BAB XV - SATU-SATUNYA
MUKJIZAT YANG DIJANJIKAN
Ramalan Setelah
Kejadian
Kaum misionaris dan
penginjil tidak pernah lelah mengutip pernyataan yang mengatakan seolah-olah
dari Yesus, bahwa dia pergi ke Yerusalem untuk mati dan pada hari ketiga dia
akan kembali hidup. Kitab Injil pertama kali ditulis puluhan tahun (abad)
setelah Yesus. Dalam masa hidupnya, tak satu katapun ditulis atau dia menyuruh orang
untuk menuliskannya! Taylor dalam komentarnya mengenai Kitab Injil Markus hal
437, mengabaikan apa yang disebut ramalan mengenai "penyaliban"
sebagai vaticinium ex eventu (ramal-an setelah kejadian). Para penulis Injil
menghasilkan tulisan-tulisan dan perkataan, dan mengatakan bahwa itu semua
berasal dari mulut Yesus, seolah-olah Yesus telah meramalkan apa yang akan
terjadi.
Kaum misionaris,
penginjil dan pejuang Perang Salib, tidak ingin mendengarkan pelajar-pelajar
Kristen seperti Taylor, Schweizer, Brandon atau Anderson jika mereka ini
mengeluarkan kata-kata yang berlawanan dengan kaum misionaris tadi, maka mereka
akan diabaikan dan dianggap sebagai "Sumber External" dan
"Spekulasi Minoritas Di abad 20" . Oleh karenanya saya mendesak di
sini untuk mengambil pepatah bull by the horn (menghadapi bahaya dengan penuh
keberanian).
Meminta Mukjizat
Kaum Yahudi telah
menyusahkan hidup Musa Alaihi's salam. Mereka memberinya masalah-masalah yang
tak ada habisnya dan sekarang penggantinya, Al-Masih, juga diperlakukan sama.
Dalam usaha mereka untuk mengganggunya, mereka mendatanginya, meminta dengan
sopan dan hormat:
"Guru, (dalam
bahasa Yahudi, Rabbi) kami ingin meli-hat suatu tanda dari padamu ".
(Injil - Matius 12: 38).
Semua ajaran, nasehat
dan pengobatannya tidak cukup untuk meyakinkan kaum Yahudi bahwa dia adalah
orang yang diutus oleh Tuhan, bahwa dia adalah Al-Masih bagi mereka. Sekarang
mereka meminta "tanda" - suatu mukjizat- menyerupai terbang seperti
burung atau berjalan di atas air. Singkatnya sesuatu yang kelihatannya tidak
mungkin.
Sebelum melanjutkan
diskusi lebih jauh dengan orang Kristen, Anda harus merasa yakin bahwa dia
(orang Kristen itu) mengerti bahwa kata "tanda" di atas berarti
"mukjizat". Kata dalam bahasa Inggris yang simple ini berasal dari
Kitab Injil versi King James (KJV).
Dalam "Versi
Internasional yang baru" dari Baptist, Lutheran, Methodist, Presbyterian
dan gereja reformasi, kata ini ditulis sebagai "tanda keajaiban".
Tidak hanya tanda -tetapi suatu "mukjizat".
Juga perlu bagi kita
untuk mencoba dan mendefinisikan apa yang dimaksud mukjizat. Suatu definisi
yang paling mudah dan benar diberikan oleh Dr. Littelton di dalam buku
"Kedudukan Mukjizat dalam Agama", adalah : "Suatu perbuatan di
luar kekuatan manusia".
Ini adalah apa yang
diinginkan Yahudi dari Yesus. Suatu perbuatan dimana ahli Taurat dan orang
Parisi tidak bisa menirunya. Sebenarnya permintaan ini kelihatannya wajar,
tetapi ini adalah penyakit mental yang membutuhkan "tipuan" yang
rasional.
Hanya Ada Satu
"Tanda"!
Yesus bereaksi:
"... generasi yang
jahat dan tidak setia ini menuntut suatu tanda (mu'jizat). Tetapi kepada mereka
tidak akan diberikan tanda (mu'jizat), selain tanda (mu'jizat) Nabi
Yunus". (Injil - Matius 12: 39).
Apakah
"tanda" atau mukjizat yang ditunjukkan oleh Yunus sehingga Yesus
bermaksud menirunya? Untuk mengetahui mukjizat ini kita perlu melihat
"Kitab Yunus" dalam Injil. Tetapi kitab ini sangat sukar dipahami!
Kitab ini hanya terdiri dari satu lembar dengan 4 bab singkat dan sulit untuk
menemukannya dalam ensiklopedia yang terdiri dari ribuan lembar, seperti Kitab
Injil. Tetapi Anda tidak harus melihat buku itu sendiri. Setiap anak-anak
Kristen yang selalu mengikuti sekolah Minggu mengenal seluruh cerita ini.
Latar Belakang
Permintaan "Tanda"
Untuk mengingatkan
kembali, biar saya ceritakan bah-wa Allah Subhanahu wa Ta'a1a memerintahkan
Yunus Alaihis-salam untuk pergi ke Niniwe (suatu kota dengan 100.000 orang
penduduk) dan memperingatkan mereka untuk bertobat dari kejahatannya. Yaitu,
untuk menyelamatkan diri mereka sendiri sebelum Tuhan menghukum mereka.
Yunus merasa murung,
khawatir bahwa penduduk Niniwe yang sombong itu 'generasi yang jahat dan suka
berzina" pada masa itu, tidak akan mendengarkannya. Mereka akan menghina
dirinya. Jadi bukannya pergi ke Niniwe, dia malah pergi ke Joppa dan berlayar
ke Tarshish. Di tengah laut terjadi badai besar dan menurut takhyul para
pelaut, barang siapa yang lari dari "Perintah Tuhannya" maka akan
menyebabkan badai topan yang mengerikan di laut. Suatu penyelidikan dilakukan
dari Yunus menyadari bahwa dia bersalah karena sebagai Rasul Allah, dia adalah
tentara Allah. Dan sebagai tentara Allah dia harus taat akan perintah-Nya. Dia
tidak punya hak untuk bersikap sombong. Dia merasa bahwa Allah mengawasinya dan
ingin membunuhnya. Allah akan menenggelamkan kapal dan orang-orang yang tak
bersalah akan mati. Yunus tahu bahwa keadaan akan lebih baik jika dia dibuang
dari kapal dan akan mencegah keadaan yang lebih buruk lagi dan dia rela
melakukannya.
