Jumat, 21 Maret 2014

BAB XV - SATU-SATUNYA MUKJIZAT YANG DIJANJIKAN



BAB XV - SATU-SATUNYA MUKJIZAT YANG DIJANJIKAN

Ramalan Setelah Kejadian
Kaum misionaris dan penginjil tidak pernah lelah mengutip pernyataan yang mengatakan seolah-olah dari Yesus, bahwa dia pergi ke Yerusalem untuk mati dan pada hari ketiga dia akan kembali hidup. Kitab Injil pertama kali ditulis puluhan tahun (abad) setelah Yesus. Dalam masa hidupnya, tak satu katapun ditulis atau dia menyuruh orang untuk menuliskannya! Taylor dalam komentarnya mengenai Kitab Injil Markus hal 437, mengabaikan apa yang disebut ramalan mengenai "penyaliban" sebagai vaticinium ex eventu (ramal-an setelah kejadian). Para penulis Injil menghasilkan tulisan-tulisan dan perkataan, dan mengatakan bahwa itu semua berasal dari mulut Yesus, seolah-olah Yesus telah meramalkan apa yang akan terjadi.

Kaum misionaris, penginjil dan pejuang Perang Salib, tidak ingin mendengarkan pelajar-pelajar Kristen seperti Taylor, Schweizer, Brandon atau Anderson jika mereka ini mengeluarkan kata-kata yang berlawanan dengan kaum misionaris tadi, maka mereka akan diabaikan dan dianggap sebagai "Sumber External" dan "Spekulasi Minoritas Di abad 20" . Oleh karenanya saya mendesak di sini untuk mengambil pepatah bull by the horn (menghadapi bahaya dengan penuh keberanian).


Meminta Mukjizat
Kaum Yahudi telah menyusahkan hidup Musa Alaihi's salam. Mereka memberinya masalah-masalah yang tak ada habisnya dan sekarang penggantinya, Al-Masih, juga diperlakukan sama. Dalam usaha mereka untuk mengganggunya, mereka mendatanginya, meminta dengan sopan dan hormat:

"Guru, (dalam bahasa Yahudi, Rabbi) kami ingin meli-hat suatu tanda dari padamu ". (Injil - Matius 12: 38).

Semua ajaran, nasehat dan pengobatannya tidak cukup untuk meyakinkan kaum Yahudi bahwa dia adalah orang yang diutus oleh Tuhan, bahwa dia adalah Al-Masih bagi mereka. Sekarang mereka meminta "tanda" - suatu mukjizat- menyerupai terbang seperti burung atau berjalan di atas air. Singkatnya sesuatu yang kelihatannya tidak mungkin.

Sebelum melanjutkan diskusi lebih jauh dengan orang Kristen, Anda harus merasa yakin bahwa dia (orang Kristen itu) mengerti bahwa kata "tanda" di atas berarti "mukjizat". Kata dalam bahasa Inggris yang simple ini berasal dari Kitab Injil versi King James (KJV).

Dalam "Versi Internasional yang baru" dari Baptist, Lutheran, Methodist, Presbyterian dan gereja reformasi, kata ini ditulis sebagai "tanda keajaiban". Tidak hanya tanda -tetapi suatu "mukjizat".

Juga perlu bagi kita untuk mencoba dan mendefinisikan apa yang dimaksud mukjizat. Suatu definisi yang paling mudah dan benar diberikan oleh Dr. Littelton di dalam buku "Kedudukan Mukjizat dalam Agama", adalah : "Suatu perbuatan di luar kekuatan manusia".

Ini adalah apa yang diinginkan Yahudi dari Yesus. Suatu perbuatan dimana ahli Taurat dan orang Parisi tidak bisa menirunya. Sebenarnya permintaan ini kelihatannya wajar, tetapi ini adalah penyakit mental yang membutuhkan "tipuan" yang rasional.

Hanya Ada Satu "Tanda"!

Yesus bereaksi:
"... generasi yang jahat dan tidak setia ini menuntut suatu tanda (mu'jizat). Tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda (mu'jizat), selain tanda (mu'jizat) Nabi Yunus". (Injil - Matius 12: 39).

Apakah "tanda" atau mukjizat yang ditunjukkan oleh Yunus sehingga Yesus bermaksud menirunya? Untuk mengetahui mukjizat ini kita perlu melihat "Kitab Yunus" dalam Injil. Tetapi kitab ini sangat sukar dipahami! Kitab ini hanya terdiri dari satu lembar dengan 4 bab singkat dan sulit untuk menemukannya dalam ensiklopedia yang terdiri dari ribuan lembar, seperti Kitab Injil. Tetapi Anda tidak harus melihat buku itu sendiri. Setiap anak-anak Kristen yang selalu mengikuti sekolah Minggu mengenal seluruh cerita ini.

Latar Belakang Permintaan "Tanda"
Untuk mengingatkan kembali, biar saya ceritakan bah-wa Allah Subhanahu wa Ta'a1a memerintahkan Yunus Alaihis-salam untuk pergi ke Niniwe (suatu kota dengan 100.000 orang penduduk) dan memperingatkan mereka untuk bertobat dari kejahatannya. Yaitu, untuk menyelamatkan diri mereka sendiri sebelum Tuhan menghukum mereka.

Yunus merasa murung, khawatir bahwa penduduk Niniwe yang sombong itu 'generasi yang jahat dan suka berzina" pada masa itu, tidak akan mendengarkannya. Mereka akan menghina dirinya. Jadi bukannya pergi ke Niniwe, dia malah pergi ke Joppa dan berlayar ke Tarshish. Di tengah laut terjadi badai besar dan menurut takhyul para pelaut, barang siapa yang lari dari "Perintah Tuhannya" maka akan menyebabkan badai topan yang mengerikan di laut. Suatu penyelidikan dilakukan dari Yunus menyadari bahwa dia bersalah karena sebagai Rasul Allah, dia adalah tentara Allah. Dan sebagai tentara Allah dia harus taat akan perintah-Nya. Dia tidak punya hak untuk bersikap sombong. Dia merasa bahwa Allah mengawasinya dan ingin membunuhnya. Allah akan menenggelamkan kapal dan orang-orang yang tak bersalah akan mati. Yunus tahu bahwa keadaan akan lebih baik jika dia dibuang dari kapal dan akan mencegah keadaan yang lebih buruk lagi dan dia rela melakukannya.

