 1-6: perilaku orang Kristen (dua jalan).
- Pasa 7-10: bagian liturgi, atau ritual, berisi ajaran tentang pembaptisan (pasal 7), puasa dan shalat (pasal 8), perjamuan Ekaristi dan memotongmotong roti (pasal9 dan 10).
- Pasal 10 dan 11: hirarki gereja.
- Pasa 16: menunggu kedatangan Tuhan.
Kami akan memaparkan teks Injil
Didache5] selengkapnya
terlebih dulu, agar pembaca rnemiliki pijakan untuk melanjutkan kajian terhadap naskah
ini.
Teks Injil Didache:
(Ajaran AI-Masih kepada Bangsa-bangsa Melalui Dua Belas Rasul)
pasal: 1,2,3,4,5,6,7,8,9,10,11,12,13,14,15,16
pasal: 1,2,3,4,5,6,7,8,9,10,11,12,13,14,15,16
1.1 Ada dua jalan, yaitu jalan
kehidupan dan jalan kematian. Perbedaan antara kedua jalan itu sangat besar.
1.2 Jalan kehidupan adalah berikut ini: Pertoma, kasihilah Tuhan, Pt?nciptamu.
Kedua, kasihilah sesamamu seperti dirimu sendiri, dan segala sesuatu yang kamu
tidak inginkan dilakukan terhadap kamu, janganlah kamu melakukannya terhadap
sesamamu.
1.3 Pengajaran dari kata-kata itu adalah berikut ini: berkatilah orang-orang
yang mengutukmu, berdoalah demi musuh-musuhmu, berpuasalah demi orang-orang
yang menindasmu. Karena apa upahnya apabila kamu mengasihi orang yang
mengasihimu? Bukankah bangsabangsa melakukan seperti itu? Tetapi kamu,
kasihilah orang-orang yang membencimu, maka kamu tidak mempunyai musuh.
1.4 Hindarilah nafsu-nafsu jasadi dan ragawi. Siapa yang menampar pipi kananmu,
berikanlah kepadanya pipi kirimu. Maka, kamu menjadi orang yang sempuma. Siapa
yang memaksamu berjalan sejauh satu mil, berjalanlah bersamanya sejauh dua mil.
Apabila seseorang mengambiljubahmu, berikanlah juga mantelmu kepadanya. Apabila
dia mengambil apa yang kamu punyai, janganlah kamu menuntutnya, karena kamu
tidak mampu.
1.5 Kepada setiap orang yang meminta kepadamu, berikanlah. Janganlah kamu
menuntutnya, karena Tuhan Bapa berkehendak memberi nikmat-nikmatNya kepada
semua orang. Beruntunglah orang yang memberi sesuai perintah ini, karena dia
akan menjadi orang yang tidak tercela. Celakalah orang yang mengambil, karena
bila dia memiliki kebutuhan, maka dia tidak bersalah. Tetapi, orang yang tidak
memiliki kebutuhan, dia akan diberi dengan penghitungan, apakah sebabnya dia
mengambil dan apakah tujuannya, sehingga dia berada dalam kesempitan dan
terluka disebabkan perbuatannya, dan dia tidak akan keluar dari keadaan itu
sampai dia membayar peser terakhir.
1.6 Berkenaan dengan hal ini, dikatakan juga: Biarlah shadaqahmu berkeringat
di tanganmu, sampai kamu mengetahui kepada siapa kamu memberikannya.
2.1 Berikut perintah kedua dalam pengajaran ini.
2.2 Janganlah kamu membunuh, je.nganlah kamu berzina, janganlah kamu merusak
anak-anak, janganlah kamu melacur, janganlah kamu mencuri, janganlah kamu
melakukan sihir, janganlah kamu meracun orang, janganlah kamu membunuh janin di
dalam perut dan janganlah juga membunuh anak yang sudah lahir, serta janganlah
kamu menginginkan apa yang dipunyai sesamamu.
2.3 Janganlah kamu mengucapkan sumpah palsu, janganlah kamu mengucapkan
kesaksian dusta, janganlah kamu menggunjing, dan janganlah kamu mengingat-ingat
hinaan yang kamu terima.
2.4 Janganlah kamu menjadi orang yang bercabang pikiran dan bercabang lidah,
karena lidah yang bercabang adalah perangkap kematian.
2.5 Jangan sampai kata-katamu menjadi omong kosong dan kepalsuan, tetapi harus
dipenuhi perbuatan.