Membuang Sial
Orang-orang yang hidup
pada masa pre-exilic (sebelum orang-orang Yahudi diasingkan di bawah
pemerintahan Nebukadnezzar), 8 abad SM, ternyata lebih mempunyai rasa keadilan
dan pengertian dibanding manusia modern yang beradab(?). Mereka merasa bahwa
Yunus ingin mengorbankan dirinya dan mungkin memerlukan mereka untuk
mem-bantunya. Mereka tidak mau bersekongkol dengan ketololannya. Jadi mereka
berkata bahwa mereka mempunyai sistem untuk mengetahui salah atau benar dengan
cara mem-buang "sial". Dan berdasarkan sistem mereka yang kuno,
kesialan itu berasal dari Yunus yang diketahui telah bersalah. Jadi mereka
menangkapnya dan membuangnya ke laut.
Mati Atau Hidup
Pernyataan yang timbul
ketika mereka membuang Yunus ke laut adalah, apakah dia mati atau hidup? Agar
mudah mengetahui jawaban yang benar, biar saya menolong Anda dengan anggapan
bahwa Yunus dengan sukarela berkorban ketika berkata,
"Angkatlah aku,
campakkanlah aku ke dalam laut maka lautakan menjadi reda dan tidak menyerang
kamu lagi". (Injil - Yunus 1: 12).
Jika seseorang sukarela
berkorban, maka dia tidak perlu dipaksa lagi untuk dibuang, orang-orang tidak
perlu mendorongnya sebelum membuangnya. Orang tidak perlu memelintir lengannya
atau kakinya untuk membuangnya. Semua orang setuju akan hal itu.
Sekarang kembali ke
pertanyaan tadi: Apakah Yunus mati atau hidup ketika dia dibuang ke lautan?
Kita sepakat bahwa dia masih hidup! Badai kemudian reda. Mungkin itu adalah
kebetulan. Seekor ikan hiu datang dan menelannya. Apakah dia mati atau hidup?
Kembali orang-orang berkata bahwa dia hidup. Dari perut ikan dia berdoa memohon
pertolongan Tuhan. Apakah orang yang mati bisa berdoa? "Tidak!" jadi
dia masih hidup! Pada hari ketiga, sang ikan memuntahkannya ke laut kembali.
Mati atau hidup? Dan jawabannya adalah hidup! Ini adalah suatu mukjizat
diantara sekian banyak mukjizat. Bahwa dia hidup! Orang Kristen berkata bahwa
dia hidup! Orang Muslim berkata bahwa dia hidup! Agak aneh bahwa Yesus memilih
"tanda" (mukjizat) Yunus sebagai satu-satunya mukjizatnya juga. Ini
adalah sesuatu dimana tiga agama besar bersepakat.
Inilah ikhtisar
Mukjizat Besar dari kitab Yunus:
1. Jika seseorang
dibuang ke lautan luas, dia pasti akan mati. Karena Yunus tidak mati maka
berarti itu suatu mukj izat!
2. Seekor ikan datang
dan menelannya. Dia pasti mati. Tetapi dia tidak mati. Maka berarti mukjizat
yang kedua.
3. Karena panas dan
udara yang sesak dalam perut ikan selama tiga hari tiga malam, maka dia pasti
mati. Tetapi dia tidak mati. Jadi ini adalah mukjizat diantara
mukjizat-mukjizat lainnya.
Jika Anda mengira
seseorang mati dan dia ternyata tidak mati, maka itu disebut suatu mukjizat.
Jika seseorang dihadapkan pada sepasukan regu tembak dan 6 peluru ditembakkan
pada tubuhnya dan orang itu mati, apakah ini Mukjizat? "Tidak!"
tetapi jika dia hidup dan menertawakannya, apakah ini Mukjizat? Tentu saja ini
mukjizat. Kita tiap kali mengira Yunus mati, tetapi ternyata dia tidak mati.
Oleh karenanya ini disebut muksjizat beruntun.
Yesus Seperti Yunus
Setelah dihukum salib,
Yesus juga disangka sudah mati. Jika dia mati, maka tidak ada mukjizat. Tetapi
jika ia masih hidup, seperti yang dia ramalkan dan buktikan "di dalam
kitab suci" maka itu adalah suatu "tanda". Suatu mukjizat! Dan
inilah kata-katanya:
"...For as Jonah
was..." (Inggris), "Want soos Jonah:.." (Afrikaans),
"Ngokuba njengo Jonah..." (Zolu), Seperti Nabi Yunus..."
(Indonesia).
"Seperti nabi
Yunus tiga hari dan tiga malam di dalam perut ikan paus, demikian juga anak
manusia ...." (Matius 12: 40). Bagaimana keadaan Yunus di dalam perut ikan
selama tiga hari tiga malam - hidup atau mati? Muslim, Kristen dan Yahudi
sepakat bahwa ia hidup! Bagaimana Yesus selama di pekuburan - mati atau hidup?
Lebih dari satu milyar Kristen di setiap gereja sepakat bahwa ia mati! Apakah
ini seperti Yunus atau tidak sama seperti Yunus dalam bahasa Anda? Dan semua
orang yang waras pasti berkata bahwa ini sangat tidak sama seperti Yunus. Yesus
berkata bahwa dia akan "seperti Yunus" dan pengikut-pengikutnya yang
fanatik berkata bahwa dia tidak sama seperti Yunus! Siapa yang berbohong -
Yesus atau para perigikutnya? Saya persilahkan Anda untuk menjawabnya.
Urusan Besar
Meskipun begitu, agama
adalah urusan yang bagus. Atas nama Yesus Kristus mereka membentuknya! Para
penginjil berkata bahwa kita salah mengartikan. Mereka mengatakan bahwa saat
itu Yesus dengan meramalkan tentang faktor waktu dan bukan apakah dia akan mati
atau hidup. "Tidak-kah bisa kalian lihat bahwa dia menekankan faktor waktu?
Dia mengulang kata 'tiga', empat kali". Apa yang dikatakan Yesus?