Membuang Sial
Orang-orang yang hidup pada masa pre-exilic (sebelum orang-orang Yahudi diasingkan di bawah pemerintahan Nebukadnezzar), 8 abad SM, ternyata lebih mempunyai rasa keadilan dan pengertian dibanding manusia modern yang beradab(?). Mereka merasa bahwa Yunus ingin mengorbankan dirinya dan mungkin memerlukan mereka untuk mem-bantunya. Mereka tidak mau bersekongkol dengan ketololannya. Jadi mereka berkata bahwa mereka mempunyai sistem untuk mengetahui salah atau benar dengan cara mem-buang "sial". Dan berdasarkan sistem mereka yang kuno, kesialan itu berasal dari Yunus yang diketahui telah bersalah. Jadi mereka menangkapnya dan membuangnya ke laut.

Mati Atau Hidup
Pernyataan yang timbul ketika mereka membuang Yunus ke laut adalah, apakah dia mati atau hidup? Agar mudah mengetahui jawaban yang benar, biar saya menolong Anda dengan anggapan bahwa Yunus dengan sukarela berkorban ketika berkata,

"Angkatlah aku, campakkanlah aku ke dalam laut maka lautakan menjadi reda dan tidak menyerang kamu lagi". (Injil - Yunus 1: 12).

Jika seseorang sukarela berkorban, maka dia tidak perlu dipaksa lagi untuk dibuang, orang-orang tidak perlu mendorongnya sebelum membuangnya. Orang tidak perlu memelintir lengannya atau kakinya untuk membuangnya. Semua orang setuju akan hal itu.

Sekarang kembali ke pertanyaan tadi: Apakah Yunus mati atau hidup ketika dia dibuang ke lautan? Kita sepakat bahwa dia masih hidup! Badai kemudian reda. Mungkin itu adalah kebetulan. Seekor ikan hiu datang dan menelannya. Apakah dia mati atau hidup? Kembali orang-orang berkata bahwa dia hidup. Dari perut ikan dia berdoa memohon pertolongan Tuhan. Apakah orang yang mati bisa berdoa? "Tidak!" jadi dia masih hidup! Pada hari ketiga, sang ikan memuntahkannya ke laut kembali. Mati atau hidup? Dan jawabannya adalah hidup! Ini adalah suatu mukjizat diantara sekian banyak mukjizat. Bahwa dia hidup! Orang Kristen berkata bahwa dia hidup! Orang Muslim berkata bahwa dia hidup! Agak aneh bahwa Yesus memilih "tanda" (mukjizat) Yunus sebagai satu-satunya mukjizatnya juga. Ini adalah sesuatu dimana tiga agama besar bersepakat.

Inilah ikhtisar Mukjizat Besar dari kitab Yunus:
1. Jika seseorang dibuang ke lautan luas, dia pasti akan mati. Karena Yunus tidak mati maka berarti itu suatu mukj izat!
2. Seekor ikan datang dan menelannya. Dia pasti mati. Tetapi dia tidak mati. Maka berarti mukjizat yang kedua.
3. Karena panas dan udara yang sesak dalam perut ikan selama tiga hari tiga malam, maka dia pasti mati. Tetapi dia tidak mati. Jadi ini adalah mukjizat diantara mukjizat-mukjizat lainnya.

Jika Anda mengira seseorang mati dan dia ternyata tidak mati, maka itu disebut suatu mukjizat. Jika seseorang dihadapkan pada sepasukan regu tembak dan 6 peluru ditembakkan pada tubuhnya dan orang itu mati, apakah ini Mukjizat? "Tidak!" tetapi jika dia hidup dan menertawakannya, apakah ini Mukjizat? Tentu saja ini mukjizat. Kita tiap kali mengira Yunus mati, tetapi ternyata dia tidak mati. Oleh karenanya ini disebut muksjizat beruntun.

Yesus Seperti Yunus
Setelah dihukum salib, Yesus juga disangka sudah mati. Jika dia mati, maka tidak ada mukjizat. Tetapi jika ia masih hidup, seperti yang dia ramalkan dan buktikan "di dalam kitab suci" maka itu adalah suatu "tanda". Suatu mukjizat! Dan inilah kata-katanya:

"...For as Jonah was..." (Inggris), "Want soos Jonah:.." (Afrikaans), "Ngokuba njengo Jonah..." (Zolu), Seperti Nabi Yunus..." (Indonesia).

"Seperti nabi Yunus tiga hari dan tiga malam di dalam perut ikan paus, demikian juga anak manusia ...." (Matius 12: 40). Bagaimana keadaan Yunus di dalam perut ikan selama tiga hari tiga malam - hidup atau mati? Muslim, Kristen dan Yahudi sepakat bahwa ia hidup! Bagaimana Yesus selama di pekuburan - mati atau hidup? Lebih dari satu milyar Kristen di setiap gereja sepakat bahwa ia mati! Apakah ini seperti Yunus atau tidak sama seperti Yunus dalam bahasa Anda? Dan semua orang yang waras pasti berkata bahwa ini sangat tidak sama seperti Yunus. Yesus berkata bahwa dia akan "seperti Yunus" dan pengikut-pengikutnya yang fanatik berkata bahwa dia tidak sama seperti Yunus! Siapa yang berbohong - Yesus atau para perigikutnya? Saya persilahkan Anda untuk menjawabnya.

Urusan Besar
Meskipun begitu, agama adalah urusan yang bagus. Atas nama Yesus Kristus mereka membentuknya! Para penginjil berkata bahwa kita salah mengartikan. Mereka mengatakan bahwa saat itu Yesus dengan meramalkan tentang faktor waktu dan bukan apakah dia akan mati atau hidup. "Tidak-kah bisa kalian lihat bahwa dia menekankan faktor waktu? Dia mengulang kata 'tiga', empat kali". Apa yang dikatakan Yesus?