2.6 Janganlah kamu tamak terhadap harta, jangan merampok, jangan munafik, jangan
membanggakan diri, dan jangan sombong. Di samping itu, janganlah kamu bemiat
jahat terhadap sesamamu.
2.7 Janganlah kamu membenci seseorang, tetapi insafkanlah sebagian orang, dan
berdoalah untuk sebagian yang lain, dan kasihilah sebagian yang lain itu
melebihi dirimu sendiri.
3.1 Anakku, menjauhlah dari semua kejahatan dan dari semua yang menyerupainya.
3.2 Janganlah kamu menjadi pemarah, karena kemarahan membawa kepada
pembunuhan. Janganfah kamu menjadi pencemburu, gemar permusuhan, dan lekas
marah, karena semua itu menyebabkan pembunuhan.
3.3 Anakku, janganlah kamu mengikuti nafsu, karena nafsu membawa kepada
perzinaan, dan janganlah kamu berkata-kata cabul dan bermata jalang, karena
dari semua itulah terlahir rupa-rupa perzinaan.
3.4 Anakku, janganlah kamu mengambil pertanda baik dari burung, karena hal itu
membawa kepada penyembahan berhala. Janganlah kamu menjadi peramal dan tukang
tenung, janganlah kamu melakukan kebiasaan bersuci para penyembah berhala, dan
janganlah kamu ingin melihat atau mendengarnya, karena dari semua itulah muncul
penyembahan terhadap berhala.
3.5 Anakku, janganlah kamu berdusta, karena dusta membawa kepada pencurian,
dan janganlah kamu menjadi pencinta harta dan kehormatan yang semu, karena dari
semua itulah muncul banyak pencurian.
3.6 Anakku, janganlah kamu berkeluh kesah, karena keluh kesah membawa kepada
sumpah serapah, dan janganlah kamu lancang dan berburuk sangka, karena dari
semua itulah muncul banyak sumpah serapah.
3.7 Jadilah kamu orang yang lembut hati, karena orang-orang yang lembut hati
akan mewarisi bumi.
3.8 Jadilah kamu orang yang sangat penyabar, penuh kasih sayang, suka
berdamai, tenang, saleh, dan selalu gemetar karena kata-kata yang kamu dengar.
3.9 Janganlah kamu mengagungkan dan membanggakan diri sendiri, dan janganlah
kamubergauldengan orang orang yang sombong, melainkan bergaullah dengan
orang-orang yang baik dan rendah hati.
3.10 Kamu harus menerima apapun yang terjadi pada dirimu sebagai kebaikan,
karena mengetahui bahwa tidak ada sesuatu pun yang terjadi bukan karena Tuhan.
4.1 Anakku, kamu harus mengingat orang yang menyampaikan firman Tuhan pada
siang dan malam hari, muliakan dia sebagai tuhan, karena di mana saja diucapkan
kata-kata Tuhan, di sana ada Tuhan.
4.2 Kamu harus berusaha setiap hari untuk bertemu dengan orangorang kudus,
supaya kamu terhibur oleh kata-kata mereka.
4.3 Janganlah kamu menyebabkan perpecahan, tetapi kamu harus menanamkan
perdamaian di antara orang-orang yang bermusuhan. Kamu harus memutuskan dengan
adil dan janganlah kamu menahan diri dari beberapa orang dalam menginsafkan
kesalahan.
4.4 Janganlah kamu menjadi orang yang bimbang, apakah sesuatu akan terjadi
atau tidak?
4.5 Janganlah kamu membuka lebar-lebar tanganmu pada saat mengambil dan
merapatkan genggaman tanganm u pada saat memberi.
4.6 Kamu harus memberikan sebagian harta yang kamu miliki dari usaha tanganmu
sebagai penebus kesalahan-kesalahanmu.
4.7 Janganlah kamu ragu-ragu untuk memberi. Jika kamu memberi, janganlah kamu
berkeluh kesah, karena kamu akan mengetahui siapakah Dia Sang Pemberi balasan
yang baik.
4.8 Janganlah kamu menolak orang yang membutuhkan, ajaklah saudaramu dalam
segala sesuatu yang kamu miliki, dan janganlah kamu mengatakan bahwa suatu
barang adalah milikmu sendiri, karena jika kamu bersekutu pada apa yang abadi,
maka lebih pantas jika kamu bersekutu pada apa yang fana.