"Sebab seperti
Yunus tinggal di dalam perut ikan tiga hari tiga malam, demikian juga anak
manusia akan tinggal di dalam rahim bumi tiga hari tiga malam." (Injil -
Matius 12: 40).
Yesus berada "di
perut bumi". Dia dianggap telah terkubur di pemakaman yang letaknya di
bawah permukaan bumi.
Tiga dan tiga memang
diucapkan empat kali, tetapi ini tidak ada hubungannya dengan faktor waktu.
Yahudi menanyakan Yesus tentang suatu 'tanda' - suatu mukjizat dan bukannya
membuat tiga hari atau tiga minggu atau tiga bu-lan menjadi suatu mukjizat.
Saat saya pertama kali datang ke Cape Town dari Durban, tiga puluh tahun yang
lalu, dengan kereta api, dan kereta api itu memakan waktu tiga hari tiga malam
untuk sampai di sana, apakah itu mukjizat! Anda pasti akan berkata omong
kosong! Dan saya setuju dengan Anda.
Tetapi tidak mudah bagi
Kristen untuk setuju dengan pendapat ini karena penyelamatannya tergantung pada
hidup Yesus.
Jadi itu adalah faktor
waktu kapan Yesus menyelesaikan tugasnya? Ya! Jawab orang Kristen. Kapan dia
'disalib'? sebagian orang Kristen percaya bahwa ia disalib pada hari Jumat
siang dua ribu tahun yang lalu.
BAB XVI - PERHITUNGAN
YANG SEDERHANA
Kenapa "Jum'at
Agung?"
Di negara saya, kami
mempunyai 4 hari liburan selama Paskah, dimulai dengan apa yang disebut Jum'at
Agung. Mengapa disebut Jum'at Agung? Karena Yesus meninggal untuk menebus dosa
mereka pada hari itu. Dan itu mengingatkannya, setiap orang Kristen di seluruh
dunia - Inggris, Perancis, Jerman, Amerika, Lesoto, Swedia, Switzerland,
Zimbabwe dan lain-lain merayakan Jum'at Agung.
Saya sudah membuktikan
pada Anda bahwa Yesus berada di kayu salib tidak lebih dari tiga jam. Mereka
cepat-cepat membawa Yesus ke pemakaman sebelum matahari tenggelam sore itu
juga. Le-bih dari seribu golongan dan sekte-sekte Kristen meski sering
berselisih paham terhadap aspek-aspek keyakinan, tetapi mereka semua setuju
bahwa Yesus Kristus dianggap berada di pemakaman pada Jum'at malam. Dia dianggap
berada di pemakaman Sabtu siang. Dia dianggap berada di pemakaman Sabtu malam.
Tetapi pada Minggu
pagi, ketika Maria Magdalena datang ke pemakaman, dia menemukan pemakaman itu
sudah kosong. Anda akan mencatat bahwa saya mengulang kata dianggap -dianggap-
dianggap, tiga kali. Anda tahu kenapa? Tentu saja tidak untuk bersaja dengan
tiga, tiga, tiga ramalan. Alasannya adalah karena tak ada satu pun dari ke dua
puluh tujuh kitab dalam Perjanjian Baru mencatat waktu Yesus keluar dari
pemakaman. Tidak ada satu pun dari ke 27 penulis kitab ini yang menjadi saksi
mata 'kebangkitannya', satu-satunya yang bisa menceritakan kebenaran itu,
dipaksa tutup mulut oleh yang berwenang.
Seorang anak muda
keturunan Arab menulis buku Dead Sea Scrolls yang ditandatangani oleh Yusuf
dari Arimates dan Nikodemus. Kedua orang ini mau menceritakan secara terus
terang bagaimana mereka membawa gurunya segera setelah malam turun, ke suatu
tempat untuk beristirahat dan memulihkan kesehatan. Apakah tidak aneh bahwa
satu-satunya saksi mata yang berharga malah disuruh diam? Mungkinkah kedua
orang ini dan murid-murid di Yerusalem diajar oleh Yesus yang lain dan Injil
yang lain? (2 Korintus 11: 4).
Penambahan yang Mudah
Jika itu adalah faktor
waktu dimana Yesus mencoba untuk menyelesaikan ramalan tadi, mari kita lihat
apakah dia berhasil "sesuai dengan Kitab Suci"-nya sebagaimana yang
disombongkan oleh orang Kristen.
MINGGU PASKAH D A L A M
M A K A M
SIANG MALAM
Jumat nil Satu malam
Ditempatkan di
pemakaman
Pada petang hari
Sabtu satu hari satu
malam
Dianggap masih di
pemakaman
Minggu nil nil
Total satu hari dua
malam
Dari tabel di atas Anda
pasti tidak akan ragu bahwa total waktunya tidak lebih dari satu hari dua malam
dan ini tidak bisa disulap menjadi tiga hari tiga malam seperti yang diramalkan
Yesus "Sesuai dengan Kitab Suci". Bahkan Einsten sebagai profesor
matematika terbesar tidak bisa menolongnya! Tidakkah Anda lihat bahwa orang
Kristen mem-berikan kebohongan dua kali lipat kepada Yesus berdasarkan ramalan
tersebut. Yesus berkata bahwa dia akan seperti Yu-nus!
1. Orang Kristen
menduga bahwa Yesus tidak seperti Yunus. Yunus hidup selama tiga hari tiga
malam, sedangkan Yesus "mati" di pemakaman! (?)
2. Yesus berkata bahwa
dia akan berada di pemakaman tiga hari tiga malam, sedangkan orang Kristen
berkata bahwa dia berada di pemakaman satu hari dua malam.
Siapa yang berbohong,
Yesus atau orang Kristen? Biar-kan mereka yang menjawab.
Menghitung Mundur Untuk
Menyelesaikan Masalah
Anda harus memojokkan
mereka dengan semua pengetahuan mereka. Mereka tahu itu dan kita tidak boleh
mengalah.
Orang Kristen telah menyiapkan
jalan keluar dari masalah ini. Mereka sekarang menciptakan teori 'Rabu Agung',
sebuah majalah bulanan The Plain Truth yang setiap bulannya terbit 6 juta kopi,
menawarkan buku gratis dengan judul Tiga Hari Dan Tiga Malam. Di Johannesburg
Afrika Selatan, ada suatu organisasi "Injil Wahyu" yang juga
mengeluarkan buku gratis untuk membuktikan bahwa "penyaliban" itu
terjadi pada Rabu Agung dan bukan pada Jum'at Agung.