"Sebab seperti Yunus tinggal di dalam perut ikan tiga hari tiga malam, demikian juga anak manusia akan tinggal di dalam rahim bumi tiga hari tiga malam." (Injil - Matius 12: 40).

Yesus berada "di perut bumi". Dia dianggap telah terkubur di pemakaman yang letaknya di bawah permukaan bumi.

Tiga dan tiga memang diucapkan empat kali, tetapi ini tidak ada hubungannya dengan faktor waktu. Yahudi menanyakan Yesus tentang suatu 'tanda' - suatu mukjizat dan bukannya membuat tiga hari atau tiga minggu atau tiga bu-lan menjadi suatu mukjizat. Saat saya pertama kali datang ke Cape Town dari Durban, tiga puluh tahun yang lalu, dengan kereta api, dan kereta api itu memakan waktu tiga hari tiga malam untuk sampai di sana, apakah itu mukjizat! Anda pasti akan berkata omong kosong! Dan saya setuju dengan Anda.

Tetapi tidak mudah bagi Kristen untuk setuju dengan pendapat ini karena penyelamatannya tergantung pada hidup Yesus.

Jadi itu adalah faktor waktu kapan Yesus menyelesaikan tugasnya? Ya! Jawab orang Kristen. Kapan dia 'disalib'? sebagian orang Kristen percaya bahwa ia disalib pada hari Jumat siang dua ribu tahun yang lalu.
BAB XVI - PERHITUNGAN YANG SEDERHANA
Kenapa "Jum'at Agung?"
Di negara saya, kami mempunyai 4 hari liburan selama Paskah, dimulai dengan apa yang disebut Jum'at Agung. Mengapa disebut Jum'at Agung? Karena Yesus meninggal untuk menebus dosa mereka pada hari itu. Dan itu mengingatkannya, setiap orang Kristen di seluruh dunia - Inggris, Perancis, Jerman, Amerika, Lesoto, Swedia, Switzerland, Zimbabwe dan lain-lain merayakan Jum'at Agung.

Saya sudah membuktikan pada Anda bahwa Yesus berada di kayu salib tidak lebih dari tiga jam. Mereka cepat-cepat membawa Yesus ke pemakaman sebelum matahari tenggelam sore itu juga. Le-bih dari seribu golongan dan sekte-sekte Kristen meski sering berselisih paham terhadap aspek-aspek keyakinan, tetapi mereka semua setuju bahwa Yesus Kristus dianggap berada di pemakaman pada Jum'at malam. Dia dianggap berada di pemakaman Sabtu siang. Dia dianggap berada di pemakaman Sabtu malam.

Tetapi pada Minggu pagi, ketika Maria Magdalena datang ke pemakaman, dia menemukan pemakaman itu sudah kosong. Anda akan mencatat bahwa saya mengulang kata dianggap -dianggap- dianggap, tiga kali. Anda tahu kenapa? Tentu saja tidak untuk bersaja dengan tiga, tiga, tiga ramalan. Alasannya adalah karena tak ada satu pun dari ke dua puluh tujuh kitab dalam Perjanjian Baru mencatat waktu Yesus keluar dari pemakaman. Tidak ada satu pun dari ke 27 penulis kitab ini yang menjadi saksi mata 'kebangkitannya', satu-satunya yang bisa menceritakan kebenaran itu, dipaksa tutup mulut oleh yang berwenang.

Seorang anak muda keturunan Arab menulis buku Dead Sea Scrolls yang ditandatangani oleh Yusuf dari Arimates dan Nikodemus. Kedua orang ini mau menceritakan secara terus terang bagaimana mereka membawa gurunya segera setelah malam turun, ke suatu tempat untuk beristirahat dan memulihkan kesehatan. Apakah tidak aneh bahwa satu-satunya saksi mata yang berharga malah disuruh diam? Mungkinkah kedua orang ini dan murid-murid di Yerusalem diajar oleh Yesus yang lain dan Injil yang lain? (2 Korintus 11: 4).

Penambahan yang Mudah
Jika itu adalah faktor waktu dimana Yesus mencoba untuk menyelesaikan ramalan tadi, mari kita lihat apakah dia berhasil "sesuai dengan Kitab Suci"-nya sebagaimana yang disombongkan oleh orang Kristen.
MINGGU PASKAH D A L A M M A K A M
SIANG MALAM
Jumat nil Satu malam
Ditempatkan di pemakaman
Pada petang hari

Sabtu satu hari satu malam
Dianggap masih di pemakaman

Minggu nil nil
Total satu hari dua malam

Dari tabel di atas Anda pasti tidak akan ragu bahwa total waktunya tidak lebih dari satu hari dua malam dan ini tidak bisa disulap menjadi tiga hari tiga malam seperti yang diramalkan Yesus "Sesuai dengan Kitab Suci". Bahkan Einsten sebagai profesor matematika terbesar tidak bisa menolongnya! Tidakkah Anda lihat bahwa orang Kristen mem-berikan kebohongan dua kali lipat kepada Yesus berdasarkan ramalan tersebut. Yesus berkata bahwa dia akan seperti Yu-nus!

1. Orang Kristen menduga bahwa Yesus tidak seperti Yunus. Yunus hidup selama tiga hari tiga malam, sedangkan Yesus "mati" di pemakaman! (?)
2. Yesus berkata bahwa dia akan berada di pemakaman tiga hari tiga malam, sedangkan orang Kristen berkata bahwa dia berada di pemakaman satu hari dua malam.

Siapa yang berbohong, Yesus atau orang Kristen? Biar-kan mereka yang menjawab.

Menghitung Mundur Untuk Menyelesaikan Masalah
Anda harus memojokkan mereka dengan semua pengetahuan mereka. Mereka tahu itu dan kita tidak boleh mengalah.