4.9 Janganlah kamu mengangkat tangan untuk memukul anakmu; laki-laki ataupun
perempuan, tetapi kamu harus mengajarkan mereka sejak dini rasa takut kepada
Tuhan.
4.10 Janganlah kamu menghardik dengan keras budak laki-laki ataupun budak perempuanmu yang berharap-harap kepada Tuhan yang sama, agar mereka tidak
kehilangan rasa takut kepada Tuhan, karena Dia datang bukan untuk disembah
orang-orang terhormat saja, tapi oleh siapa saja yang disiapkan oleh Roh.
4.11 Adapun kamu, para budak sahaya, kamu harus tunduk kepada tuan-tuanmu
seperti kepada Tuhan, yaitu dengan penuh penghormatan dan rasa takut.
4.12 Kamu harus membenci semua kemunafikan dan segala sesuatu yang tidak
disukai Tuhan.
4.13 Janganlah kamu melalaikan perintah-perintah Tuhan, tetapi kamu harus
menjaga apa yang kamu terima tanpa penambahan dan Pengurangan.
4.14 Kamu harus mengakui kesalahan-kesalahanmu di hadapan gereja, janganlah
kamu membaca doa-doa dengan hati yang jahat. Demikianlah jalan kehidupan.
5.1 Inilah jalan kematian. Pertama-tama; la sangat jahat, penuh kutukan,
bermacam-macam pembunuhan, perzinaan, nafsu, perselingkuhan, pencurian,
penyembahan berhala, sihir, meracun orang, perampokan,
kesaksian palsu, kepura-puraan, kemunafikan, kecurangan, kebencian,
pengkhianatan, sikap keras kepala, ketamakan, kata-kata yang salah,
kecemburuan, kelancangan, mengagungkan diri sendiri, membanggakan diri
sendiri, dan membual.
5.2 Orang-orang yang menindas orang-orang yang saleh: membenci kebenaran,
mencintai kebohongan, tidak mengetahui cara membalas kebaikan, tidak mendekati
kebaikan dan keputusan yang adil, begadang bukan untuk kebaikan tapi untuk
kejahatan, menjauhi kerendahhatian dan kesabaran, mencintai kebatilan, menindas
tindakan membalas budi, tidak mengasihi orang-orang miskin, yang tidak merasa
terluka bersama orangorang yang terluka, tidak mengetahui pencipta mereka,
membunuh anakanak, merusak ciptaan Tuhan, berpaling dari orang-orang yang
membutuhkan, membuat cemas orang-orang yang dalam kesusahan, membela orang-orang kaya,
memutuskan kezaliman bagi orang-orang sengsara, melakukan pelbagai kesalahan;
semoga kamu dan anak-anakku selamat dari sifat-sifat itu semuanya.
6.1 Waspadalah kamu, jangan sampai ada orang yang menyesatkanmu dari
pengajaran ini, karena dengan begitu ia mengajarkan apa yang tidakberhubungan
dengan Tuhan.
6.2 Jika kamu sanggup membawa semua beban Tuhan, maka kamu akan menjadi orang
yang sempuma. Sedangkan jika kamu tidak sanggup, maka lakukanlah apa yang kamu
mampu.
6.3 Berkenaan dengan makanan, tanggunglah puasa semampumu, hindarilah dengan
sungguh-sungguh daging persembahan untukberhala, karena itu merupakan
persembahan terhadap tuhan-tuhan yang mati.
7.1 Berkenaan dengan pembaptisan, baptislah dengan cara seperti ini: setelah
apa-apa yang kami katakan terdahulu, baptislah dengan nama Tuhan Bapa, Anak dan
Roh Kudus, dengan air yang mengalir.
7.2 Apabila kamu tidak mendapatkan air yang mengalir, baptislah dengan air
yang lain. Bila memungkinkan, dengan air dingin, jika tidak, dengan air panas.
7.3 Jika keduanya tidak kamu dapati, maka kucurkanlah air ke kepala tiga kali
dengan menyebut nama Bapa, Anak dan Roh Kudus.
7.4 Sebelum pembaptisan, orang yang akan membaptis hendaknya berpuasa, juga
orang yang akan dibaptis, dan orang-orang lain yang mampu melakukannya, dan
saya memerintahkan kepada orang yang akan membaptis, hendaknya dia berpuasa
selama satu atau dua hari sebelum pembaptisan.