Mr. Robert Fahey, orang
Amerika - dimana sebagian sekte-sekte dan aliran-aliran berasal, seperti Advent
hari ketujuh - Ilmuwan-ilmuwan Kristen, Mormon - mewakili majalah Kristen
terbesar, belum lama ini memberikan ceramah di "Holiday Inn" Durban.
Ia mengejutkan pendengarnya yang melimpah dengan berbagai ide-ide khayalannya.
Ajaran barunya ini membahas mengenai Rabu Agung. Dia setuju 100% bahwa Jum'at
Agung bertentangan dengan pengakuan terhadap Al-Masih. Untuk menyelesaikan
masalah ini, dia mengatakan bahwa kita harus menghitung mundur dari waktu Yesus
ditemukan hilang dari pemakaman yaitu Minggu pagi ketika Maria Magdalena datang
untuk meminyakinya. Jika kita mengurangi 3 hari dan tiga malam dari Minggu
pagi, maka kita dapatkan hari rabu. Tidak sulit untuk menyelesaikan masalah
orang Kristen ini. Para pendengar yang sudah diberikan majalah gratis dan
buku-buku tersebut, memberikan tepuk tangan yang meriah pada Mr. Fahey. (Mereka
memiliki sistim yang mengagumkan untuk bisa menyebarkan 6 juta kopi majalah
bulanan Plain Truth ke seluruh dunia).
Tuhan Atau Setan?
Setelah acara selesai,
saya menemui Mr. Fahey untuk berdiskusi secara pribadi (Panitia tidak
membolehkan para pembicara untuk bertanya jawab setelah acara berlangsung.)
Saya mengucapkan selamat atas idenya yang genius. "Bagai-mana mungkin
selama 2000 tahun orang-orang Kristen di seluruh dunia tidak tahu perhitungan
religius untuk mendapatkan kesimpulan yang benar?" ,
Bahkan sampai dengan
hari ini, sebagian besar orang Kristen merayakan Jum'at Agung dan bukannya Rabu
Agung. Siapa yang telah menipu tentang Jum'at Agung ter-hadap 1,2 milyar orang
Kristen di seluruh dunia, termasuk Katholik Roma yang mengaku merupakan turunan
langsung dari Paus pertama (Petrus) sampai Paus yang sekarang? Saya bertanya
pada Mr. Fahey.
Tanpa malu-malu Mr.
Fahey menjawab, "Setan!" Saya berkata, "Jika setan telah sukses
dalam mengelabui orang Kristen dan membiarkan mereka tetap tertipu selama 2000
tahun terhadap keyakinan yang sederhana ini, tidakkah mudah juga bagi setan
untuk membuat mereka salah dalam segala hal yang menyangkut Tuhan?" Mr.
Fahey merah mukanya dan langsung berlalu meninggalkan saya. Jika keyakinan ini
sekarang menjadi kecenderungan di kalangan umat Kristen, maka kita bisa
bertanya, "Apakah cerita 'penyaliban' ini bukannya cerita bohong terbesar
sepanjang sejarah? Bisakah kita sekarang menyebutnya sebagai kisah fiksi!"
Fakta-fakta yang Jelas
Saya memberikan daftar
di halaman 505 yang menunjukkan bukti-bukti yang jelas dari kitab suci Kristen
yang mengatakan sekali lagi dan lagi bahwa Yesus hidup, hidup. Tetapi
murid-muridnya masih tidak percaya. Apakah murid-muridnya di zaman modern ini
mau percaya sekarang? Apakah mereka mau percaya pada gurunya yang mengatakan
seperti Yunus.... Begitu juga anak manusia? Tidak mungkin! Ingat Thomas - salah
satu dari murid pilihan Yesus yang diberi julukan oleh umat Kristen sebagai
"Thomas yang meragukan? Dia tidak bersama mereka (murid-murid Yesus)
ketika Yesus datang" (Yohanes 20: 24) saat pertama kali di ruang makan.
Kemudian ketika murid-murid yang telah melihat, menyentuh dan makan bersama Yesus,
bersaksi bahwa mereka telah bertemu dengan Sang Guru (bukan Tuhan, bukan hantu
Yesus; tetapi Yesus sendiri dengan daging dan darahnya - hidup!), Thomas
berkata pada mereka:
"Sebelum aku
melihat bekas paku pada tangannya dan sebelum aku mencucukkan jariku ke dalam
bekas paku itu dan mencucukkan tanganku ke dalam lambungnya, sekali-kali aku
tidak akan percaya". (Injil - Yohanes 20: 25).
BAB XVII - "KITAB
SUCI" BUATAN
Nama Baru, Permainan
Lama
Seorang anggota sekte
'kelahirkan kembali' menyombongkan diri tentang bagaimana dia biasa mengambil
10 sen dari piring derma gereja untuk membeli 'susu cream' dan bagaimana ia
mengikat ayahnya yang pemabuk "... di dalam gudang ..." - di gudang
yang sama dimana dia melihat "... ibunya terbaring di tumpukan pupuk, di
tempat mandi sapi-sapi - dipukuli oleh ayahku ...." Sekarang dia dengan
percaya diri mencoba memperdayakan pembacanya. Dia mengutip ayat di atas
(Yohanes 20: 25) dari Injil Amerika tanpa memberikan referensi (pada halaman 20
yang sama dari "Faktor--faktor bangkit kembali" (oleh Josh Mc Dowel).
Penulis memberikan 4 kutipan, dengan referensi bagi semua orang! Pada halaman
berikutnya dia memberikan 3 kutipan juga dengan referensi bagi semua orang!
Tetapi ayat-ayat dimana dia ingin memalsukannya, tidak direferensikan sama
sekali. Dan setelah kata-kata "saya tidak Percaya", dia memulai suatu
paragraf baru dengan kata-kata "Kemudian, Yesus berkata kepada
Thomas", mengutip lagi dari Injil tanpa memberikan referensi. Yohanes
memberi suatu kebohongan kepada pemuja-pemuja ini dengan mengatakan:
"Delapan hari
kemudian, murid-murid Yesus berada kembali dalam rumah itu dan Thomas
bersama-sama dengan mereka, kemudian Yesus datang..." (Injil - Yohanes 20:
26).