Orang Kristen telah menyiapkan jalan keluar dari masalah ini. Mereka sekarang menciptakan teori 'Rabu Agung', sebuah majalah bulanan The Plain Truth yang setiap bulannya terbit 6 juta kopi, menawarkan buku gratis dengan judul Tiga Hari Dan Tiga Malam. Di Johannesburg Afrika Selatan, ada suatu organisasi "Injil Wahyu" yang juga mengeluarkan buku gratis untuk membuktikan bahwa "penyaliban" itu terjadi pada Rabu Agung dan bukan pada Jum'at Agung.

Mr. Robert Fahey, orang Amerika - dimana sebagian sekte-sekte dan aliran-aliran berasal, seperti Advent hari ketujuh - Ilmuwan-ilmuwan Kristen, Mormon - mewakili majalah Kristen terbesar, belum lama ini memberikan ceramah di "Holiday Inn" Durban. Ia mengejutkan pendengarnya yang melimpah dengan berbagai ide-ide khayalannya. Ajaran barunya ini membahas mengenai Rabu Agung. Dia setuju 100% bahwa Jum'at Agung bertentangan dengan pengakuan terhadap Al-Masih. Untuk menyelesaikan masalah ini, dia mengatakan bahwa kita harus menghitung mundur dari waktu Yesus ditemukan hilang dari pemakaman yaitu Minggu pagi ketika Maria Magdalena datang untuk meminyakinya. Jika kita mengurangi 3 hari dan tiga malam dari Minggu pagi, maka kita dapatkan hari rabu. Tidak sulit untuk menyelesaikan masalah orang Kristen ini. Para pendengar yang sudah diberikan majalah gratis dan buku-buku tersebut, memberikan tepuk tangan yang meriah pada Mr. Fahey. (Mereka memiliki sistim yang mengagumkan untuk bisa menyebarkan 6 juta kopi majalah bulanan Plain Truth ke seluruh dunia).

Tuhan Atau Setan?
Setelah acara selesai, saya menemui Mr. Fahey untuk berdiskusi secara pribadi (Panitia tidak membolehkan para pembicara untuk bertanya jawab setelah acara berlangsung.) Saya mengucapkan selamat atas idenya yang genius. "Bagai-mana mungkin selama 2000 tahun orang-orang Kristen di seluruh dunia tidak tahu perhitungan religius untuk mendapatkan kesimpulan yang benar?" ,

Bahkan sampai dengan hari ini, sebagian besar orang Kristen merayakan Jum'at Agung dan bukannya Rabu Agung. Siapa yang telah menipu tentang Jum'at Agung ter-hadap 1,2 milyar orang Kristen di seluruh dunia, termasuk Katholik Roma yang mengaku merupakan turunan langsung dari Paus pertama (Petrus) sampai Paus yang sekarang? Saya bertanya pada Mr. Fahey.

Tanpa malu-malu Mr. Fahey menjawab, "Setan!" Saya berkata, "Jika setan telah sukses dalam mengelabui orang Kristen dan membiarkan mereka tetap tertipu selama 2000 tahun terhadap keyakinan yang sederhana ini, tidakkah mudah juga bagi setan untuk membuat mereka salah dalam segala hal yang menyangkut Tuhan?" Mr. Fahey merah mukanya dan langsung berlalu meninggalkan saya. Jika keyakinan ini sekarang menjadi kecenderungan di kalangan umat Kristen, maka kita bisa bertanya, "Apakah cerita 'penyaliban' ini bukannya cerita bohong terbesar sepanjang sejarah? Bisakah kita sekarang menyebutnya sebagai kisah fiksi!"

Fakta-fakta yang Jelas
Saya memberikan daftar di halaman 505 yang menunjukkan bukti-bukti yang jelas dari kitab suci Kristen yang mengatakan sekali lagi dan lagi bahwa Yesus hidup, hidup. Tetapi murid-muridnya masih tidak percaya. Apakah murid-muridnya di zaman modern ini mau percaya sekarang? Apakah mereka mau percaya pada gurunya yang mengatakan seperti Yunus.... Begitu juga anak manusia? Tidak mungkin! Ingat Thomas - salah satu dari murid pilihan Yesus yang diberi julukan oleh umat Kristen sebagai "Thomas yang meragukan? Dia tidak bersama mereka (murid-murid Yesus) ketika Yesus datang" (Yohanes 20: 24) saat pertama kali di ruang makan. Kemudian ketika murid-murid yang telah melihat, menyentuh dan makan bersama Yesus, bersaksi bahwa mereka telah bertemu dengan Sang Guru (bukan Tuhan, bukan hantu Yesus; tetapi Yesus sendiri dengan daging dan darahnya - hidup!), Thomas berkata pada mereka:

"Sebelum aku melihat bekas paku pada tangannya dan sebelum aku mencucukkan jariku ke dalam bekas paku itu dan mencucukkan tanganku ke dalam lambungnya, sekali-kali aku tidak akan percaya". (Injil - Yohanes 20: 25).

BAB XVII - "KITAB SUCI" BUATAN
Nama Baru, Permainan Lama
Seorang anggota sekte 'kelahirkan kembali' menyombongkan diri tentang bagaimana dia biasa mengambil 10 sen dari piring derma gereja untuk membeli 'susu cream' dan bagaimana ia mengikat ayahnya yang pemabuk "... di dalam gudang ..." - di gudang yang sama dimana dia melihat "... ibunya terbaring di tumpukan pupuk, di tempat mandi sapi-sapi - dipukuli oleh ayahku ...." Sekarang dia dengan percaya diri mencoba memperdayakan pembacanya. Dia mengutip ayat di atas (Yohanes 20: 25) dari Injil Amerika tanpa memberikan referensi (pada halaman 20 yang sama dari "Faktor--faktor bangkit kembali" (oleh Josh Mc Dowel). Penulis memberikan 4 kutipan, dengan referensi bagi semua orang! Pada halaman berikutnya dia memberikan 3 kutipan juga dengan referensi bagi semua orang! Tetapi ayat-ayat dimana dia ingin memalsukannya, tidak direferensikan sama sekali. Dan setelah kata-kata "saya tidak Percaya", dia memulai suatu paragraf baru dengan kata-kata "Kemudian, Yesus berkata kepada Thomas", mengutip lagi dari Injil tanpa memberikan referensi. Yohanes memberi suatu kebohongan kepada pemuja-pemuja ini dengan mengatakan:

"Delapan hari kemudian, murid-murid Yesus berada kembali dalam rumah itu dan Thomas bersama-sama dengan mereka, kemudian Yesus datang..." (Injil - Yohanes 20: 26).