8.1 Jangan kamu berpuasa bersama orang-orang yang munafik, karena mereka
berpuasa pada hari kedua dan kelima setiap minggu. Adapun kamu, berpuasalah
pada hari keempat dan hari persiapan.6]
8.2 Janganlah kamu membaca doa-doa seperti orang-orang munafik, tapi seperti
yang diperintahkan tuan di dalam Injilnya. Maka, berdoalah demikian: "Bapa
kami di surga, dikuduskanlah nama-Mu, datanglah kerajaan-Mu, terjadilah
kehendak-Mu di bumi seperti di surga. Berikanlah kepada kam i makanan kami pada
hari ini untuk persiapan esok hari. Ampunilah kesalahan kami sebagaimana kami
mengampuni orang yang bersalah kepada kami, dan janganlah Engkau membawa kami
ke dalam percobaan, tapi bebaskanlah kami dari orang yang jahat, karena
Engkaulah yang memiliki kekuatan dan kemuliaan sampai selamalamanya."
8.3 Seperti itulah kamu berdoa tiga kali sehari.
9.1 Berkenaan dengan makanan pada Jamuan Ekaristi, berkatilah seperti demikian
(9.2):
9.2 Pertama, sebagai pujian saat memegang cawan, "Kami bersyukur
kepada-Mu, wahai Tuhan Bapa kami, demi pohon anggur Dawud, putra-Mu yang kudus,
yang Engkau perkenalkan kepada kami melalui Yesus, putra-Mu. Engkaulah yang
memiliki kemuliaan sampai selama-lamanya."
9.3 Sebagai pujian saat memotong-motong roti, "Kami bersyukur kepada-Mu,
Tuhan Bapa kami, demi kehidupan dan pengetahuan yang Engkau beritakan kepada
kami melalui Yesus, putra-Mu. Engkaulah yang memiliki kemuliaan sampai
selama-lamanya.
9.4 Sebagaimana roti yang dipotong-potong disebar di atas gunung, kemudian
dikumpulkan sehingga menjadi satu, demikianlah disatukan gereja-Mu dari ujung
bumi sampai kerajaan-Mu, karena Engkaufah yang memiliki kemuliaan dan kekuasaan
melalui Yesus Kristus sampai selamalamanya."
9.5 Tidak seorang pun di antara kamu boleh memakan atau meminum Jamuan
Ekaristi, kecuali orang-orang yang telah dibaptis dengan nama Tuhan, karena
tentang hal ini Tuhan telah berkata, "Janganlah kamu memberikan makanan
yang suci kepada anjing."
10.1 Setelah kenyang, ucapkanlah syukur demikian:
10.2 Kami bersyukur kepada-Mu, Bapa Yang Kudus, demi namaMu Yang Kudus, yang
Engkau tempatkan di dalam hati kami, dan demi pengetahuan, keimanan, dan
keabadian yang Engkau perkenalkan kepada kami melalui putra-Mu, Yesus.
Engkaulah pemilik kemuliaan sampai selama-lamanya.
10.3 Wahai Tuhan yang sangat berkuasa, segala sesuatu Engkau ciptakan demi
nama-Mu. Engkau memberikan makanan dan minuman kepada manusia,
agar mereka nikmati, dan agar mereka bersyukur kepada-Mu. Sedangkan kepada
kami, Kau berikan makanan dan minuman rohani, dan kehidupan abadi melalui
putra-Mu.
10.4 Kami bersyukur kepada-Mu, pertama-tama, karena
Engkau berkuasa. Engkaulah pemilik kemuliaan sampai selama-lamanya.
10. 5 Ingatlah gerejamu wahai Tuhan, agar engkau
menyelamatkannya dari segala keburukan dan menyempumakannya dalam kasih kepadaMu.
Kumpulkan tempat yang kudus itu dari empat mata angin hingga kerajaanmu yang
engkau persiapkan. Karena Engkaulah yang memiliki kekuatan dan kemuliaan sampai
selama-lamanya.
10.6 Datanglah nikmat, pergilah
dunia ini, Hosanna demi tuhan Dawud: siapa yang suci, hendaklah maju, dan siapa
yang tidak demikian, hendaklah bertaubat. Maranatha. Amin."
10. 7 Adapun Nabi-nabi, biarkanlah mereka
mengucapkan doa pujian sebagaimana mereka kehendaki.