Kebohongan yang Licik
Salah satu dari
pemuja-pemuja ini, seorang pengacara, memberikan semangat pada saudaranya yang
'dilahirkan kembali' dari Amerika dengan kebohongan lain. Dia berkata pada
halaman 120 dalam "Perdebatan Tentang Islam" bahwa "Deedat
akhir-akhir ini telah membuat berita yang besar mengenai batu nisan dengan
menerbitkan sebuah brosur dengan judul, Siapa Yang Memindahkan Batu Tersebut?'
Di dalamnya dia mengatakan bahwa batu itu dipindahkan oleh dua orang murid
Yesus, yaitu Yusuf dari Arimatea dan Nikodemus (halaman 18). Tetapi dalam
brosurnya yang berjudul, Apakah Kristus Disalib? Dia pasti seorang super women
(halaman 25), maksudnya adalah Maria Magdalena yang memindahkan batu tersebut.
Bagaimana seorang Kristen yang 'dilahirkan kembali' dan seorang pengacara bisa
berbohong? Untuk memikat korbannya dia bahkan mengutip nomor halaman
"25". Buku ini telah dicetak cukup lama. Bahkan jika Anda punya
kopinya, Anda tidak akan mungkin bisa mengeceknya. Para pemuja ini sangat yakin
sekali Tetapi 'Kitab Injil yang benar' adalah yang saya percayai:
"Dia (Maria)
sangat heran saat menemukan bahwa batu tersebut telah dipindahkan."
Dimana ada kata-kata
yang menunjukkan bahwa yang memindahkan batu itu adalah Maria Magdalena? Tetapi
bagi orang-orang yang sakit ini, baik Amerika maupun Afrika Selatan, setiap
tipuan diperbolehkan untuk membuat orang masuk Kristen. Saya tidak siap untuk
melawan mereka dengan segala penilaian mereka yang salah, dan saya harap Anda
pun demikian. Anda hanya cukup menyampaikan yang benar dengan cara yang sebaik
mungkin dan serahkan semuanya pada Allah.
Suatu Pemalsuan
Para rohaniwan Kristen
mengambil kesimpulan bahwa episode "Thomas yang meragukan" seperti
juga wanita yang 'tertangkap.basah' - (Yohanes 8: 1-11) adalah suatu pemalsuan!
Tetapi karena Gereja Ortodoks tidak memperbolehkan penyisipan ini (Yohanes 8:
1-11) - dihilangkan dari Injil, mereka menunjukkan ayat lain yang hampir sama
menggambarkan kekerasan Thomas yaitu Yohanes 20: 25 "mencucukkan jariku ke
dalam bekas paku itu".
Orang Romawi tidak
punya alasan untuk membalas dendam terhadap Yesus seperti terhadap dua orang
yang di-salib bersama Yesus. Mengapa mereka harus memberi hukuman yang lebih
berat pada Yesus dibandingkan pada kedua orang tersebut? Mengapa mereka harus
menggunakan paku terhadap Yesus sedang untuk kedua orang itu mereka menggunakan
pengikat kulit?
Tidak "di tempat
ini" seperti dugaan para pemuja tersebut, tetapi "delapan hari"
kemudian, Yesus datang ke ruang makan dan dia mendatangi Thomas. Dan menurut
Yohanes, Yesus menyuruh Thomas:
"... Taruhlah
jarimu di sini dan lihatlah tanganku; ulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke dalam
lambungku dan jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah."
(Injil - Yohanes 20: 27).
Thomas menyadari
kesalahannya. Dia telah menolak bukti-bukti bahwa Yesus hidup! Semua murid yang
lain, kecuali Yudas sang pengkhianat telah bersaksi bahwa mereka telah melihat
dan makan bersama Yesus, Tetapi Thomas tidak mau percaya! Apa yang membuat dia
tidak percaya? Yesus yang hidup, bernafas (bukan hantunya), berada di de-katnya.
Sekarang berlawanan dengan kenyataan fisik tentang keberadaan Yesus, memaksa
Thomas terpaksa mengaku,
"Ya Tuhanku dan
Allahku!" (Injil - Yohanes 20: 28).
Apa yang Disadari oleh
Thomas?
Apakah Thomas menyadari
pada saat itu bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan kaum Yahudi? Apakah dia dan
murid-murid lainnya sujud kepadanya. Tidak pernah! Kata-katanya adalah
kata-kata yang ditujukan pada dirinya sendiri. Kita hampir setiap hari
mengatakannya, "Ya Tuhanku! Betapa bodohnya aku ini!" Apakah anda
memanggil pendengar anda, sebagai Tuhan Anda?
BAB XVIII - TAK SEORANG
PUN SEBUTA ITU …
Periksa Kenyataan yang
Ada, Kebenaran akan Muncul
Di bawah ini saya
berikan ringkasan point-point yang kita diskusikan sampai sejauh ini,
kesimpulan bahwa Yesus Kristus tidak terbunuh karena disalib, seperti yang
diduga oleh orang Kristen dan orang Yahudi, tetapi dia masih hidup!
1. Yesus segan untuk
mati!
Dia merancang strategi
untuk mempertahankan diri dari serangan orang Yahudi karena dia ingin tetap
hidup!
2. Dia memohon
pertolongan pada Tuhan.
Dengan tangisan dan air
niata, dia memohon pada Tuhan Yang Maha Kuasa agar menjaga keselamatannya dan
tetap hidup!
3. Tuhan mendengar
doanya.
Berarti Tuhan
mengabulkan doanya dan menjaganya agar tetap hidup!
4. Malaikat datang
untuk membantunya.
Dengan harapan dan
keyakinan bahwa Tuhan akan membiarkannya hidup!
5. Pilatus menyimpulkan
bahwa Yesus tidak bersalah. Alasan yang bagus untuk membiarkan Yesus tetap
hidup!
6. Istri Pilatus
bermimpi bahwa Yesus tidak berbahaya.
Orang ini tidak
berbahaya, berarti membiarkan Yesus tetap hidup!