Kebohongan yang Licik
Salah satu dari pemuja-pemuja ini, seorang pengacara, memberikan semangat pada saudaranya yang 'dilahirkan kembali' dari Amerika dengan kebohongan lain. Dia berkata pada halaman 120 dalam "Perdebatan Tentang Islam" bahwa "Deedat akhir-akhir ini telah membuat berita yang besar mengenai batu nisan dengan menerbitkan sebuah brosur dengan judul, Siapa Yang Memindahkan Batu Tersebut?' Di dalamnya dia mengatakan bahwa batu itu dipindahkan oleh dua orang murid Yesus, yaitu Yusuf dari Arimatea dan Nikodemus (halaman 18). Tetapi dalam brosurnya yang berjudul, Apakah Kristus Disalib? Dia pasti seorang super women (halaman 25), maksudnya adalah Maria Magdalena yang memindahkan batu tersebut. Bagaimana seorang Kristen yang 'dilahirkan kembali' dan seorang pengacara bisa berbohong? Untuk memikat korbannya dia bahkan mengutip nomor halaman "25". Buku ini telah dicetak cukup lama. Bahkan jika Anda punya kopinya, Anda tidak akan mungkin bisa mengeceknya. Para pemuja ini sangat yakin sekali Tetapi 'Kitab Injil yang benar' adalah yang saya percayai:

"Dia (Maria) sangat heran saat menemukan bahwa batu tersebut telah dipindahkan."

Dimana ada kata-kata yang menunjukkan bahwa yang memindahkan batu itu adalah Maria Magdalena? Tetapi bagi orang-orang yang sakit ini, baik Amerika maupun Afrika Selatan, setiap tipuan diperbolehkan untuk membuat orang masuk Kristen. Saya tidak siap untuk melawan mereka dengan segala penilaian mereka yang salah, dan saya harap Anda pun demikian. Anda hanya cukup menyampaikan yang benar dengan cara yang sebaik mungkin dan serahkan semuanya pada Allah.

Suatu Pemalsuan
Para rohaniwan Kristen mengambil kesimpulan bahwa episode "Thomas yang meragukan" seperti juga wanita yang 'tertangkap.basah' - (Yohanes 8: 1-11) adalah suatu pemalsuan! Tetapi karena Gereja Ortodoks tidak memperbolehkan penyisipan ini (Yohanes 8: 1-11) - dihilangkan dari Injil, mereka menunjukkan ayat lain yang hampir sama menggambarkan kekerasan Thomas yaitu Yohanes 20: 25 "mencucukkan jariku ke dalam bekas paku itu".

Orang Romawi tidak punya alasan untuk membalas dendam terhadap Yesus seperti terhadap dua orang yang di-salib bersama Yesus. Mengapa mereka harus memberi hukuman yang lebih berat pada Yesus dibandingkan pada kedua orang tersebut? Mengapa mereka harus menggunakan paku terhadap Yesus sedang untuk kedua orang itu mereka menggunakan pengikat kulit?

Tidak "di tempat ini" seperti dugaan para pemuja tersebut, tetapi "delapan hari" kemudian, Yesus datang ke ruang makan dan dia mendatangi Thomas. Dan menurut Yohanes, Yesus menyuruh Thomas:

"... Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tanganku; ulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke dalam lambungku dan jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah." (Injil - Yohanes 20: 27).

Thomas menyadari kesalahannya. Dia telah menolak bukti-bukti bahwa Yesus hidup! Semua murid yang lain, kecuali Yudas sang pengkhianat telah bersaksi bahwa mereka telah melihat dan makan bersama Yesus, Tetapi Thomas tidak mau percaya! Apa yang membuat dia tidak percaya? Yesus yang hidup, bernafas (bukan hantunya), berada di de-katnya. Sekarang berlawanan dengan kenyataan fisik tentang keberadaan Yesus, memaksa Thomas terpaksa mengaku,

"Ya Tuhanku dan Allahku!" (Injil - Yohanes 20: 28).

Apa yang Disadari oleh Thomas?
Apakah Thomas menyadari pada saat itu bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan kaum Yahudi? Apakah dia dan murid-murid lainnya sujud kepadanya. Tidak pernah! Kata-katanya adalah kata-kata yang ditujukan pada dirinya sendiri. Kita hampir setiap hari mengatakannya, "Ya Tuhanku! Betapa bodohnya aku ini!" Apakah anda memanggil pendengar anda, sebagai Tuhan Anda?

BAB XVIII - TAK SEORANG PUN SEBUTA ITU …
Periksa Kenyataan yang Ada, Kebenaran akan Muncul
Di bawah ini saya berikan ringkasan point-point yang kita diskusikan sampai sejauh ini, kesimpulan bahwa Yesus Kristus tidak terbunuh karena disalib, seperti yang diduga oleh orang Kristen dan orang Yahudi, tetapi dia masih hidup!

1. Yesus segan untuk mati!
Dia merancang strategi untuk mempertahankan diri dari serangan orang Yahudi karena dia ingin tetap hidup!

2. Dia memohon pertolongan pada Tuhan.
Dengan tangisan dan air niata, dia memohon pada Tuhan Yang Maha Kuasa agar menjaga keselamatannya dan tetap hidup!

3. Tuhan mendengar doanya.
Berarti Tuhan mengabulkan doanya dan menjaganya agar tetap hidup!

4. Malaikat datang untuk membantunya.
Dengan harapan dan keyakinan bahwa Tuhan akan membiarkannya hidup!

5. Pilatus menyimpulkan bahwa Yesus tidak bersalah. Alasan yang bagus untuk membiarkan Yesus tetap hidup!

6. Istri Pilatus bermimpi bahwa Yesus tidak berbahaya.
Orang ini tidak berbahaya, berarti membiarkan Yesus tetap hidup!

7. Dia berada di kayu salib hanya sekitar 3 jam. Berdasarkan sistem penyaliban, tidak ada manusia yang mati karena disalib dalam jangka waktu yang pendek, meskipun ia diikat kuat-kuat di kayu salib - Dia masih hidup!