11.1 Karena itu, siapapun yang datang dan mengajarkan kalian ajaran-ajaran
tersebut, katakanlah, "Terimalah ia."
11.2 Apabila guru mengubah pengajaran ini dengan pengajaran lain untuk merusak,
makajanganlah kamu mendengarkannya. Sedangkan bila ia mengajar agar kebaikan
dan pengetahuanmu tentang Tuhan bertambah, maka terimalah ia sebagai Tuhan.
11.3 Adapun berkenaan dengan Rasul-rasul dan Nabi-nabi, maka ketahuilah bahwa
berdasarkan pengajaran Injil, maka perintah Tuhan adalah demikian:
11.4 Semua Rasul yang datang kepadamu, terimalah sebagai tuhan.
11. 5 Dia tidak tinggal di rumahmu lebih dari satu hari, atau dua hari jika
terpaksa. Apabila dia tinggal selama tiga hari, dia adalah Nabi palsu.
11.6 Jika Rasul Ifu pergi, maka dia hanya mengambil roti sebagai bekal sampai
dia menemukan tempat menginap yang lain. Sedangkan jika dia meminta uang, maka
dia adalah Nabi palsu.
11.7 Janganlah kamu membawa setiap Nabi yang berbicara atas nama Roh ke dalam
percobaan dan janganlah kamu mengutuknya. Dosadosa itu tidak terampuni.
11.8 Tidak semua Nabi yang berbicara atas nama Roh adalah Nabi, tetapi Nabi
adalah orang yang memiliki perilaku Tuhan. Dari perilakulah diketahui Nabi yang
palsu dan Nabi yang benar.
11.9 Nabi-nabi yang memerintahkan atas nama Roh untuk disiapkan makanan, dia
tidak memakan makanan itu. Jika dia makan, dia adalah Nabi palsu.
11.10 Setiap Nabi mengajarkan kebenaran. Jika dia mengajarkan, tapi tidak
melaksanakan, dia adalah Nabi palsu.
11.11 Setiap Nabi yang benar telah diuji dan melaksanakan rahasia gereja di
dunia. Dia tidak mengajarkan agar semua orang berbuat seperti dirinya.
Maka,janganlah kamu menghakiminya. Karena penghakimannya hanya dilakukan oleh
Tuhan, karena Nabi-nabi terdahulu berbuat seperti itu juga.
11.12 Setiap orang yang berkata atas nama Roh: berilah saya perak atau benda-benda
lain, janganlah kamu mendengarkannya. Tetapi jika dia berkata berikan kepada
sesamamu yang membutuhkan, makajanganlah kamu menghakiminya.
12.1 Setiap orang yang datang dengan nama tuhan, terimalah ia. , Setelah
mengujinya, kamu akan mengenalnya, karena kamu akan memiliki pembeda antara
yang kanan dengan yang kiri.
12.2 Tetapi jika yang datang adalah pengembara, tolonglah semampu kamu, dan
hendaknye dia tidak menginap di rumahmu kecuali dua hari atau tiga hari jika
terpaksa.
12.3 Jika dia ingin menetap di rumahmu, dan dia memiliki keahlian, maka
hendaknya diabekerja untuk mendapatkan makanan.
12.4 Jika dia tidak memiliki keahlian, maka latihlah dia dengan keahlianmu,
karena bagaimana seorang Masehi hidup di antara kamu tanpa pekerjaan?
12.5 Jika dia tidak ingin bekerja, dia adalah orang yang memperdagangkan Kristus.
Waspadailah orang-orang seperti itu.
13.1 Setiap Nabi yang benar, yang ingin menetap di tengah-tengah kamu, berhak
mendapatkan makanannya.
13.2 Begitu juga guru yang benar. Dia juga berha:: mendapatkan makanan seperti
orang yang bekerja.
13.3 Untuk itu, kamu mengambil hasil pertama dari panen buahbuahan dan
tanaman, juga hasil pertama dari perasan susu sapi dan susu kambing, dan kamu
berikan hasil pertama itu kepada Nabi-nabi, karena mereka adalah pimpinan
pendetamu.
13.4 Jika di antara kamu tidak ada Nabi, berikanlah kepada kaum miskin.
13.5 Jika kamu membuat roti, ambillah hasil pertamanya dan berikanlah
kepadanya sesuai perintah.