7. Dia berada di kayu
salib hanya sekitar 3 jam. Berdasarkan sistem penyaliban, tidak ada manusia
yang mati karena disalib dalam jangka waktu yang pendek, meskipun ia diikat
kuat-kuat di kayu salib - Dia masih hidup!
8. Dua orang yang ikut
disalib bersamanya masih hidup. Begitu juga Yesus, pada saat yang sama masih
hidup!
9. Ensiklopedia Biblica
dalam artikel 'cross' (salib) kolom 960 mengatakan,
"Jika tombak itu
memang ditikam ke tubuhnya - maka Yesus masih hidup!
10. Segera memancar
darah dan air.
Segera maksudnya
langsung, yang menunjukkan bahwa Yesus masih hidup!
11. Kakinya tidak patah
- sebagai pemenuhan ramalan. Kaki tidak akan berguna kecuali jika Yesus masih
hidup!
12. Halilintar, gempa
bumi dan matahari gelap selama tiga jam.
Untuk membiarkan murid
rahasia Yesus menolongnya agar ia tetap hidup!
13. Orang Yahudi
meragukan kematiannya.
Mereka curiga bahwa dia
lolos dari kematiannya di kayu salib - bahwa ia masih hidup!
14. Pilatus 'heran'
mendengar Yesus mati.
Dia tahu bahwa dari
pengalaman, tidak ada manusia yang mati begitu cepat dalam penyaliban. Dia
curiga Yesus masih hidup!
15. Pekuburan dengan
ruangan yang luas:
Ruangan besar, dan
udara bebas keluar masuk dan memungkinkan bagi orang-orang untuk menolongnya
agar ia tetap hidup!
16. Batu dan pintu
penutup telah berpindah. Diperlukan hanya bila Yesus masih hidup!
17. Laporan penemuan
baru.
Para ilmuwan Jerman
yang melakukan percobaan 'pengafanan mayat' berkata bahwa jantung Yesus tidak
berhenti berdetak - bahwa dia masih hidup!
18. Berada dalam
penyamaran.
Penyamaran tidak
diperlukan apabila dia bangkit kembali. Penyamaran diperlukan hanya apabila dia
masih hidup!
19. Melarang Maria
Magdalena untuk menyentuhnya. "Jangan menyentuh tubuh saya" karena
tubuhnya sakit dan luka; karena dia masih hidup!
20. Belum pergi kepada
Bapa.
Dalam bahasa Yahudi,
ini bisa berarti bahwa "saya belum mati", dengan kata lain
"bahwa saya masih hidup!"
21. Maria Magdalena
tidak takut ketika mengenali Yesus.
Karena ia telah melihat
tanda kehidupan sebelumnya. Dia mencari Yesus yang masih hidup!
22. Murid-murid takut
dan heran melihat Yesus masuk ke ruang makan.
Semua yang mereka
ketahui tentang penyaliban hanyalah berdasarkan kabar angin, karenanya mereka
tidak percaya bahwa dia masih hidup!
23. Memakan makanan
dalam kemunculannya setelah pe-nyaliban.
Makanan diperlukan
hanya bila ia masih hidup!
24. Tidak pernah
memperlihatkan diri kepada musuh-mu-suhnya.
Karena dia lolos dari
kematian. Dia masih hidup!
25. Hanya menjalani
perjalanan yang pendek.
Karena dia tidak
bangkit kembali, bukan hantu, tetapi hidup!
26. Kesaksian laki-laki
yang berdiri di pemakaman. "Mengapa mencari orang yang hidup diantara
orang yang mati?" - (Lukas 24: 4-5). Artinya dia tidak mati, tetapi masih
hidup!
27. Kesaksian malaikat.
"...
malaikat-malaikat yang mengatakan bahwa ia hidup…" - Lukas 24: 23. Bukan
berkata, "bangkit kembali", kata-kata yang diucapkan dengan jelas
oleh malaikat adalah dia masih hidup!
28. Maria Magdalena
bersaksi -
"... Tetapi ketika
mereka mendengar, bahwa Yesus hidup dan telah dilihat olehnya, mereka tidak
percaya"- (Markus 16: 11). Maria tidak mengatakan bahwa ia melihat hantu
atau roh Yesus, tetapi Yesus yang masih hidup. Mengapa mereka tidak percaya
bahwa gurunya itu masih hidup!
29. Dr. Primrose
bersaksi
Bahwa 'darah dan air'
yang memancar ketika Yesus ditikam oleh tombak pada pinggangnya, terjadi karena
adanya gangguan pada aliran pembuluh darah. Ini adalah tanda bahwa dia masih
hidup!
30. Yesus sendiri
mengatakan bahwa mukjizat yang dimilikinya seperti mukjizat nabi Yunus. Menurut
Kitab Yunus, Yunus masih hidup ketika dianggap sudah mati, sama seperti Yesus
yang disangka sudah Mati, padahal dia masih hidup.
Ketiga puluh point di
atas dan banyak argumen lainnya telah dikemukakan pada halaman-halaman
sebelumnya di buku ini. Tolong baca dan baca ulang argumentasi-argumentasi dan praktekkan
pada teman-teman Anda. Kesenangan adalah milik Anda, saya mendoakan kesuksesan
Anda.
BAB XIX - PENYALIBAN
ATAU SANDIWARA PENYALIBAN
Kekurangan Bahasa
Setiap kata adalah
gambaran baku dari apa yang diwakilinya. Jika kita mengambil satu kata dan merenungkannya,
kita akan bisa melihat atau menggambarkannya dalam pikiran kita. Cobalah -
"kapal", Anda akan melihat kapal dalam pikiran Anda, "tas
tangan", Anda akan melihat tas tangan dalam pikiran Anda,
"rokok", Anda akan melihat sebatang rokok dalam pikiran Anda. Tetapi
kita berbicara lebih cepat sehingga kita bisa memahami kata-kata sebagai ide,
pikiran dan konsep. Kata-kata adalah alat untuk menyampaikan pe-san. Makin
banyak kata-kata, makin jelas dan mudah komunikasi. Tetapi kata-kata yang salah
bisa merusak ide.