8. Dua orang yang ikut disalib bersamanya masih hidup. Begitu juga Yesus, pada saat yang sama masih hidup!

9. Ensiklopedia Biblica dalam artikel 'cross' (salib) kolom 960 mengatakan,
"Jika tombak itu memang ditikam ke tubuhnya - maka Yesus masih hidup!

10. Segera memancar darah dan air.
Segera maksudnya langsung, yang menunjukkan bahwa Yesus masih hidup!

11. Kakinya tidak patah - sebagai pemenuhan ramalan. Kaki tidak akan berguna kecuali jika Yesus masih hidup!

12. Halilintar, gempa bumi dan matahari gelap selama tiga jam.
Untuk membiarkan murid rahasia Yesus menolongnya agar ia tetap hidup!

13. Orang Yahudi meragukan kematiannya.
Mereka curiga bahwa dia lolos dari kematiannya di kayu salib - bahwa ia masih hidup!

14. Pilatus 'heran' mendengar Yesus mati.
Dia tahu bahwa dari pengalaman, tidak ada manusia yang mati begitu cepat dalam penyaliban. Dia curiga Yesus masih hidup!

15. Pekuburan dengan ruangan yang luas:
Ruangan besar, dan udara bebas keluar masuk dan memungkinkan bagi orang-orang untuk menolongnya agar ia tetap hidup!

16. Batu dan pintu penutup telah berpindah. Diperlukan hanya bila Yesus masih hidup!


17. Laporan penemuan baru.
Para ilmuwan Jerman yang melakukan percobaan 'pengafanan mayat' berkata bahwa jantung Yesus tidak berhenti berdetak - bahwa dia masih hidup!

18. Berada dalam penyamaran.
Penyamaran tidak diperlukan apabila dia bangkit kembali. Penyamaran diperlukan hanya apabila dia masih hidup!

19. Melarang Maria Magdalena untuk menyentuhnya. "Jangan menyentuh tubuh saya" karena tubuhnya sakit dan luka; karena dia masih hidup!

20. Belum pergi kepada Bapa.
Dalam bahasa Yahudi, ini bisa berarti bahwa "saya belum mati", dengan kata lain "bahwa saya masih hidup!"

21. Maria Magdalena tidak takut ketika mengenali Yesus.
Karena ia telah melihat tanda kehidupan sebelumnya. Dia mencari Yesus yang masih hidup!

22. Murid-murid takut dan heran melihat Yesus masuk ke ruang makan.
Semua yang mereka ketahui tentang penyaliban hanyalah berdasarkan kabar angin, karenanya mereka tidak percaya bahwa dia masih hidup!

23. Memakan makanan dalam kemunculannya setelah pe-nyaliban.
Makanan diperlukan hanya bila ia masih hidup!

24. Tidak pernah memperlihatkan diri kepada musuh-mu-suhnya.
Karena dia lolos dari kematian. Dia masih hidup!

25. Hanya menjalani perjalanan yang pendek.
Karena dia tidak bangkit kembali, bukan hantu, tetapi hidup!

26. Kesaksian laki-laki yang berdiri di pemakaman. "Mengapa mencari orang yang hidup diantara orang yang mati?" - (Lukas 24: 4-5). Artinya dia tidak mati, tetapi masih hidup!

27. Kesaksian malaikat.
"... malaikat-malaikat yang mengatakan bahwa ia hidup…" - Lukas 24: 23. Bukan berkata, "bangkit kembali", kata-kata yang diucapkan dengan jelas oleh malaikat adalah dia masih hidup!

28. Maria Magdalena bersaksi -
"... Tetapi ketika mereka mendengar, bahwa Yesus hidup dan telah dilihat olehnya, mereka tidak percaya"- (Markus 16: 11). Maria tidak mengatakan bahwa ia melihat hantu atau roh Yesus, tetapi Yesus yang masih hidup. Mengapa mereka tidak percaya bahwa gurunya itu masih hidup!

29. Dr. Primrose bersaksi
Bahwa 'darah dan air' yang memancar ketika Yesus ditikam oleh tombak pada pinggangnya, terjadi karena adanya gangguan pada aliran pembuluh darah. Ini adalah tanda bahwa dia masih hidup!

30. Yesus sendiri mengatakan bahwa mukjizat yang dimilikinya seperti mukjizat nabi Yunus. Menurut Kitab Yunus, Yunus masih hidup ketika dianggap sudah mati, sama seperti Yesus yang disangka sudah Mati, padahal dia masih hidup.

Ketiga puluh point di atas dan banyak argumen lainnya telah dikemukakan pada halaman-halaman sebelumnya di buku ini. Tolong baca dan baca ulang argumentasi-argumentasi dan praktekkan pada teman-teman Anda. Kesenangan adalah milik Anda, saya mendoakan kesuksesan Anda.
BAB XIX - PENYALIBAN ATAU SANDIWARA PENYALIBAN
Kekurangan Bahasa
Setiap kata adalah gambaran baku dari apa yang diwakilinya. Jika kita mengambil satu kata dan merenungkannya, kita akan bisa melihat atau menggambarkannya dalam pikiran kita. Cobalah - "kapal", Anda akan melihat kapal dalam pikiran Anda, "tas tangan", Anda akan melihat tas tangan dalam pikiran Anda, "rokok", Anda akan melihat sebatang rokok dalam pikiran Anda. Tetapi kita berbicara lebih cepat sehingga kita bisa memahami kata-kata sebagai ide, pikiran dan konsep. Kata-kata adalah alat untuk menyampaikan pe-san. Makin banyak kata-kata, makin jelas dan mudah komunikasi. Tetapi kata-kata yang salah bisa merusak ide.