13.6 Begitu juga jika kamu membuka tempayan anggur atau zaitun, ambillah
sendokan pertamanya dan berikanlah kepada Nabi-nabi.
13.7 Ambillah hasil pertama dari perak dan baju, dan apapun yang kamu miliki,
sesuai kemampuanmu, dan berikanlah sesuai perintah.
14.1 Ketika kamu berkumpul pada Hari Tuhan, potong-potonglah roti dan
ucapkanlah syukur setelah kamu mengakui kesalahan-kesalahanmu, agar daging
sembelihanmu menjadi suci.
14.2 Jangan orang yang bersengketa dengan saudaranya berkumpul bersamamu sampai
mereka berdamai, agar daging sembelihan kamu tidak terkena najis.
14.3 Karena Tuhan berkata: di setiap tempat dan zaman diberikan kepada-Ku
daging sembelihan yang suci, karena saya adalah Raja yang agung, kata Tuhan,
dan nama-Ku dihormati semua manusia.
15.1 Karena itu, angkatlah di tengah-tengah kamu uskup-uskup dan diakon-diakon
yang pantas bagi Tuhan, orang-orang yang lembut hati, bukan para pencinta
harta, orang-orang yang jujur, yang telah diuji, karena mereka mengabdi
kepadamu seperti pengabdian Nabi-nabi dan guru-guru.
15.2 Janganlah kamu mengejek mereka, karena mereka adalah orang-orang yang
mulia di antara kamu bersama Nabi-nabi dan guru-guru
15.3 Insafkanlah antara sesamamu, bukan dengan kemarahan, melainkan dengan
kasih sayang, berdasarkan Injil. Jika seorang menghina sesamanya, janganlah
kamu berbicara dengannya, atau mendengarkannya, sampai dia bertaubat.
15.4 Ucapkanlah doa-doamu dan keluarkanlah shadaqahshadaqahmu serta lakukanlah
semua perbuatanmu sesuai Injil Tuhan kita.
16.1 Berjaga-jagalah untuk hidupmu, jangan kamu memadamkan lampu-lampu dan
janganlah kalian melonggarkan ikatpinggang. Melainkan bersiap-siaplah, karena
kamu tidak mengetahui waktu Tuhan kita datang.
16.2 Berkumpullah kamu secara teratur untuk mempelajari hal-hal yang pantas
bagi jiwa-jiwamu, karena imanmu pada setiap zaman tidak ekan berguna, jika pada
saat yang terakhir kamu tidak menjadi orang-orang yang sempuma.
16.3 Karena pada hari-hari terakhir akan banyak Nabi pendusta dan perusak.
Domba-domba akan berubah menjadi serigala-serigala dan rasa kasih akan berubah
menjadi kebencian.
16.4 Jika dosa bertambah, mereka akan membenci, menindas, dan menyerahkan
sesamanya. Pada saat itulah muncul seorang penyesat seakan-akan ia Anak Tuhan.
Dia membuat ayat-ayat dan keajaibankeajaiban, bumi diserahlcan ke tangannya,
dan dia melakukan penyimpangan-penyimpangan yang tidak pernah terjadi
sebelumnya.
16.5 Pada saat itu, manusia dibawa kepada fitnah percobaan. Banyak orang akan
ragu-ragu dan binasa, tetapi orang-orang yang sabar dalam keimanan, akan
terbebas dari kutukan ini.
16.6 Pada saat itu, muncul tanda-tanda kebenaran. Pertama; Tanda
terbukanya langit. Kemudian; Tanda suara sangkakala. Dan ketiga; Bangkitnya
orang-orang mati.
16.7 Akan tetapi tidak semua orang, sebagaimana dikatakan: Tuhan datang
diiringi orang-orang suci.
16.8 Pada saat itu, manusia melihat Tuhan yang datang di atas awanawan di
langit.
Demikianlah isi Injil Didache yang memuat beberapa
pasal tentang seruan kepada umat manusia.
Penulis menerjemahkan teks ini dari Bahasa
Yunani, dan saya menerjemahkannya dari teks berbahasa Arab itu sambil
membandingkannya dengan terjemahan dalam Bahasa
Inggris. Penj.
6. Hari persiapan adalah hari sebelum hari Sabat, jadi Jumat.-Penj
6. Hari persiapan adalah hari sebelum hari Sabat, jadi Jumat.-Penj
Tidak ada komentar:
Posting Komentar