Bahasa CUL-DE-SAC
Bahasa Arab sangat kaya
akan berbagai pikiran dan konsep spritual, sedangkan bahasa Inggris lebih kaya
dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi bahasa Inggris ini
mengecewakan saya. Sepertinya tidak ada kata kerja untuk menggambarkan usaha
yang belum selesai, contoh-nya:
1. Seorang laki-laki
dibawa ke tiang gantungan, sebagai perampok dia dijatuhi hukuman mati, tetapi
takdir mengatakan lain dan dia mendapat penangguhan hukumannya sebelum dia
mati. Dua puluh tahun kemudian, orang ini meninggal karena tenggelam. Kita
ingin satu kata kerja untuk menjelaskan pada kita apa yang telah terjadi -
apakah orang ini "digantung" atau apa yang terjadi? Bukan tidak
digantung. Kita hanya ingin satu kata kerja ...?
2. Seorang yang lain
dibawa ke kursi listrik sebagai hukuman: Dia diikat di kursi, dan tombol kursi
dinyalakan. Aliran listrik mengalir ke tubuh laki-laki ini tetapi kekuatan arus
listrik ini tidak cukup kuat. Orang itu segar kembali dan sebelum aliran
listrik yang lebih kuat lagi dihidupkan kembali dia mendapat penangguhan
hukuman. Beberapa hari kemudian, laki-laki ini meninggal karena kecelakaan
sepeda motor. Bagaimana akhirnya? Apa yang terjadi padanya di kursi listrik
itu? Apakah dia dihukum mati dalam aliran listrik? Satu kata ...?
3. Yosephus, seorang
ahli sejarah berkebangsaan Yahudi, mencatat dalam bukunya
"Antiquities" (barang-barang antik), tentang penyaliban dimana dia
ikut serta sebagai orang yang 'disalib' dan kemudian diturunkan dari kayu
salib. Selamat! Apakah yang terjadi padanya di kayu salib? Apakah dia disalib?
Seseorang yang tidak mati karena disalib, tetapi ada usaha untuk menyalibnya,
apakah dia disalib? Satu kata ...?
Cerita Salib yang
Berlimpah-limpah
Orang bisa saja
mengatakan bahwa peristiwa di atas adalah kasus hipotesa. Tetapi kita sedang
membuat sejarah. Lihat halaman 454, sebuah copy dari Weekend World tanggal 3
Agustus 1969. Mr Pieter Van der Bergh, seorang pengacara, "disalib"
dengan "sukarela", hanya untuk mencari sensasi. Dia mengatakan bahwa
dia ingin membuktikan bahwa "Seseorang bisa menguasai tubuhnya
sendiri". Dia diletakkan di kayu salib dan menjalani semua proses
penyaliban. Untuk mengalahkan penyaliban di Golgotha, dia memakai "sebuah
paku 18 inchi yang menembus pahanya" (lihat gambar hal. 484). laki-laki
ini masih hidup. Apakah dia disalib? Satu kata ...? tidak ada kata seperti itu
dalam bahasa Inggris.
Ketika orang-orang
Yahudi berulang-ulang meminta pada Pilatus - "Salib dia! Salib dia!"
(lukas 23: 21, Yohanes 19: 6), maksud mereka bunuh dia di atas kayu salib -
disalib. "bunuh" dia! Tidak hanya "dibawa" ke atas kayu
salib! Dan jika setelah upacara tersebut, seperti pada Mr. Van der Bergh,
laki-laki itu tidak mati karena disalib, apa yang akan Anda katakan tentang
peristiwa ini? Apa kata kerja yang akan Anda gunakan jika Anda tidak
mempunyainya dalam bahasa Anda?
Kekurangan Ganda
Seorang Afrika Selatan
yang berbahasa Inggris dan teman-teman Amerikanya, mengakui (Dari buku - The
Is-Iam Debate): "Jika kata menyalib hanya berarti membunuh di atas kayu
salib, kita kehilangan kata kerja lain untuk meng-gambarkan kegiatan memancang
di atas kayu, memalukan sekali. (mengapa mereka tidak menulis
"menyalib" di dalam tanda kutip?) Mereka mengolok-olok saya untuk
menutupi kekurangan dalam bahasa mereka dan ketidakmampuan untuk mencari kata
yang cocok.
Dengan semua "yang
ada dalam Roh Kudus", dunia Kristen telah gagal mencetak sebuah kata kerja
yang sesuai untuk menggambarkan "keadaan ketika diikat di kayu
salib". Segera, saya akan membawa mereka keluar dari kesalahan mereka,
Insya Allah!, sebelum bab ini selesai. Jika orang Kristen berkata, "Jika
kata menyalib hanya berarti membunuh ... , maka apa arti lain dari menyalib?
Kamus Oxford yang
terkenal di seluruh dunia mendefinisikan menyalib sebagai membunuh dengan cara
mengikat pada sebuah salib." (lihat pada hal. 448 untuk mendapatkan gambar
yang lebih jelas (fasten).
Para penulis The IsIam
Debate (Perdebatan Islam) dari sekte "born-again" tidak bisa
menyelesaikan masalah tersebut, jadi saya akan mencoba menyelesaikannya bagi
mereka!
"Penyaliban"
Sekarang Hanya Untuk Sensasi
Selalu ada yang baru
yang datang dari negeri Timur. Sekarang di Timur Jauh, seorang warga Philipina
telah mengembangkan kegemaran baru tentang "penyaliban"! Mereka ingin
mengikuti jejak Yesus, (lihat hal. 431). Suatu copy dari Sunday News di
Daressalaam tanggal 3 May 1981, mela-porkan "penyaliban" ganda di
Philipina. Paling tidak 7 kasus "penyaliban" dilaporkan oleh wartawan
lokal. Mungkin ada lebih banyak lagi penyaliban yang luput dari wartawan. Di
antaranya ada Luciana Reyes yang digambarkari sebagai "wanita pertama yang
menjalani upacara ritual penyaliban!"
Penambahan yang baru
dari penyaliban ini adalah bahwa tangan-tangan mereka dipaku di kayu salib.
Penyaliban Atau
Sandiwara Penyaliban
Tak ada seorang pun
yang mati karena "penyaliban"! (disalib). Satu di antara mereka
pingsan. Laki-laki lain bangun dan merokok setelah tangannya diperban. Seorang
pedagang keliling 'telah menjalani upacara (penyaliban) ini lima kali'.