Bahasa CUL-DE-SAC
Bahasa Arab sangat kaya akan berbagai pikiran dan konsep spritual, sedangkan bahasa Inggris lebih kaya dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi bahasa Inggris ini mengecewakan saya. Sepertinya tidak ada kata kerja untuk menggambarkan usaha yang belum selesai, contoh-nya:

1. Seorang laki-laki dibawa ke tiang gantungan, sebagai perampok dia dijatuhi hukuman mati, tetapi takdir mengatakan lain dan dia mendapat penangguhan hukumannya sebelum dia mati. Dua puluh tahun kemudian, orang ini meninggal karena tenggelam. Kita ingin satu kata kerja untuk menjelaskan pada kita apa yang telah terjadi - apakah orang ini "digantung" atau apa yang terjadi? Bukan tidak digantung. Kita hanya ingin satu kata kerja ...?

2. Seorang yang lain dibawa ke kursi listrik sebagai hukuman: Dia diikat di kursi, dan tombol kursi dinyalakan. Aliran listrik mengalir ke tubuh laki-laki ini tetapi kekuatan arus listrik ini tidak cukup kuat. Orang itu segar kembali dan sebelum aliran listrik yang lebih kuat lagi dihidupkan kembali dia mendapat penangguhan hukuman. Beberapa hari kemudian, laki-laki ini meninggal karena kecelakaan sepeda motor. Bagaimana akhirnya? Apa yang terjadi padanya di kursi listrik itu? Apakah dia dihukum mati dalam aliran listrik? Satu kata ...?

3. Yosephus, seorang ahli sejarah berkebangsaan Yahudi, mencatat dalam bukunya "Antiquities" (barang-barang antik), tentang penyaliban dimana dia ikut serta sebagai orang yang 'disalib' dan kemudian diturunkan dari kayu salib. Selamat! Apakah yang terjadi padanya di kayu salib? Apakah dia disalib? Seseorang yang tidak mati karena disalib, tetapi ada usaha untuk menyalibnya, apakah dia disalib? Satu kata ...?

Cerita Salib yang Berlimpah-limpah
Orang bisa saja mengatakan bahwa peristiwa di atas adalah kasus hipotesa. Tetapi kita sedang membuat sejarah. Lihat halaman 454, sebuah copy dari Weekend World tanggal 3 Agustus 1969. Mr Pieter Van der Bergh, seorang pengacara, "disalib" dengan "sukarela", hanya untuk mencari sensasi. Dia mengatakan bahwa dia ingin membuktikan bahwa "Seseorang bisa menguasai tubuhnya sendiri". Dia diletakkan di kayu salib dan menjalani semua proses penyaliban. Untuk mengalahkan penyaliban di Golgotha, dia memakai "sebuah paku 18 inchi yang menembus pahanya" (lihat gambar hal. 484). laki-laki ini masih hidup. Apakah dia disalib? Satu kata ...? tidak ada kata seperti itu dalam bahasa Inggris.

Ketika orang-orang Yahudi berulang-ulang meminta pada Pilatus - "Salib dia! Salib dia!" (lukas 23: 21, Yohanes 19: 6), maksud mereka bunuh dia di atas kayu salib - disalib. "bunuh" dia! Tidak hanya "dibawa" ke atas kayu salib! Dan jika setelah upacara tersebut, seperti pada Mr. Van der Bergh, laki-laki itu tidak mati karena disalib, apa yang akan Anda katakan tentang peristiwa ini? Apa kata kerja yang akan Anda gunakan jika Anda tidak mempunyainya dalam bahasa Anda?


Kekurangan Ganda
Seorang Afrika Selatan yang berbahasa Inggris dan teman-teman Amerikanya, mengakui (Dari buku - The Is-Iam Debate): "Jika kata menyalib hanya berarti membunuh di atas kayu salib, kita kehilangan kata kerja lain untuk meng-gambarkan kegiatan memancang di atas kayu, memalukan sekali. (mengapa mereka tidak menulis "menyalib" di dalam tanda kutip?) Mereka mengolok-olok saya untuk menutupi kekurangan dalam bahasa mereka dan ketidakmampuan untuk mencari kata yang cocok.

Dengan semua "yang ada dalam Roh Kudus", dunia Kristen telah gagal mencetak sebuah kata kerja yang sesuai untuk menggambarkan "keadaan ketika diikat di kayu salib". Segera, saya akan membawa mereka keluar dari kesalahan mereka, Insya Allah!, sebelum bab ini selesai. Jika orang Kristen berkata, "Jika kata menyalib hanya berarti membunuh ... , maka apa arti lain dari menyalib?

Kamus Oxford yang terkenal di seluruh dunia mendefinisikan menyalib sebagai membunuh dengan cara mengikat pada sebuah salib." (lihat pada hal. 448 untuk mendapatkan gambar yang lebih jelas (fasten).

Para penulis The IsIam Debate (Perdebatan Islam) dari sekte "born-again" tidak bisa menyelesaikan masalah tersebut, jadi saya akan mencoba menyelesaikannya bagi mereka!

"Penyaliban" Sekarang Hanya Untuk Sensasi
Selalu ada yang baru yang datang dari negeri Timur. Sekarang di Timur Jauh, seorang warga Philipina telah mengembangkan kegemaran baru tentang "penyaliban"! Mereka ingin mengikuti jejak Yesus, (lihat hal. 431). Suatu copy dari Sunday News di Daressalaam tanggal 3 May 1981, mela-porkan "penyaliban" ganda di Philipina. Paling tidak 7 kasus "penyaliban" dilaporkan oleh wartawan lokal. Mungkin ada lebih banyak lagi penyaliban yang luput dari wartawan. Di antaranya ada Luciana Reyes yang digambarkari sebagai "wanita pertama yang menjalani upacara ritual penyaliban!"

Penambahan yang baru dari penyaliban ini adalah bahwa tangan-tangan mereka dipaku di kayu salib.

Penyaliban Atau Sandiwara Penyaliban
Tak ada seorang pun yang mati karena "penyaliban"! (disalib). Satu di antara mereka pingsan. Laki-laki lain bangun dan merokok setelah tangannya diperban. Seorang pedagang keliling 'telah menjalani upacara (penyaliban) ini lima kali'. Laki-laki ini berjanji akan menjalani 'penyalibari' sebanyak 10 kali!

Hal ini kedengarannya seperti cerita bohong. Tetapi ada 25.000 saksi mata pada 4 peristiwa penyaliban di satu kota saja. Beberapa 'penyaliban' ini disiarkan 'langsung oleh TV'.

Dunia Kristen telah dikenal mengeksploitasi Yesus untuk mencari uang. Film tentang kehidupan Yesus telah masuk dalam rekor 'Box Office'. Mereka telah mempunyai "Sandiwara Kelahiran" dan "Sandiwara Minggu Suci", mengapa tidak membuat suatu 'Sandiwara Penyaliban?'

Reg Gratton, seorang koresponden Sunday News (lihat hal. 513 samping) telah menyelesaikan masalah "penyaliban" dengan memasukkan tanda kutip. Dia menggunakan kata-kata "penyaliban" dan "penyaliban-penyaliban" lima kali dalam artikelnya dan setiap kali kata ini digunakan maka ia menambahkan tanda kutip. Coba periksa kembali. Dengan kata lain, dia mengatakan bahwa itu "dikatakan penyaliban", penambahan tanda kutip lebih tidak kentara dibanding kata "Dikatakan". Saya tidak menangkap maksudnya pada saat membaca artikel itu pertama kali. Bagaimana dengan Anda?

Anda bisa mencatat bahwa penulis yang lain telah mencegahnya dengan meletakkan kata seperti "Mati", "Telah Mati", dan "mayat" di dalam tanda kutip di halaman 455 dan 456. Sekarang Reg melakukan hal yang sama dengan "penyaliban"! karena kata "crucify = menyalib" telah menempel di tenggorokan setiap misionaris, maka haruskah kita menggunakan kata "crucifiction", cerita penyatiban sebagai penggantinya?

Penyaliban Atau Kisah Penyaliban?
Kita sekarang bisa mengatakan bahwa Pieter Van der Bergh (hal. 454) mengalami proses penyaliban dengan keras dan serius, tetapi dia tidak disalib seperti yang dikabarkan di koran, tetapi, dia dianggap telah disalib.

Lebih jauh, kita bisa katakan bahwa orang-orang Kris-ten di Philipina tidak melakukan penyaliban, tetapi mereka dianggap telah disalib. Tidak ada pertunjukan seperti yang mereka lakukan di film. Ini adalah kejadian nyata dan hanya kematian sesaat. Oleh karenanya, setiap pertunjukan dengan salib, dimana korban mencoba untuk menyamai apa yang dialami Yesus tetapi tidak benar-benar meninggal di kayu salib, kita bisa menyebutnya dalam terminologi yang tepat:

Crucifict sebagai pengganti Crucify - (verb / kata kerja)
Crucificted sebagai pengganti Crucificed - (verb / kata kerja)
Crucifiction sebagai pengganti Crucifixion - (noun / kata benda)

Penggunaan yang mudah dan simple dari kata-kata yang benar ini akan mematahkan "Salib" orang Kristen yang akan menemukan dirinya berada di Persimpangan Jalan, tidak tahu jalan mana yang harus dipilih. Dan jika kita sering menggunakan kata-kata ini, kita akan segera menemukannya dalam kamus Inggris di dunia ini.

Untuk terakhir, kami telah menerbitkan 350.000 copy untuk memasyarakatkan buku ini. Baca, pelajari dan bagikan untuk teman-teman dan musuh-musuh Anda demi kemenangan kebenaran. Amin.

Ambil yang Terbaik
"Setelah lebih dari 1.000 jam mempelajari ... "Penyaliban" penulis A Campus Crusade menerbitkan The Resurrection Factor (Faktor Kebangkitan kembali) yang menciptakan posisi badan yang lain bagi "Tuhan" dan "Juru Selamatnya"

Sekarang Anda Mempunyai Banyak Pilihan
1. Frogi-fiction seperti yang di.gambarkan di sini (seperti katak).
2. Staki-fiction seperti pada hal. 500 (dengan tiang pancang).
3. Cruci-fiction seperti di hal. 448.

Kata Penutup
Penyaliban Yesus Kristus sebagai satu-satunya faktor penyelamatan umat manusia dari dosa telah lama mengganggu fikiran saya, sejak pertemuan saya dengan murid-murid dan pendeta-pendeta misi Adam ketika saya berumur belasan tahun (lihat epilog, Is the Bibble God's Word? (Apakah kitab Injil adalah Firman Tuhan?).

Sebagai orang muda yang mudah dipengaruhi, saya sangat kagum pada cara berbicara mereka dalam meyakinkan orang bahwa penyaliban adalah satu-satunya cara untuk menyelamatkan dan sepertinya menghukum bagi orang-orang yang tidak mempercayainya.

Masalah penyaliban Yesus yang merupakan inti dari seluruh ajaran Kristen menjadi masalah yang serius dalam kajian saya. Saya sangat ingin mengetahui segala sesuatu mengenai hal itu dan mulai mempelajari sumbernya yaitu "Perjanjian Baru".

Secara jujur saya tidak mengharapkan orang bertanya pada saya tentang keyakinan saya sebagai Muslim berkenaan dengan penyaliban. Keyakinan saya adalah keyakinan Qur'an seperti yang dikatakan pada surat 4 ayat 157.

Saya ulangi dengan sungguh-sungguh bahwa kajian mengenai penyaliban dipercayakan pada saya oleh penganut Kristen yang mengaku dermawan dan pemberi selamat. Saya dengan serius menerima perhatian mereka dalam tulus, mempelajari dan meneliti secara objektif dengan menggunakan sumber mereka sendiri. Hasilnya, Anda pasti setuju, sangat mengherankan.

Saya ingin berterima kasih pada ratusan orang Kristen yang telah datang mengetuk pintu rumah saya dan mengetengahkan masalah ini pada saya.

Selanjutnya, semua ini adalah hasil dari kajian dan riset yang saya lakukan bertahun-tahun dalam hidup saya.

AHMAD DEEDAT O1/O5/1994

Tidak ada komentar:

Posting Komentar