Laki-laki ini berjanji akan menjalani 'penyalibari' sebanyak 10 kali!
Hal ini kedengarannya
seperti cerita bohong. Tetapi ada 25.000 saksi mata pada 4 peristiwa penyaliban
di satu kota saja. Beberapa 'penyaliban' ini disiarkan 'langsung oleh TV'.
Dunia Kristen telah
dikenal mengeksploitasi Yesus untuk mencari uang. Film tentang kehidupan Yesus
telah masuk dalam rekor 'Box Office'. Mereka telah mempunyai "Sandiwara
Kelahiran" dan "Sandiwara Minggu Suci", mengapa tidak membuat
suatu 'Sandiwara Penyaliban?'
Reg Gratton, seorang
koresponden Sunday News (lihat hal. 513 samping) telah menyelesaikan masalah
"penyaliban" dengan memasukkan tanda kutip. Dia menggunakan kata-kata
"penyaliban" dan "penyaliban-penyaliban" lima kali dalam
artikelnya dan setiap kali kata ini digunakan maka ia menambahkan tanda kutip.
Coba periksa kembali. Dengan kata lain, dia mengatakan bahwa itu
"dikatakan penyaliban", penambahan tanda kutip lebih tidak kentara
dibanding kata "Dikatakan". Saya tidak menangkap maksudnya pada saat
membaca artikel itu pertama kali. Bagaimana dengan Anda?
Anda bisa mencatat
bahwa penulis yang lain telah mencegahnya dengan meletakkan kata seperti
"Mati", "Telah Mati", dan "mayat" di dalam tanda
kutip di halaman 455 dan 456. Sekarang Reg melakukan hal yang sama dengan
"penyaliban"! karena kata "crucify = menyalib" telah
menempel di tenggorokan setiap misionaris, maka haruskah kita menggunakan kata
"crucifiction", cerita penyatiban sebagai penggantinya?
Penyaliban Atau Kisah
Penyaliban?
Kita sekarang bisa
mengatakan bahwa Pieter Van der Bergh (hal. 454) mengalami proses penyaliban
dengan keras dan serius, tetapi dia tidak disalib seperti yang dikabarkan di
koran, tetapi, dia dianggap telah disalib.
Lebih jauh, kita bisa
katakan bahwa orang-orang Kris-ten di Philipina tidak melakukan penyaliban,
tetapi mereka dianggap telah disalib. Tidak ada pertunjukan seperti yang mereka
lakukan di film. Ini adalah kejadian nyata dan hanya kematian sesaat. Oleh
karenanya, setiap pertunjukan dengan salib, dimana korban mencoba untuk menyamai
apa yang dialami Yesus tetapi tidak benar-benar meninggal di kayu salib, kita
bisa menyebutnya dalam terminologi yang tepat:
Crucifict sebagai
pengganti Crucify - (verb / kata kerja)
Crucificted sebagai
pengganti Crucificed - (verb / kata kerja)
Crucifiction sebagai
pengganti Crucifixion - (noun / kata benda)
Penggunaan yang mudah
dan simple dari kata-kata yang benar ini akan mematahkan "Salib"
orang Kristen yang akan menemukan dirinya berada di Persimpangan Jalan, tidak
tahu jalan mana yang harus dipilih. Dan jika kita sering menggunakan kata-kata
ini, kita akan segera menemukannya dalam kamus Inggris di dunia ini.
Untuk terakhir, kami
telah menerbitkan 350.000 copy untuk memasyarakatkan buku ini. Baca, pelajari
dan bagikan untuk teman-teman dan musuh-musuh Anda demi kemenangan kebenaran.
Amin.
Ambil yang Terbaik
"Setelah lebih
dari 1.000 jam mempelajari ... "Penyaliban" penulis A Campus Crusade
menerbitkan The Resurrection Factor (Faktor Kebangkitan kembali) yang
menciptakan posisi badan yang lain bagi "Tuhan" dan "Juru
Selamatnya"
Sekarang Anda Mempunyai
Banyak Pilihan
1. Frogi-fiction
seperti yang di.gambarkan di sini (seperti katak).
2. Staki-fiction
seperti pada hal. 500 (dengan tiang pancang).
3. Cruci-fiction
seperti di hal. 448.
Kata Penutup
Penyaliban Yesus
Kristus sebagai satu-satunya faktor penyelamatan umat manusia dari dosa telah
lama mengganggu fikiran saya, sejak pertemuan saya dengan murid-murid dan
pendeta-pendeta misi Adam ketika saya berumur belasan tahun (lihat epilog, Is
the Bibble God's Word? (Apakah kitab Injil adalah Firman Tuhan?).
Sebagai orang muda yang
mudah dipengaruhi, saya sangat kagum pada cara berbicara mereka dalam
meyakinkan orang bahwa penyaliban adalah satu-satunya cara untuk menyelamatkan
dan sepertinya menghukum bagi orang-orang yang tidak mempercayainya.
Masalah penyaliban
Yesus yang merupakan inti dari seluruh ajaran Kristen menjadi masalah yang
serius dalam kajian saya. Saya sangat ingin mengetahui segala sesuatu mengenai
hal itu dan mulai mempelajari sumbernya yaitu "Perjanjian Baru".
Secara jujur saya tidak
mengharapkan orang bertanya pada saya tentang keyakinan saya sebagai Muslim
berkenaan dengan penyaliban. Keyakinan saya adalah keyakinan Qur'an seperti
yang dikatakan pada surat 4 ayat 157.
Saya ulangi dengan
sungguh-sungguh bahwa kajian mengenai penyaliban dipercayakan pada saya oleh
penganut Kristen yang mengaku dermawan dan pemberi selamat. Saya dengan serius
menerima perhatian mereka dalam tulus, mempelajari dan meneliti secara objektif
dengan menggunakan sumber mereka sendiri. Hasilnya, Anda pasti setuju, sangat
mengherankan.
Saya ingin berterima
kasih pada ratusan orang Kristen yang telah datang mengetuk pintu rumah saya
dan mengetengahkan masalah ini pada saya.
Selanjutnya, semua ini
adalah hasil dari kajian dan riset yang saya lakukan bertahun-tahun dalam hidup
saya.
AHMAD DEEDAT O1/O5/1994
Tidak ada komentar:
Posting Komentar